Menu

Mode Gelap
Warga Asli Sorowako Pertanyakaan Beberapa Objek Lahan Dijadikan Aset Desa Terungkap…! Tambang PT. Vale di BB1 Seba-Seba Sesuai Izin IPPKH. Begini Tanggapan PT. Vale 49 Anggota Polres Luwu Timur Naik Pangkat, Ini Daftarnya Sikapi Maraknya Lakalantas, Satlantas Polres Lutim Lakukan Pengecekan Kelaikan Angkutan dan Sopir Komitmen Bersama Tingkatkan Ketangguhan Daerah: PT Vale dan Pemkab Luwu Timur Teken Nota Kesepahaman Mitigasi Bencana Ketahanan Pangan Berkelanjutan Melalui Pemberian Pupuk: Strategi PT Vale Tingkat Produktivitas Pertanian dan Kesejahteraan Petani Huko-Huko

LUWU TIMUR

RDP di DPRD Lutim, Kadis Pendidikan Ingin Tutup Salah Satu SD, Rully : Saya Tidak Setuju

badge-check


					RDP di DPRD Lutim, Kadis Pendidikan Ingin Tutup Salah Satu SD, Rully : Saya Tidak Setuju Perbesar

Laporan : Rd

LUWU TIMUR,Timuronline – Komisi 1 DPRD Luwu Timur gelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) mengundang Dinas Pendidikan, Dewan Pendidikan, BKPSDM, dan Camat Mangkutana di Kantor DPRD Luwu Timur. Jumat (25/10/2019) kemarin. RDP membahas pendirian Unit Sekolah Baru (USB) oleh Dinas Pendidikan. Salah satunya pendirian USB yakni Pendirian SMPN 2 Tomoni memicu tanya Anggota Komisi 1.

Pasalnya pendiriannya tersebut dengan menutup SDN 187 Sumber Agung di Desa Lestari. Kepala Dinas Pendidikan, La Besse mengatakan SDN 187 Sumber Agung mengalami penurunan murid dari tahun ke tahun yang kebetulan masuk wilayah kecamatan Tomoni.

“ Penutupan SDN Sumber Agung mulai tahun ajaran 2019/2020 ini, setelah melalui proses pertimbangan yang berujung kesepakatan,” kata La Besse.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi 1, Rully Heryawan mengatakan pada dasarnya menyetujui pendirian SMPN 2 Tomoni dengan alasan mengurai kepadatan murid yang ada di SMPN 1 Tomoni. Namun pendirian sekolah dengan menutup SDN 187 Sumber Agung, Rully mengatakan tidak sependapat.

Menurutnya dengan adanya penutupan yang terjadi akan timbul masalah baru yakni masyarakat yang ada di dalam desa lestari tidak memiliki SD sehingga mereka diharuskan ke Mulyasri dan Bangun Jaya yang jauh.

“Kami tidak ingin timbul masalah baru, jangan sampai menghilangkan minat anak-anak untuk bersekolah,” kata Rully.

Sebagai solusinya, Rully yang juga Ketua Fraksi Hanura ini mengatakan hendaknya Dinas Pendidikan mencari lahan di Tomoni untuk didirikan SMPN 2 Tomoni.

“Tidak ada masalah kita bangun sekolah, kita ganti rugi lahan jika perlu,” kata Rully.

Untuk diketahui, Dinas Pendidikan berencana mendirikan USB di 4 kecamatan berbeda, antara lain SMPN 3 Wasuponda, SMPN 2 Kalaena, SMPN 2 Tomoni, dan SMPN 2 Mangkutana. Alasan pendiriannya SMPN 2 Tomoni dan SMPN 2 Mangkutana, kata La Besse adalah untuk mengurai kepadatan yang ada di SMPN 1 Tomoni dan SMPN 1 Mangkutana.

Kedua sekolah ini menurutnya telah mencapai 1.000 murid, dan untuk menambah bangunan sudah tidak memungkinkan lagi.

“Kedua sekolah itu (SMPN 1 Tomoni dan SMPN 1 Mangkutana) memiliki lokasi yang terbatas,” kata La Besse.

Tujuan kedua adalah mendekatkan pelayanan seperti di SMPN2 Kalaena dan SMPN 3 Wasuponda. (tom)

Lainnya

Warga Asli Sorowako Pertanyakaan Beberapa Objek Lahan Dijadikan Aset Desa

9 Januari 2026 - 16:48 WITA

49 Anggota Polres Luwu Timur Naik Pangkat, Ini Daftarnya

31 Desember 2025 - 10:57 WITA

Sikapi Maraknya Lakalantas, Satlantas Polres Lutim Lakukan Pengecekan Kelaikan Angkutan dan Sopir

30 Desember 2025 - 20:31 WITA

Jaga Komitmen Peningkatan Sektor Pendidikan, PT. CLM Berikan Bantuan Uang Tunai untuk Pembangunan TK Cinta Damai

23 Desember 2025 - 22:34 WITA

Groundbreaking Pembangunan MBR dimulai, Abu Ashar : Semoga Dapat Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Luwu Timur

23 Desember 2025 - 17:28 WITA

Trending LUWU TIMUR