LUWU TIMUR,Timuronline – Entah apa penyebabnya, salah satu program Bupati Luwu Timur di bidang pendidikan yakni perlengkapan atau seragam peserta didik hingga saat ini belum dirasakan manfaatnya.
Program yang menyasar jenjang PAUD atau TK, SD hingga SMP ini merupakan salah satu program yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat terkhusus para orang tua yang kesulitan membelikan perlengkapan sekolah untuk anak mereka.
Namun apalah daya, hingga Februari 2026 ini, program tersebut belum jua menampakkan diri. Mestinya program tersebut sudah bisa dirasakan manfaatnya sejak tahun 2025 lalu.

Ada Apa ? ini menjadi tanda tanya para orang tua. Mereka meyakini ada yang salah dalam penerapan program ini.
” Kalau saya sih, harusnya dana untuk pembelian perlengkapan sekolah itu diberikan saja langsung kepada siswa melalui orang tua siswa. Biar kami yang beli langsung bukan melalui pihak ketiga lagi. Kan kami yang tau kondisi barang yang anak-anak kami inginkan. Mulai dari ukuran dan sebagainya,” Ujar salah satu orang tua siswa yang meminta namanya tidak dipublish.
Menurutnya, ketidakjelasan program ini, dapat berakibat fatal bagi orang tua dan siswa itu sendiri
” Coba kita fikirkan, andaikan ada orang tua yang hanya berharap dari program ini karena tak mampu membelikan baju untuk anak-anak mereka karena keterbatasan ekonomi, apa yang bakal terjadi. Bisa saja mereka tidak bersekolah,” Katanya
Diketahui, program tersebut menyasar sebanyak 16.737 siswa. Adapun rincian jumlah murid/ siswa di Luwu Timur untuk tiga jenjang masing-masing PAUD 5.502 orang, SD 5.835 orang dan jenjang SMP sebanyak 5.400 orang.
Program ini menelan anggaran APBD 2025 sebesar Rp. 8,7 Miliar. Untuk PAUD anggaran sebesar Rp 400 ribu/siswa, Rp 560 ribu untuk SD dan Rp 600 ribu untuk siswa SMP
Adapun rincian perlengkapan tersebut antara lain celana/rok, baju, sepatu, topi dan tas sekolah.
Menyikapi hal tersebut, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdikbud Luwu Timur, Agus Saman mengungkapkan bahwa pengadaan seragam terlambat akibat sepatu dan tas.
” Menuggu kelengkapan Sepatu dan Tas sekolahnya, direncanakan sebelum libur Ramadhan dan paling lambat setelah siswa masuk kembali setelah libur,” Ungkapnya (*)





















