Menu

Mode Gelap
Pelatihan Vokasi dan Sertifikasi Operator Alat berat, Bukti Vale Komitmen Penguatan Daya Saing Warga Lokal Pertarungan Sengit Group A Piala Dunia 2026 : Siapa Yang Bakal Dampingi Meksiko Menang Tipis Atas Kongo, Kolombia Pastikan Satu Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026 Bagan Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Daftar Pemain Berusia 40 Tahun Up di Piala Dunia 2026, Ronaldo Urutan Kedua Harap-Harap Cemas Masyarakat Luwu Timur Menanti Perkembangan Kasus Seragam dan Ambulans di Kejari Lutim

LUWU TIMUR

Bentrok Warga – Satpol PP Lutim di Desa Harapan Berbuntut Panjang

badge-check


					Bentrok Warga – Satpol PP Lutim di Desa Harapan Berbuntut Panjang Perbesar

LUWU TIMUR,Timuronline – Bentrok antara warga dan Satpol PP Kabupaten Luwu Timur yang terjadi, Rabu (29/04/2026) di Desa Harapan, Kecamatan Malili akhirnya berbuntut panjang. Selain Satpol PP Lutim telah dilaporkan ke pihak kepolisian Polres Lutim terkait terjadinya dugaan kekerasan ke beberapa warga, pula Anggota DPRD Luwu Timur kini angkat bicara

Ketua Fraksi PDIP DPRD Luwu Timur, Muh.Nur melalui akun facebook miliknya menuturkan keterlibatan Satpol PP dalam mengamankan aset perusahaan di lahan konflik antara masyarakat dan perusahaan adalah tindakan melampaui kewenangan.

” Diharapkan agar Bupati menarik seluruh anggota Satpol PP dari lokasi dan memfasilitasi pihak perusahaan dan warga kembali bernegosiasi,” tulis Cicik sapaan akrab Mu.Nur

Sebelumnya, beberapa ahli waris Mangade To Magi seperti Arfah Syam, Ikhsan Syam, Ancong Taruna Negara, Erik serta Muhlis melaporkan Satpol PP Luwu Timur ke Polres Luwu Timur.

Dalam laporannya , Arfah Syam menjelaskan sekitar pukul 11.00 WITA, Rabu (29/04/2026), pada saat kejadian ia bersama seluruh rumpun keluarga dan ahli waris Mangade To Magi  sedang berada di lokasi lahan perkebunan yang mereka klaim sebagai peninggalan kakek mereka, Mangade Tomagi, yang telah menguasai lokasi tersebut sejak tahun 1969.

Tidak lama berselang, Pemda Kabupaten Luwu Timur melalui Satpol PP yang dipimpin Andi Resa hendak melakukan land clearing untuk kegiatan pertambangan dengan menggunakan dua unit alat berat eksavator.

”  Saya selaku perwakilan keluarga kemudian meminta klarifikasi, namun kurang lebih 100 orang personel Satpol PP mendekat, kemudian kami dikerumuni dan didorong, hingga jatuh,” jelas Arfah Syam.

Akibat insiden tersebut, Arfah Syam mengaku mengalami sakit pada bagian dada dan siku sebelah kiri. Sementara itu, Erik mengalami luka pada siku sebelah kiri dan telapak tangan kiri. (*)

Baca Lainnya

Harap-Harap Cemas Masyarakat Luwu Timur Menanti Perkembangan Kasus Seragam dan Ambulans di Kejari Lutim

22 Juni 2026 - 12:12 WITA

FOTO : Musancab DPC PDIP Luwu Timur Berlangsung Damai

22 Juni 2026 - 11:31 WITA

Polda Kalah Gercep, Kejari Lutim Masuk Tahap Penyidikan Kasus Ambulans Desa

20 Juni 2026 - 11:21 WITA

Update Kasus Penangkapan BBM di Malili, Polisi Akan Minta Keterangan Saksi Ahli

18 Juni 2026 - 15:54 WITA

Ini Daftar Temuan BPK RI Sulsel di Kabupaten Luwu Timur

18 Juni 2026 - 12:46 WITA

Temuan BPK, Enam Mahasiswa di Lutim Tak Layak Terima Beasiswa

18 Juni 2026 - 11:46 WITA

Saling Bantah Antara Pemkab Lutim, Pemdes Tarengge Timur dan Anak Guru Ngaji

18 Juni 2026 - 11:20 WITA

Trending LUWU TIMUR