Menu

Mode Gelap
OSIS – Gudep SMAN 4 Luwu Timur Gelar Program GOES, Siswa Antusias Kabar Gembira, Magatti Tour And Travel Buka Cabang di Malili, Ayo Umrah dengan Uang Muka Hanya 500 Ribu Belanda Rilis Skuad Piala Dunia 2026, Ini Daftarnya Daftar Pencetak Gol Sepanjang Piala Dunia, Miroslav Klose Memimpin Kapan Piala Dunia Pertama Digelar ? Baca Sejarahnya Berbagi Keberkahan Idul Adha, PT Vale Donasi Hewan Kurban ke Wilayah Pemberdayaan

LUWU TIMUR

Fraksi Hanura Temukan Ada Proyek Tak Terlaksana Meski Disetujui Banggar

badge-check


					Fraksi Hanura Temukan Ada Proyek Tak Terlaksana Meski Disetujui Banggar Perbesar

LUWU TIMUR,Timuronline – APBD merupakan instrumen teknis dari idealisme pembangunan yang ingin mewujudkan pemerintah Luwu Timur yang muarahnya adalah kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, penyusunan dan pembahasan APBD harus berpegang teguh pada prinsip-prinsip efisiensi, efektifitas ekonomi dan tepat sasaran serta harus mencerminkan respon pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat

Peraturan daerah lahir dengan tujuan untuk menghadirkan kepastian hukum dan keadilan bagi masyarakat sehingga produk hukum yang lahir tentu diharapkan berpihak kepada masyarakat dan menjadi garis haluan menuju kesejahteraan masyarakat

Demikian dikatakan juru bicara Fraksi Hanura, Alpian dalam Rapat Paripurna terkait Pendapat Akhir Fraksi-fraksi Terhadap Rancangan Perda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2022 dan Ranperda Tahap I Tahun 2022 terhadap Ranperda Perizinan Bangun Gedung dan Perizinan Berbasis Resiko, Senin (26/09/2022)

Baca Juga :

Fraksi PDIP DPRD Luwu Timur Anggap Dua Ranperda Picu Percepatan PAD

Dalam kesempatan itu Alpian mengungkapkan beberapa catatan terkait Rancangan Perda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2022 dan Ranperda Tahap I Tahun 2022 terhadap Ranperda Perizinan Bangun Gedung dan Perizinan Berbasis Resiko

Yang pertama katanya, Fraksi Hanura mendorong percepatan penerbitan Perda tentang APBD Perubahan Tahun 2022

” Ada beberapa masukan yang perlu menjadi pertimbangan kepada kita semua terkhusus kepada OPD agar mempedomani hasil pembahasan dimana dokumen APBD tersebut tidak dapat berjalan apabila tidak disetujui kedua lembaga yakni eksekutif dan legislatif sehingga diharapkan agar seiring sejalan,” Kata Alpian

Namun faktanya lanjutnya, pada kondisi APBD tahun 2022 ada kegiatan yang dibahas ditingkat banggar hingga mendapat persetujuan namun kegiatan tersebut tidak direalisasikan yakni pembangunan bendung di Desa Mahalona,” Ungkapnya

Selain itu katanya lagi, dengan naiknya harga BBM sangat berdampak pada ekonomi masyarakat sehingga Fraksi Hanura mendorong pemerintah melalui SKPD (OPD) masing-masing agar memprioritaskan program pemberdayaan sosial kepada masyarakat misalnya memberikan bantuan kepada para nelayan, petani serta seluruh masyarakat yang terkena dampak kenaikan BBM

” Pemerintah harus melakukan percepatan penetapan Perda Perizinan Bangunan Gedung (PBG), karena dengan berlakunya Perda PBG tersebut, maka pelayanan PBG dan pungutan retribusi PBG dapat segera dilaksanakan,” Katanya (*)

Baca Lainnya

OSIS – Gudep SMAN 4 Luwu Timur Gelar Program GOES, Siswa Antusias

31 Mei 2026 - 09:44 WITA

Kabar Gembira, Magatti Tour And Travel Buka Cabang di Malili, Ayo Umrah dengan Uang Muka Hanya 500 Ribu

31 Mei 2026 - 09:25 WITA

Indahnya Kolaborasi SMAN 4 Luwu Timur dan Indofood di Program Pendidikan dan Sosial

20 Mei 2026 - 12:09 WITA

Polda Sulsel Tangani Kasus Ambulance Desa di Luwu Timur, Sejumlah Pihak Akan Diperiksa

19 Mei 2026 - 10:30 WITA

Vale Indonesia Hormati Proses Hukum Pengadaan Ambulance Desa

19 Mei 2026 - 10:19 WITA

Pantai Impian Tidak Bisa Jadi Aset Desa, Ada Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan di Atasnya ?

17 Mei 2026 - 12:55 WITA

PT. PUL Salurkan Bantuan ke Masjid Nurul Haq Ussu

17 Mei 2026 - 10:44 WITA

Trending LUWU TIMUR