Menu

Mode Gelap
Vale Indonesia – Siswa SMKN 9 Kolaka Tanam Pohon Peringati HLH Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Afsel Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Setelah Kalahkan Korsel Daftar Tim Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026 Pelatihan Vokasi dan Sertifikasi Operator Alat berat, Bukti Vale Komitmen Penguatan Daya Saing Warga Lokal Pertarungan Sengit Group A Piala Dunia 2026 : Siapa Yang Bakal Dampingi Meksiko

LUWU TIMUR

Komisi II RDP Dengan Beberapa Perusahaan Bahas Kelangkaan BBM

badge-check


					Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Luwu Timur Perbesar

Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Luwu Timur

LUWU TIMUR,Timuronline – Komisi II DPRD Luwu Timur menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan sejumlah perusahaan yang beroperasi di Luwu Timur

RDP ini digelar dalam rangka mencari permasalahan terhadap kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Luwu Timur

Anggota DPRD Luwu Timur, Abd. Munir Razak dalam kesempatan itu mencurigai ada penyimpangan penggunaan BBM Non Subsidi yang dilakukan sejumlah perusahaan yang bermitra dengan PT Vale dan PT CLM di Luwu Timur .

” Kita lihat, PAD Luwu Timur dari sektor Pajak Bagi Hasil BBM ini tidak meningkat, sementara jumlah perusahaan terus bertambah,” Tegasnya, Selasa (14/11/2022)

Baca Juga :

Capaian Medali Emas Luwu Timur di Porprov Meningkat 3 Kali Lipat

Menurut Legislator Hanura ini, pihak perusahaan juga memanfaatkan BBM subisidi yang ada di SPBU

” Buktinya, beberapa SPBU yang berada dekat dengan tempat operasional perusahaan, kondisinya sudah tidak normal,” Ujarnya

Dia melanjutkan, target PAD Luwu Timur untuk pajak bagi hasil BBM ini jauh dibawah realisasinya

” Nah, kita tergetkan 150 Miliar per tahun, faktanya hanya ada 52 miliar, jauh sekali,” tambahnya

Seperti diketahui, kelangkaan BBM baik jenis pertalite maupun solar di beberapa SPBU seperti SPBU Malili terus terjadi. Setiap hari, puluhan bahkan ratusan kendaraan mengantri depan SPBU.

Anehnya, kondisi yang sudah berlangsung tahunan ini, seakan tidak mendapat perhatian dari instansi terkait, sehingga kondisi seperti ini sudah “membudaya”.

” Saya heran pak melihat kondisi ini. Terkadang saya bertanya, dimana fungsi pengawasan pemerintah dan pihak kepolisian dalam hal ini. Kami masyarakat yang selalu jadi korban. Kita antri berjam-jam itupun kalau masih dapat. Apakah ada yang memanfaatkan kondisi ini dengan meraup keuntungan pribadi, hanya mereka yang tahu,” Ungkap Ros, warga Malili. (*)

 

Baca Lainnya

Harap-Harap Cemas Masyarakat Luwu Timur Menanti Perkembangan Kasus Seragam dan Ambulans di Kejari Lutim

22 Juni 2026 - 12:12 WITA

FOTO : Musancab DPC PDIP Luwu Timur Berlangsung Damai

22 Juni 2026 - 11:31 WITA

Polda Kalah Gercep, Kejari Lutim Masuk Tahap Penyidikan Kasus Ambulans Desa

20 Juni 2026 - 11:21 WITA

Update Kasus Penangkapan BBM di Malili, Polisi Akan Minta Keterangan Saksi Ahli

18 Juni 2026 - 15:54 WITA

Ini Daftar Temuan BPK RI Sulsel di Kabupaten Luwu Timur

18 Juni 2026 - 12:46 WITA

Temuan BPK, Enam Mahasiswa di Lutim Tak Layak Terima Beasiswa

18 Juni 2026 - 11:46 WITA

Saling Bantah Antara Pemkab Lutim, Pemdes Tarengge Timur dan Anak Guru Ngaji

18 Juni 2026 - 11:20 WITA

Trending LUWU TIMUR