Menu

Mode Gelap
OSIS – Gudep SMAN 4 Luwu Timur Gelar Program GOES, Siswa Antusias Kabar Gembira, Magatti Tour And Travel Buka Cabang di Malili, Ayo Umrah dengan Uang Muka Hanya 500 Ribu Belanda Rilis Skuad Piala Dunia 2026, Ini Daftarnya Daftar Pencetak Gol Sepanjang Piala Dunia, Miroslav Klose Memimpin Kapan Piala Dunia Pertama Digelar ? Baca Sejarahnya Berbagi Keberkahan Idul Adha, PT Vale Donasi Hewan Kurban ke Wilayah Pemberdayaan

LUWU TIMUR

Bentrok Warga – Satpol PP Lutim di Desa Harapan Berbuntut Panjang

badge-check


					Bentrok Warga – Satpol PP Lutim di Desa Harapan Berbuntut Panjang Perbesar

LUWU TIMUR,Timuronline – Bentrok antara warga dan Satpol PP Kabupaten Luwu Timur yang terjadi, Rabu (29/04/2026) di Desa Harapan, Kecamatan Malili akhirnya berbuntut panjang. Selain Satpol PP Lutim telah dilaporkan ke pihak kepolisian Polres Lutim terkait terjadinya dugaan kekerasan ke beberapa warga, pula Anggota DPRD Luwu Timur kini angkat bicara

Ketua Fraksi PDIP DPRD Luwu Timur, Muh.Nur melalui akun facebook miliknya menuturkan keterlibatan Satpol PP dalam mengamankan aset perusahaan di lahan konflik antara masyarakat dan perusahaan adalah tindakan melampaui kewenangan.

” Diharapkan agar Bupati menarik seluruh anggota Satpol PP dari lokasi dan memfasilitasi pihak perusahaan dan warga kembali bernegosiasi,” tulis Cicik sapaan akrab Mu.Nur

Sebelumnya, beberapa ahli waris Mangade To Magi seperti Arfah Syam, Ikhsan Syam, Ancong Taruna Negara, Erik serta Muhlis melaporkan Satpol PP Luwu Timur ke Polres Luwu Timur.

Dalam laporannya , Arfah Syam menjelaskan sekitar pukul 11.00 WITA, Rabu (29/04/2026), pada saat kejadian ia bersama seluruh rumpun keluarga dan ahli waris Mangade To Magi  sedang berada di lokasi lahan perkebunan yang mereka klaim sebagai peninggalan kakek mereka, Mangade Tomagi, yang telah menguasai lokasi tersebut sejak tahun 1969.

Tidak lama berselang, Pemda Kabupaten Luwu Timur melalui Satpol PP yang dipimpin Andi Resa hendak melakukan land clearing untuk kegiatan pertambangan dengan menggunakan dua unit alat berat eksavator.

”  Saya selaku perwakilan keluarga kemudian meminta klarifikasi, namun kurang lebih 100 orang personel Satpol PP mendekat, kemudian kami dikerumuni dan didorong, hingga jatuh,” jelas Arfah Syam.

Akibat insiden tersebut, Arfah Syam mengaku mengalami sakit pada bagian dada dan siku sebelah kiri. Sementara itu, Erik mengalami luka pada siku sebelah kiri dan telapak tangan kiri. (*)

Baca Lainnya

OSIS – Gudep SMAN 4 Luwu Timur Gelar Program GOES, Siswa Antusias

31 Mei 2026 - 09:44 WITA

Kabar Gembira, Magatti Tour And Travel Buka Cabang di Malili, Ayo Umrah dengan Uang Muka Hanya 500 Ribu

31 Mei 2026 - 09:25 WITA

Indahnya Kolaborasi SMAN 4 Luwu Timur dan Indofood di Program Pendidikan dan Sosial

20 Mei 2026 - 12:09 WITA

Polda Sulsel Tangani Kasus Ambulance Desa di Luwu Timur, Sejumlah Pihak Akan Diperiksa

19 Mei 2026 - 10:30 WITA

Vale Indonesia Hormati Proses Hukum Pengadaan Ambulance Desa

19 Mei 2026 - 10:19 WITA

Pantai Impian Tidak Bisa Jadi Aset Desa, Ada Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan di Atasnya ?

17 Mei 2026 - 12:55 WITA

PT. PUL Salurkan Bantuan ke Masjid Nurul Haq Ussu

17 Mei 2026 - 10:44 WITA

Trending LUWU TIMUR