Menu

Mode Gelap
Pelatihan Vokasi dan Sertifikasi Operator Alat berat, Bukti Vale Komitmen Penguatan Daya Saing Warga Lokal Pertarungan Sengit Group A Piala Dunia 2026 : Siapa Yang Bakal Dampingi Meksiko Menang Tipis Atas Kongo, Kolombia Pastikan Satu Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026 Bagan Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Daftar Pemain Berusia 40 Tahun Up di Piala Dunia 2026, Ronaldo Urutan Kedua Harap-Harap Cemas Masyarakat Luwu Timur Menanti Perkembangan Kasus Seragam dan Ambulans di Kejari Lutim

LUWU TIMUR

Program Ambulance Desa Tidak Ada Kejelasan, Rekanan Diduga Bawa Kabur Anggaran Miliaran

badge-check


					gambar ilustrasi Perbesar

gambar ilustrasi

LUWU TIMUR,Timuronline – Pengadaan Ambulance Desa di wilayah pemberdayaan PT. Vale Indonesia disorot warga. Berbagai sumber menyebutkan, ada 24 desa di 4 kecamatan wilayah pemberdayaan mengadakan mobil ambulance menggunakan anggaran Corporate Social Responsibility (CSR) dengan anggaran total sekitar Rp. 6,8 Miliar, sementara harga per unit ambulance Rp. 285 Juta.

Program tersebut diserahkan ke pihak ketiga dalam hal ini kontraktor bernama PT. MSU yang diduga milik ES.

Informasi yang berhasil dihimpun wartawan menyebutkan, pihak kontraktor telah menerima uang pengadaan tersebut sejak bulan Januari 2026. Sesuai kontrak, unit ambulance sudah ada paling lambat bulan April lalu. Namun hingga kini, ambulance desa ini belum menampakkan wujudnya.

Hal ini diperparah dengan “menghilangnya” ES. Kontaknya tak bisa dihubungi. Orang-orang dekatnya pun tak tahu menahu keberadaannya

” Tidak pernah aktif nomornya. Sudah lumayan lama. Kami juga hubungi terus, tapi tidak pernah terhubung,” kata salah seorang rekan ES yang minta namanya tidak disebutkan seperti dikutip dari laman kolomdata.id

Informasi yang juga berhasil dihimpun dari salah seorang kepala desa di Kecajatan Malili mengungkapkan kalau dirinya pun telah lama menunggu ambulance tersebut namun tak jua ada.

” Dananya sudah lama diambil oleh pihak rekanan. Kalau unitnya ditanya, kami pun masih nunggu kabar (belum terima unit),” katanya

” Kami memang dikumpul waktu itu (Januari). Kami sepakat. Kita pahami sajalah. Kita ini hanya kepala desa,” ujar kades lainnya yang juga minta namanya tidak disebutkan.

Berbagai spekulasi akhirnya muncul dipermukaan, ada yang mengatakan, anggaran CSR tersebut telah dibawa kabur. Adapula yang mengatakan, unitnya masih sementara dalam proses.

Diketahui, Setiap desa pemberdayaan PT Vale, mendapatkan dana CSR Rp 300 juta pertahun. Dana CSR ini diperuntukkan untuk membiayai program sosial, lingkungan, dan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan reputasi perusahaan. Fokus utamanya mencakup pendidikan, kesehatan, lingkungan (penghijauan), pemberdayaan UMKM, serta perbaikan infrastruktur umum.

Kita tunggu perkembangannya. (*)

Baca Lainnya

Harap-Harap Cemas Masyarakat Luwu Timur Menanti Perkembangan Kasus Seragam dan Ambulans di Kejari Lutim

22 Juni 2026 - 12:12 WITA

FOTO : Musancab DPC PDIP Luwu Timur Berlangsung Damai

22 Juni 2026 - 11:31 WITA

Polda Kalah Gercep, Kejari Lutim Masuk Tahap Penyidikan Kasus Ambulans Desa

20 Juni 2026 - 11:21 WITA

Update Kasus Penangkapan BBM di Malili, Polisi Akan Minta Keterangan Saksi Ahli

18 Juni 2026 - 15:54 WITA

Ini Daftar Temuan BPK RI Sulsel di Kabupaten Luwu Timur

18 Juni 2026 - 12:46 WITA

Temuan BPK, Enam Mahasiswa di Lutim Tak Layak Terima Beasiswa

18 Juni 2026 - 11:46 WITA

Saling Bantah Antara Pemkab Lutim, Pemdes Tarengge Timur dan Anak Guru Ngaji

18 Juni 2026 - 11:20 WITA

Trending LUWU TIMUR