Menu

Mode Gelap
Vale Indonesia – Siswa SMKN 9 Kolaka Tanam Pohon Peringati HLH Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Afsel Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Setelah Kalahkan Korsel Daftar Tim Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026 Pelatihan Vokasi dan Sertifikasi Operator Alat berat, Bukti Vale Komitmen Penguatan Daya Saing Warga Lokal Pertarungan Sengit Group A Piala Dunia 2026 : Siapa Yang Bakal Dampingi Meksiko

LUWU TIMUR

Warga Watangpanua Ini Siap Hibahkan Tanahnya Untuk Pembangunan Sekolah

badge-check


					Warga Watangpanua Ini Siap Hibahkan Tanahnya Untuk Pembangunan Sekolah Perbesar

LUWU TIMUR,Timuronline – H. Ambo Lappi bersedia menghibahkan lokasinya seluas 1 Hektar untuk pembangunan Sekolah dasar (SD). Hal itu diungkapkannya di hadapan Anggota DPRD Luwu Timur, Najamuddin saat menghadiri Reses Perseorangan, Selasa (26/07/2022)

Pria yang merupakan warga Desa Watangpanua, Kecamatan Angkona ini mengaku ikhlas jika saja pemerintah ingin membangun sekolah sesuai harapan masyarakat.

” Pak dewan, di Desa Watangpanua ini belum ada sekolah SD-nya. Anak-anak kami yang bersekolah terpaksa sekolah di desa tetangga seperti Desa Tampinna, Maliwowo dan Desa lamaeto. Kami berharap, pemerintah mendengar aspirasi kami,” harap salah seorang warga yang hadir dalam Reses tersebut.

Mendengar harapan tersebut, H.Ambo Lappi lantas mengangkat tangannya sembari mengungkapkan kesiapannya menghibahkan tanah miliknya.

Baca Juga :

” Saya siap hibahkan tanah saya 1 Hektar,” ujarnya disambut tepuk tangan seluruh warga yang hadir.

Hanya saja, menurut Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Luwu Timur, Darmawan yang juga hadir dalam reses tersebut mengungkapkan pembangunan sekolah baru butuh setidaknya minimal 1,5 hektar lokasi.

” kalau lahannya itu, 1,5 hektar sampai 2 hektar, itu idealnya,” paparnya

Juga sambungnya, pembangunan sekolah baru butuh proses yang panjang dan tentunya anggaran yang cukup.

” Sebelum itu, kita harus kroscek dulu, apakah nantinya pembangunan sekolah ini tidak berpengaruh pada sekolah lainnya yang ada di wilayah tersebut. Di dekat sini ada sekolah madrasah di Desa Tampinna, kemudian ada juga SD di Desa Maliwowo dan Desa Lamaeto. Dalam artian, jika sekolah-sekolah itu juga bergantung pada anak-anak kita, maka ini tentu menjadi bahan evaluasi. Jangan sampai kita dirikan sekolah baru, sekolah yang lain justru berkurang anak muridnya. Ini yang tidak kita inginkan bersama,” ungkapnya.

Sementara Najamuddin mengatakan, pembangunan sekolah juga sangat penting untuk menunjang mutu pendidikan di Desa Watangpanua.

” Jadi harapan masyarakat tetap kita akan perjuangkan. Ini perlu kita bicarakan dan kita rencanakan dengan sebaik-baiknya, agar nantinya pembangunan sekolah baru di desa ini tidak sia-sia,” pungkas Naja. (*)

Baca Lainnya

Harap-Harap Cemas Masyarakat Luwu Timur Menanti Perkembangan Kasus Seragam dan Ambulans di Kejari Lutim

22 Juni 2026 - 12:12 WITA

FOTO : Musancab DPC PDIP Luwu Timur Berlangsung Damai

22 Juni 2026 - 11:31 WITA

Polda Kalah Gercep, Kejari Lutim Masuk Tahap Penyidikan Kasus Ambulans Desa

20 Juni 2026 - 11:21 WITA

Update Kasus Penangkapan BBM di Malili, Polisi Akan Minta Keterangan Saksi Ahli

18 Juni 2026 - 15:54 WITA

Ini Daftar Temuan BPK RI Sulsel di Kabupaten Luwu Timur

18 Juni 2026 - 12:46 WITA

Temuan BPK, Enam Mahasiswa di Lutim Tak Layak Terima Beasiswa

18 Juni 2026 - 11:46 WITA

Saling Bantah Antara Pemkab Lutim, Pemdes Tarengge Timur dan Anak Guru Ngaji

18 Juni 2026 - 11:20 WITA

Trending LUWU TIMUR