Menu

Mode Gelap
OSIS – Gudep SMAN 4 Luwu Timur Gelar Program GOES, Siswa Antusias Kabar Gembira, Magatti Tour And Travel Buka Cabang di Malili, Ayo Umrah dengan Uang Muka Hanya 500 Ribu Belanda Rilis Skuad Piala Dunia 2026, Ini Daftarnya Daftar Pencetak Gol Sepanjang Piala Dunia, Miroslav Klose Memimpin Kapan Piala Dunia Pertama Digelar ? Baca Sejarahnya Berbagi Keberkahan Idul Adha, PT Vale Donasi Hewan Kurban ke Wilayah Pemberdayaan

LUWU TIMUR

Anyaman Teduhu Diperkenalkan di Pameran Sulsel Craft 2022

badge-check


					Anyaman Teduhu Diperkenalkan di Pameran Sulsel Craft 2022 Perbesar

MAKASSAR,Timuronline – Ketua Sentra Anyaman Serat Alam Nuha Handicraft, Yulianti didampingi penggurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah Luwu Timur (Dekranasda Lutim) memperkenalkan proses pembuatan kerajinan anyaman teduhu pada pameran Sulsel Craft 2022 di Hotel Four Points By Sheraton Makassar, Senin (06/06/2022).

Anyaman teduhu atau moena merupakan tradisi masyarakat di Desa Nuha yang diwariskan dari generasi ke generasi dengan memanfaatkan pakis hutan untuk membuat anyaman teduhu. Fungsi anyaman tersebut tidak hanya dijadikan sebagai wadah pakaian namun dijadikan sebagai wadah makanan.

Yulianti menjelaskan secara gamblang proses pembuatan tas dari anyaman teduhu dengan kombinasi kulit dengan menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan antara lain; serat alam (teduhu), gunting dan pisau.

Baca Juga :

Unismuh Benchmarking ke DPRD Luwu Timur

“Ini adalah isi dari batang teduhu itu sendiri dan untuk mendapatkan bahan baku melalui empat tahapan yaitu tiga tahap pengupasan dan satu tahap penghalusan kemudian dijadikan bahan kerajinan,” kata Yulianti.

Dia mengatakan, selain teduhu, bahan tambahan yang bisa digunakan yaitu rotan, fungsinya untuk membentuk pola dari produk yang akan dibuat. “Jadi totalnya ada dua macam bentuk yang akan didapatkan  yaitu bentuk pipih dan bulat,” jelas Yulianti.

Anyaman teduhu ini kini telah menjadi souvenir namun telah dinyatakan sebagai warisan budaya tak benda oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia dan telah terdaftar sebagai Kekayaan Intelektual Komunal.

Sementara anyaman serat alam Nuha Handicraft sendiri telah mengembangkan produk anyaman yang menghasilkan berbagai bentuk mulai dari tempat tisu, bosara, keranjang dan tas serta mengkombinasikan berbagai bahan seperti kain dan kulit tanpa menghilangkan ciri khas tradisionalnya.

Dalam sebulan, sentra anyaman tersebut mampu memproduksi anyaman teduhu sebanyak 150 pcs melalui media sosial hingga kegiatan pameran sehingga pemasaran produk anyaman tersebut sampai ke Tingkat Nasional yaitu Riau, Sumatera, Jakarta, dan Sulawesi Tengah. (ikp-kehumasan/kominfo-sp)

Baca Lainnya

OSIS – Gudep SMAN 4 Luwu Timur Gelar Program GOES, Siswa Antusias

31 Mei 2026 - 09:44 WITA

Kabar Gembira, Magatti Tour And Travel Buka Cabang di Malili, Ayo Umrah dengan Uang Muka Hanya 500 Ribu

31 Mei 2026 - 09:25 WITA

Indahnya Kolaborasi SMAN 4 Luwu Timur dan Indofood di Program Pendidikan dan Sosial

20 Mei 2026 - 12:09 WITA

Polda Sulsel Tangani Kasus Ambulance Desa di Luwu Timur, Sejumlah Pihak Akan Diperiksa

19 Mei 2026 - 10:30 WITA

Vale Indonesia Hormati Proses Hukum Pengadaan Ambulance Desa

19 Mei 2026 - 10:19 WITA

Pantai Impian Tidak Bisa Jadi Aset Desa, Ada Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan di Atasnya ?

17 Mei 2026 - 12:55 WITA

PT. PUL Salurkan Bantuan ke Masjid Nurul Haq Ussu

17 Mei 2026 - 10:44 WITA

Trending LUWU TIMUR