JAKARTA,Timuronline – PT Vale Indonesia Tbk (“Perseroan”) hari ini menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun 2026, yang menyetujui Laporan Tahunan serta Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025, sekaligus menetapkan sejumlah keputusan strategis yang mencerminkan kinerja yang solid serta komitmen Perseroan dalam memperkuat pertumbuhan jangka panjang.
RUPST juga memberikan pembebasan dan pelunasan tanggung jawab sepenuhnya kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan selama tahun buku 2025, sebagaimana tercermin dalam laporan tahunan dan laporan keuangan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan (PwC).
Kinerja 2025: Resilien di Tengah Tantangan Industri
Sepanjang tahun 2025, PT Vale menunjukkan ketahanan operasional yang solid dengan berhasil membukukan peningkatan laba bersih sebesar 32% menjadi AS$76 juta, didukung oleh pertumbuhan pendapatan sebesar 4% menjadi AS$990 juta, EBITDA sebesar AS$228 juta, dan unit cash cost of sales nikel matte yang relatif terjaga.

Peningkatan profitabilitas ini didukung oleh:
- Perbaikan kualitas margin melalui peningkatan payability dan pricing premium
- Diversifikasi sumber pendapatan, termasuk mulai komersialisasi penjualan bijih saprolite
- Disiplin pengendalian biaya melalui optimalisasi capital expenditure
Perseroan juga berhasil mempertahankan posisi biaya kompetitif, dengan unit cash cost (UCC) nickel matte sebesar US$9.339/ton, terendah dalam empat tahun terakhir.
Dari sisi operasional, produksi nikel dalam matte mencapai 72.027 ton, naik 1% dibanding tahun sebelumnya, mencerminkan stabilitas operasi inti Perseroan. Selain itu, total penjualan nikel matte mencapai 73.093 ton, sementara penjualan bijih saprolite mencapai lebih dari 2,3 juta wet metric ton (wmt) sebagai kontribusi awal dari lini bisnis baru.
Kemajuan Proyek Strategis dan Diversifikasi Bisnis
Selama 2025, Perseroan terus mempercepat pengembangan proyek strategis sebagai bagian dari transformasi menuju platform bisnis yang lebih terdiversifikasi, di antaranya:
- Progres proyek HPAL melalui kemitraan dengan GEM dan EcoPro
- Pengembangan proyek pertambangan Bahodopi dan Pomalaa
- Dimulainya produksi tambang baru Bahodopi dengan output sekitar 2 juta WMT
Perseroan juga berhasil mendapatkan persetujuan RKAB 2025, yang menjadi landasan bagi dimulainya operasi tambang baru serta penguatan pipeline pertumbuhan ke depan.
Di tengah berbagai tantangan operasional, termasuk insiden teknis dan pekerjaan rebuild fasilitas smelter, Perseroan tetap mampu menjaga kesinambungan operasi dengan standar keselamatan yang tinggi.
Kebijakan Dividen: Seimbang antara Return dan Pertumbuhan
Sebagai bentuk apresiasi atas kinerja tersebut, para pemegang saham menyetujui total dividen tunai sebesar AS$45.638.211, mewakili rasio pembayaran sebesar 60% dari laba bersih tahun buku 2025 yang akan didistribusikan kepada pemegang saham yang terdaftar pada tanggal pencatatan 12 Juni 2026, dengan tanggal pembayaran 26 Juni 2026. Sisa laba bersih akan dialokasikan sebagai laba ditahan untuk mendukung ekspansi dan pengembangan bisnis Perseroan.
Kinerja Keberlanjutan: Beyond Compliance
Sebagai bagian dari komitmen terhadap praktik pertambangan berkelanjutan, Perseroan mencatatkan peningkatan kinerja ESG yang signifikan, antara lain:
- Intensitas emisi GRK (ALL): 21,70 tCO₂e/ton Ni, jauh di bawah target 29,76
- Intensitas SO₂: 0,68, melampaui target 0,80
Upaya keberlanjutan ini mendapatkan pengakuan luas, termasuk:
- Asia ESG Positive Impact Award 2025 (Gold) untuk program konservasi biodiversitas
- Subroto Award 2025 dari Kementerian ESDM
- Penghargaan nasional dalam bidang CSR dan SDGs
Selain itu, rating risiko ESG Sustainalytics Perseroan membaik dari 27,5 menjadi 23,7 (Medium Risk), mencerminkan penguatan praktik tata kelola dan keberlanjutan.
Penguatan Tata Kelola dan Struktur Manajemen
Dari sisi tata kelola, RUPST menerima pengunduran diri Emily Olson sebagai Wakil Presiden Komisaris dan Christopher McCleave sebagai Komisaris, serta menyampaikan apresiasi atas kontribusi keduanya selama masa jabatan masing-masing.
Sebagai penggantinya, para pemegang saham menyetujui pengangkatan Kristina Gauthier sebagai Wakil Presiden Komisaris, Patricia Renee Pegues sebagai Komisaris, dan Adam MacMillan sebagai Komisaris. Perubahan komposisi pengurus ini mencerminkan komitmen PT Vale untuk memperkuat fondasi kepemimpinan yang adaptif, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan industri mineral kritis yang semakin dinamis, sekaligus memastikan kesinambungan transformasi dan pengembangan proyek-proyek strategis Perseroan.
Dengan pengangkatan ini, susunan lengkap Direksi dan Dewan Komisaris PT Vale adalah sebagai berikut:
Direksi:
- Presiden Direktur dan Chief Executive Officer: Bernardus Irmanto
- Wakil Presiden Direktur dan Chief Operation and Officer: Abu Ashar
- Direktur dan Chief Human Capital Officer: Heriyanto Agung Putra
- Direktur dan Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer: Budiawansyah
- Direktur dan Chief Financial Officer: Rizky Andhika Putra
- Direktur dan Chief Project Officer: Muhammad Asril
- Direktur dan Chief Strategy and Technical Officer: Slamet Sugiharto
Dewan Komisaris:
- Presiden Komisaris : F.S. Multhazar
- Wakil Presiden Komisaris : Kristina Gauthier
- Komisaris : Patricia Renee Pegues
- Komisaris : Adam MacMillan
- Komisaris : M. Jasman Panjaitan
- Komisaris : Katherina Anggela Oendun
- Komisaris : Shiro Imai
- Komisaris Independen : Rudiantara
- Komisaris Independen : Retno Marsudi
- Komisaris Independen : Marita Alisjahbana
PT Vale akan mematuhi seluruh ketentuan dan peraturan yang berlaku terkait perubahan susunan Dewan Komisaris.




























