Menu

Mode Gelap
Polda Kalah Gercep, Kejari Lutim Masuk Tahap Penyidikan Kasus Ambulans Desa CLM Tuntaskan Pelatihan Sembilan Orang Security Update Kasus Penangkapan BBM di Malili, Polisi Akan Minta Keterangan Saksi Ahli Ini Daftar Temuan BPK RI Sulsel di Kabupaten Luwu Timur Temuan BPK, Enam Mahasiswa di Lutim Tak Layak Terima Beasiswa Saling Bantah Antara Pemkab Lutim, Pemdes Tarengge Timur dan Anak Guru Ngaji

LUWU TIMUR

Program Lima Kali Panen Dalam Dua Tahun di Lutim, Mampukah ?

badge-check


					Program Lima Kali Panen Dalam Dua Tahun di Lutim, Mampukah ? Perbesar

Laporan : Rd / Ikp

Editor     : Rd

LUWU TIMUR,Timuronline – Untuk meningkatkan produksi pertanian terutama komoditas padi, tahun ini Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Pertanian merancang program panen 5 (lima) kali dalam dua tahun. Untuk itulah Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thoriq Husler meminta petani mendukung rencana program tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Bupati saat melakukan pertemuan dengan para Kelompok Tani penerima program bantuan jalan usaha tani yang berlangsung di Balai Pertemuan Penyuluh (BPP) Kecamatan Tomoni Timur di Desa Cendana Hitam, Selasa (09/06/2020).

Menurut Bupati, selama ini panen yang dilakukan petani hanya 4 (empat) kali dalam dua tahun padahal dengan potensi lahan yang tersedia seharusnya panen bisa mencapai 5 kali dalam dua tahun. Namun untuk mencapai panen itu tentu harus didukung sarana dan prasarana pertanian yang memadai.

” Saya harapkan petani bisa mendukung program ini. Tentu dengan dahului perbaikan sarana dan prasarana seperti saluran irigasinya, alsintan, bibit hingga pupuknya sehingga program ini bisa optimal,” tambahnya.

Lanjut Husler, sektor pertanian memang sangat diandalkan sebagai sektor primer yang menjadi harapan masa depan pembangunan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan ditambah lagi dukungan sektor pariwisata.

Dalam sekali panen, kata Husler, jumlah uang yang beredar ditingkat petani mencapai Rp. 1,3 triliun. Bayangkan jumlah uang yang beredar dikalangan petani jika bisa mencapai 5 kali panen dalam dua tahun. Tentu ini mempercepat kesejahteraan petani.

“Memang diakui sektor tambang cukup menunjang saat ini, namun sektor ini cepat atau lambat tentu akan habis. Makanya kita harus mengoptimalkan sektor yang berkelanjutan,” jelasnya.

Dalam pertemuan itu, Husler didampingi Plt. Kadis Pertanian, Amrullah menyerahkan bantuan padat karya berupa jalan usaha tani kepada enam kelompok tani masing-masing Kelompok Tani Sari Nadi dan Catur Laba 1 di Kecamatan Wotu.

Kemudian kelompok tani Seri Nadi 3, Sri Rejeki dan Kusuma Sari 1 di Kecamatan Tomoni Timur serta satu kelompok tani di Kecamatan Kalaena yakni Sumber Tani 2. Bantuan itu bersumber dari APBN dengan total bantuan senilai kurang lebih Rp. 1 Miliar sesuai proposal dari kelompok tani. (hms/ikp/kominfo)

Baca Lainnya

Polda Kalah Gercep, Kejari Lutim Masuk Tahap Penyidikan Kasus Ambulans Desa

20 Juni 2026 - 11:21 WITA

Update Kasus Penangkapan BBM di Malili, Polisi Akan Minta Keterangan Saksi Ahli

18 Juni 2026 - 15:54 WITA

Ini Daftar Temuan BPK RI Sulsel di Kabupaten Luwu Timur

18 Juni 2026 - 12:46 WITA

Temuan BPK, Enam Mahasiswa di Lutim Tak Layak Terima Beasiswa

18 Juni 2026 - 11:46 WITA

Saling Bantah Antara Pemkab Lutim, Pemdes Tarengge Timur dan Anak Guru Ngaji

18 Juni 2026 - 11:20 WITA

Dua Guru Ngaji di Lutim Tak Lagi Terima Insentif, Namanya Tiba-tiba Menghilang

17 Juni 2026 - 11:54 WITA

Viral, Warga Tahan Mobil Pick Up Angkut Solar Ilegal, Polisi : Kita Sudah Amankan

15 Juni 2026 - 10:53 WITA

Trending KRIMINAL