LUWU TIMUR,Timuronline – Satu per satu janji politik Bupati dan Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam – Hj. Puspawati (Ibas-Puspa) kini mulai ditagih oleh masyarakat.
Salah satu yang menjadi perhatian publik saat ini adalah Program Bantuan Lansia sebesar 1 Juta/Bulan. Meskipun program ini saat ini tengah berjalan, namun tetap melahirkan polemik dan tanda tanya besar. Bantuan ini dianggap tak merata. Dari data yang ada, jumlah penerima bantuan justru jauh lebih sedikit jumlahnya dibanding lansia yang menerima bantuan.
Salah satu contohnya yang terjadi di Desa Lampenai Kecamatan Wotu. Dari data yang didapatkan, total lansia yang ada di desa tersebut sebanyak 576 orang, sementara yang menerima hanya 45 orang atau hanya 7 persen. Jumlah tersebut sesuai Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai pengganti Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Lebih parahnya lagi, tersiar kabar bahwa ada 3 lansia yang awalnya terdata di penerima bantuan, tiba-tiba namanya hilang.
Tiga lansia tersebut atas nama Pasila alias Pong Agu ( 70 Tahun), Ludia (70 Tahun) dan Udding. Mereka diganti oleh penerima lainnya yang usianya masih lebih muda dibanding mereka.
” Awalnya saya senang mau terima bantuan, saya bahkan dijemput untuk menerima bantuan tersebut, namun sesampainya disini (Kantor Camat Wotu), namaku justru hilang,” Ujar Pasila dengan nada kesal
” Kalau janji tak ditepati, kini kita hanya berharap dari sang pencipta,” Ujar lansia lainnya
Seperti diketahui, pasangan Ibas – Puspa saat kampanye dulu menjanjikan akan memberikan bantuan kepada warga Lanjut Usia (Lansia) sebesar 1 juta/perbulan. Bahkan dalam beberapa kesempatan dalam kampanyenya, Ibas menyampaikan bahwa seluruh lansia di Luwu Timur akan mendapatkan bantuan bahkan jika ada lansia pasangan suami istri pun akan dapat.
Data yang ada, kurang lebih sebanyak 27 ribu lansia di Luwu Timur, namun faktanya hanya 3 ribu lansia yang dapat bantuan.
Rasa keadilan kini diharapkan warga lansia di Luwu Timur. Janji politik yang dulu menjadi senjata ampuh, kini hanya sepuh. Harapan si renta hanya pada sang pencipta. (*)
























