Menu

Mode Gelap
Polda Kalah Gercep, Kejari Lutim Masuk Tahap Penyidikan Kasus Ambulans Desa CLM Tuntaskan Pelatihan Sembilan Orang Security Update Kasus Penangkapan BBM di Malili, Polisi Akan Minta Keterangan Saksi Ahli Ini Daftar Temuan BPK RI Sulsel di Kabupaten Luwu Timur Temuan BPK, Enam Mahasiswa di Lutim Tak Layak Terima Beasiswa Saling Bantah Antara Pemkab Lutim, Pemdes Tarengge Timur dan Anak Guru Ngaji

LUWU TIMUR

Rumah Jurnalis Senior di Puncak Poros Toraja-Palopo Kena Longsor, Belum Ada Perhatian Pemerintah

badge-check


					Rumah Jurnalis Senior di Puncak Poros Toraja-Palopo Kena Longsor, Belum Ada Perhatian Pemerintah Perbesar

Laporan : Erlin

Editor     : Rd

 

PALOPO, Timuronline  – Hujan yang terus mengguyur Palopo dan Toraja belakangan ini, membuat bencana longsor terjadi dimana-mana. Seperti longsor yang terjadi di kawasan Puncak, Poros Palopo-Toraja, tepatnya di Warung Tangnga. Awak media ini yang melintas diporos yang menghubungkan dua daerah otonom, Kota Palopo dan Kabupaten Toraja Utara, Sabtu, (18/04/2020) tersebut melihat kerumunan warga.

Mereka sedang bergotong-royong membongkar puing-puing bangunan rumah warga yang hancur akibat longsor yang terjadi baru-baru ini. Bangunan rumah dan warung warga yang lain turut hancur. Beberapa dari pemiliknya telah menyingkir dan pindah sementara ke rumah keluarganya.

Diantara rumah warga, menurut informasi yang didapat,  terdapat rumah seorang jurnalis senior, Tommy Tiranda. Awak media melihat dan menyaksikan kondisi tanah di Warung Tangnga tampak labil dan berpotensi terjadi longsor susulan. Betapa tidak, di bawah jalan poros ditemukan sebuah lobang. Di dalamnya tampak berongga dan dipenuhi air.

Kondisi ini diduga yang mendorong pergerakan tanah dari ketinggian ke bawah hingga terjadi longsor. Warga yang ditemui di lokasi, Pong Annes, meminta Pemkot Palopo untuk segera turun tangan melalui kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Tommy Tiranda yang dihubungi via telepon genggam mengatakan, telah mengetahui kejadian longsor tersebut.

” Iya saya sudah tahu setelah mendapat info. Itu rumahnya orang tua saya karena kebetulan di lokasi puncak ada kebun cengkeh. Jadi kalau tiba panen keluarga datang. Rumah itu ditunggui keluarga,” tuturnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada perhatian khusus dari pemerintah. Pihak BPBD sudah meninjau tapi sampai saat ini blm ada langkah serius dari pemerintah kota palaopo. (Red)

Baca Lainnya

Polda Kalah Gercep, Kejari Lutim Masuk Tahap Penyidikan Kasus Ambulans Desa

20 Juni 2026 - 11:21 WITA

Update Kasus Penangkapan BBM di Malili, Polisi Akan Minta Keterangan Saksi Ahli

18 Juni 2026 - 15:54 WITA

Ini Daftar Temuan BPK RI Sulsel di Kabupaten Luwu Timur

18 Juni 2026 - 12:46 WITA

Temuan BPK, Enam Mahasiswa di Lutim Tak Layak Terima Beasiswa

18 Juni 2026 - 11:46 WITA

Saling Bantah Antara Pemkab Lutim, Pemdes Tarengge Timur dan Anak Guru Ngaji

18 Juni 2026 - 11:20 WITA

Dua Guru Ngaji di Lutim Tak Lagi Terima Insentif, Namanya Tiba-tiba Menghilang

17 Juni 2026 - 11:54 WITA

Viral, Warga Tahan Mobil Pick Up Angkut Solar Ilegal, Polisi : Kita Sudah Amankan

15 Juni 2026 - 10:53 WITA

Trending KRIMINAL