Menu

Mode Gelap
Bupati Serahkan Bibit Padi dan Pupuk pada Acara Syukuran Panen Warga Lampenai Diskopar-KB Lolos ke Semifinal Sepakbola Bupati Lutim Cup Antar Instansi Ini Pendapat Akhir Bupati Lutim Terhadap Ranperda APBD 2023 Klinik Mata Malili Gelar Pelayanan Gratis Operasi Katarak Tiba di Tentena, Wakil Bupati Disambut Hangat Oleh Majelis Sinode GKST Sufriaty Budiman Buka Acara Tabligh Akbar dan Konsultasi Syariah

LUWU TIMUR · 5 Apr 2022 07:43 WITA · Waktu Baca

6 Bulan Buron, Jhonlis Ditangkap di Jakarta Timur


					6 Bulan Buron, Jhonlis Ditangkap di Jakarta Timur Perbesar

LUWU TIMUR,Timuronline – Polres Luwu Timur melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) berhasil menangkap seorang tersangka kasus dugaan korupsi. Dia adalah Jhonlis yang tak lain mantan Kepala Desa (Kades) Matano, Kabupaten Luwu Timur. Sulawesi Selatan

Jhonlis berhasil ditangkap setelah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) polisi pada bulan Oktober 2021 lalu. 

Dia ditangkap di daerah Jakarta Timur.

” Tersangka diduga telah merugikan negara sebesar Rp. 869.013.479. Di dalam proses penyidikan, menetapkan dua tersangka yaitu NR sebagai Kaur Keuangan Desa Matano (telah divonis pidana 3 tahun penjara). Kemudian yang kedua, JD atau JN (Mantan Kades Matano). Namun tersangka tidak menghadiri panggilan pertama dan kedua sehingga kita terbitkan DPO,” Ujar Kapolres Luwu Timur, AKBP. Silvester Simamora, Selasa ( 05/04/2022).

Baca Juga :

Kades dan Staf Desa di Lutim Tersangka Kasus Dugaan Korupsi, Ada DPO Kejaksaan

Lanjut Kapolres, tersangka di tangkap di wilayah Palmerah, Kecamatan Matraman, Kota Jakarta Timur, DKI Jakarta

” Kita tangkap tersangka saat sedang menunggu pesanan ojek online. Selama pelariannya, JD bersembunyi di DKI Jakarta dan berpindah-pindah tempat. Kita lakukan penahanan selama 20 hari ke depan,” kata Kapolres

Selain itu, JD juga merupakan DPO Kejaksaan Negeri Luwu Timur atas kasus pemalsuan ijazah saat dirinya maju dan terpilih sebagai Kades Matano.

” Kita kenakan Pasal 2 Subs Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jnt UU Nomor 20 Tahun 2021 Tentang Perubahan atas UUU Nomor 31 Tahun 1999 dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun penjara,” tutur Kapolres

 Modus tersangka dengan mengambil sejumlah uang di kaur keuangan desa dan di transfer ke rekening pribadi milik JD. Nah, untuk mengelabui petugas, NR membuat pertanggujawaban fiktif APBDes tahun 2018 hingga 2019. (*)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bupati Serahkan Bibit Padi dan Pupuk pada Acara Syukuran Panen Warga Lampenai

17 Juli 2024 - 11:59 WITA

Diskopar-KB Lolos ke Semifinal Sepakbola Bupati Lutim Cup Antar Instansi

17 Juli 2024 - 11:44 WITA

Ini Pendapat Akhir Bupati Lutim Terhadap Ranperda APBD 2023

16 Juli 2024 - 11:52 WITA

DPRD Lutim

Klinik Mata Malili Gelar Pelayanan Gratis Operasi Katarak

16 Juli 2024 - 11:39 WITA

Klinik Mata

Tiba di Tentena, Wakil Bupati Disambut Hangat Oleh Majelis Sinode GKST

15 Juli 2024 - 11:25 WITA

GKST
Trending di KABAR PEMDA