Menu

Mode Gelap
Penetapan Aset Desa Milik Pemdes Sorowako Diduga Langgar Permendagri, Ini Kata Tomas Sorowako Warga Asli Sorowako Pertanyakaan Beberapa Objek Lahan Dijadikan Aset Desa Terungkap…! Tambang PT. Vale di BB1 Seba-Seba Sesuai Izin IPPKH. Begini Tanggapan PT. Vale 49 Anggota Polres Luwu Timur Naik Pangkat, Ini Daftarnya Sikapi Maraknya Lakalantas, Satlantas Polres Lutim Lakukan Pengecekan Kelaikan Angkutan dan Sopir Komitmen Bersama Tingkatkan Ketangguhan Daerah: PT Vale dan Pemkab Luwu Timur Teken Nota Kesepahaman Mitigasi Bencana

LUWU TIMUR

SRI Organik PT Vale, Harapan Baru Pertanian Produktif dan Ramah Lingkungan di Pomalaa

badge-check


					SRI Organik PT Vale, Harapan Baru Pertanian Produktif dan Ramah Lingkungan di Pomalaa Perbesar

“Saya harap agar hasil 8 Ton/Ha bisa ditingkatkan para petani menjadi 9 Ton/Ha. Saya ingin para petani lebih banyak memanfaatkan waktu di lahan pertanian. Para petani harus bangga jadi petani,” tambah Safei.

Dalam kesempatan itu Safei juga mengharapkan agar PT Vale bisa terus membina dan memotivasi para petani dalam program pertanian organik ini.

Vice President Director PT Vale Indonesia Tbk, Adriansyah Chaniago menyampaikan, perseroan berkomitmen untuk menjalankan dengan sungguh-sungguh program keberlanjutan di Blok Pomalaa. Dia mengaku turut senang atas hasil yang dicapai para petani lewat program PSRLB PT Vale dengan metode pertanian SRI Organik.

“Ini komitmen kita bersama. Dan seperti yang telah dipaparkan oleh para petani binaan program, hasilnya sangat menggembirakan. SRI Organik ini penting dalam program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) berkelanjutan. Dan jadi program andalan kita. Makanya kita optimis ke depan program ini bisa tambah luasannya, tentu semua itu berkat kerjasama dengan pemerintah dan petani setempat,” paparnya.

Program PSRLB melalui metode SRI Organik telah dijalankan PT Vale sejak 2015. Program tersebut mengedepankan skala prioritas tiga kawasan yang sangat dekat dari area operasional Perusahaan. Tiga kawasan tersebut: kawasan wilayah kerja, kawasan wilayah peran, dan kawasan wilayah sosial, dengan mengedepankan konsep belajar dari pengalaman, melalui proses belajar secara alami, yaitu mengalami, mengungkapkan, menganalisa, menyimpulkan dan menerapkan.

“Awalnya SRI Organik ini berjalan di Luwu Timur dan sejauh ini cukup berhasil, sehingga kita juga bawa ke area pemberdayaan blok Pomalaa, Kabupaten Kolaka. Dan kita lihat pendampingan berhasil lewat panen raya perdana kali ini,” ujar Adriansyah.

Program SRI di Kabupaten Kolaka dimulai sejak November 2021 di Kecamatan Tanggetada, Desa Lamedai dengan total luas lahan 1,41 Ha milik 13 petani binaan. Lokasi lainnya berada Kecamatan Baula tepatnya di Desa Puubunga, Puuroda, Puulemo dengan luas lahan 0,85 Ha milik sembilan petani. Hingga kini sudah ada 54 petani yang ikut pelatihan tersebut. Penanaman perdana SRI Organik ini dilaksanakan pada Sabtu 26 Februari 2022 lalu. (*)

Lainnya

Penetapan Aset Desa Milik Pemdes Sorowako Diduga Langgar Permendagri, Ini Kata Tomas Sorowako

12 Januari 2026 - 12:05 WITA

Warga Asli Sorowako Pertanyakaan Beberapa Objek Lahan Dijadikan Aset Desa

9 Januari 2026 - 16:48 WITA

Terungkap…! Tambang PT. Vale di BB1 Seba-Seba Sesuai Izin IPPKH. Begini Tanggapan PT. Vale

1 Januari 2026 - 12:05 WITA

49 Anggota Polres Luwu Timur Naik Pangkat, Ini Daftarnya

31 Desember 2025 - 10:57 WITA

Sikapi Maraknya Lakalantas, Satlantas Polres Lutim Lakukan Pengecekan Kelaikan Angkutan dan Sopir

30 Desember 2025 - 20:31 WITA

Trending LUWU TIMUR