Menu

Mode Gelap
Vale Teguhkan Komitmen Keberlanjutan di Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024 Vale Indonesia Gelar RUPST, Wakil Presiden Direktur Berganti Bupati Budiman Serahkan Bantuan Pupuk dan Kendaraan Dinas DPRD Lutim Terima 1 Buah ranperda Tahap II Tahun 2024 Bupati Luwu Timur Serahkan Bantuan Alsintan Tahun 2024 Bupati Luwu Timur Buka Turnamen Sepakbola Nickel Cup VIII

Vale Indonesia · 11 Sep 2023 10:40 WITA · Waktu Baca

Vale Kampanyekan Komitmen Keberlanjutan dalam Mendukung Industri Nikel di ISF 2023


					Vale Kampanyekan Komitmen Keberlanjutan dalam Mendukung Industri Nikel di ISF 2023 Perbesar

JAKARTA,Timuronline – Bagi PT Vale Indonesia (PT Vale) sustainability atau keberlanjutan bukan hanya sebagai program atau inisiatif, melainkan sudah menjadi bagian penting dari perusahaan. Karena itu, apa yang dilakukan oleh perusahaan baik dalam bentuk kebijakan maupun program, aspek keberlanjutan serta dampaknya selalu menjadi pertimbangan.

“Sustainaibility telah menjadi bagian dari nilai-nilai perusahaan, tujuan dan perilaku,”hal tersebut diungkapkan CEO PT Vale Febriany Eddy saat tampil menjadi pembicara dalam ajang forum internasional keberlanjutan Indonesia Sustainability Forum (ISF) 2023 bertajuk “Sustainable Mining of Critical Minerals to Bolster Decarbonization”, di Park Hyaat, Kamis (7/9/2023). ISF berlangsung selama dua hari, yakni 7-8 September 2023.

Febriany mengatakan, terdapat tiga isu penting yaitu deforestrasi, emisi karbon, dan keaneragaman hayati atau biodiversity.

Tiga isu penting tersebut menjadi tantangan bagi PT Vale, terlebih karena area operasionalnya berada di wilayah yang kaya keaneragaman hayati, serta berada di lintasan garis Wallacea. Terlebih, dari wilayah konsensi pertambangan seluas 118 ribu hektar, hanya 48% yang bisa ditambang. Dan dari 48% area yang bisa di tambang, 90% merupakan hutan lindung.

“Jadi, bisa dibayangkan tantangan yang kami hadapi, bekerja di wilayah kerja yang 90% merupakan hutan lindung dan sangat kaya akan keanekaragaman hayati,” tutur kata Febriany.

Dengan kondisi seperti itu, PT Vale telah melakukan beberapa inisiatif strategis seperti aktif melakukan reklamasi lahan bekas tambang secara progresif. Targetnya, 70% lahan akan direklamasi hingga tahun 2025.

Dalam hal ini, kata Febriany, PT Vale mengedepankan perencanaan terpadu pertambangan, mulai membuka tambang sampai menutup tambang di waktu yang sama. Jika berkesempatan ke lokasi penambangan Vale, bisa dilihat penambangan dan reklamasi berjalan beriringan tanpa menunggu area pertambang tutup.
Febriany juga menyampaikan beberapa komitmen nyata PT Vale Indonesia mengawal biodiversity seperti inventarisasi seluruh keanekaragaman hayati sebelum eksplorasi, serta program peningkatan kualitas di dekat area pertambangan seperti di Danau Matano.

Tidak hanya soal lingkungan, Febriany juga menyampaikan komitmen PT Vale dalam aspek sosial. Menurutnya, aspek sosial merupakan sebuah peluang, bukan tantangan. Hal ini dikarenakan banyak area pertambangan berada di wilayah terpencil dengan infrastruktur yang terbatas.

Febriany menuturkan, perusahaan pertambangan bisa berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur, mempromosikan lapangan kerja lokal, kontraktor lokal, dan juga pengembangan masyarakat.

PT Vale telah berkomitmen menyerap tenaga kerja lokal sebagai bentuk nilai tambah keberadaan perusahaan untuk masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Saat ini kami sudah memperkerjakan 99,9% orang Indonesia, 80% lahir di Sulawesi, dan 44% lahir di Luwu Timur, kabupaten tempat PT Vale beroperasi. Ini menjadi bukti komitmen kami untuk mengembangkan talenta lokal,” tutur Febriany.

Selain itu, pelibatan kontraktor juga menjadi perhatian dimana sebanyak 90% aktivitas PT Vale didukung oleh kontraktor nasional dan lokal. Dari sisi pengembangan masyarakat, Febriany menjelaskan, pengembangan masyarakat tidak bisa dilihat sebagai donasi atau program amal. Tapi memiliki serangkaian ilmu pengetahuan dibaliknya. Untuk pengembangan masyarakat, PT Vale melaksanakan program-program pengembangan masyarakat dengan mengedepankan kemitraan tiga pilar yakni, pemerintah, masyarakat, dan perusahaan.

“Saya juga menggunakan kesempatan ini untuk mendorong lebih banyak perempuan untuk bergabung dengan industri pertambangan. Penting bagi kita untuk memiliki lebih banyak keragaman dan membangun inklusivitas dalam industri kita,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut, saat menyampaikan pidato pembukaan dalam ISF membahas mengenai krisis iklim.

Luhut menyatakan bahwa krisis iklim menjadi masalah utama dunia. Menko Luhut mencatat, bahwa pada Juli 2023 terjadi suhu rata-rata global tertinggi dalam sejarah. Di mana mencapai 1,5 derajat celcius atau lebih panas dibandingkan rata-rata pada masa pra industri. Luhut menambahkan, bahwa memang secara global, banyak hal yang sudah dilakukan di atas kertas. Hanya saja, kolaborasi internasional yang konkrit dan cepat sangat dibutuhkan. “Itulah sebabnya kita berada dalam forum ini.” terang Luhut.

Pada ajang ISF, Vale Base Metals turut menghadirkan booth pameran dengan memberikan informasi terkait komitmen keberlanjutan. Tak hanya itu, PT Vale Indonesia Tbk sebagai bagian dari Vale Base Metals juga menghadirkan informasi inisitatif keberlanjutan yang dapat disaksikan melalui video dan penjelasan dari tim Communications PT Vale.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Vale Teguhkan Komitmen Keberlanjutan di Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024

11 Juni 2024 - 23:25 WITA

Vale Indonesia

Vale Indonesia Gelar RUPST, Wakil Presiden Direktur Berganti

11 Juni 2024 - 23:19 WITA

Vale Indonesia

Vale Indonesia Dukung Pelestarian Budaya Lokal Melalui Roadshow Kebudayaan 2024

4 Juni 2024 - 18:58 WITA

Vale Indonesia

Program Pendidikan Kesetaraan PT Vale IGP Morowali Tiba di Tahap Ujian Akhir

29 Mei 2024 - 08:47 WITA

Vale Indonesia

Pelatihan Kurikulum PT Vale: Kolaborasi untuk Pendidikan Berkualitas di Loeha Raya

24 Mei 2024 - 18:49 WITA

Vale Indonesia
Trending di LUWU TIMUR