Petugas Temukan 3900 Rokok Ilegal di Luwu Timur

oleh -26 views
Penertiban Rokok Ilegal

LUWU TIMUR,Timuronline – Guna memberantas peredaran Rokok Ilegal di Wilayah Kabupaten Luwu Timur, Satpol PP dan Damkar, bekerjasama dengan Bea Cukai, dan Bapelitbangda melakukan penertiban Toko di berbagai kecamatan.

Kabid Penegakan Perda, Haeruddin Kopa, saat di konfirmasi usai melaksanakan penertiban tersebut mengatakan.  Pihaknya bersama dengan Fajar Purnomo selaku Pejabat Fungsional Bea Cukai Malili dan perwakilan dari Bappelitbangda Lutim menyisir setiap toko, baik itu yang berskala besar maupun kecil.

Artikel Lainnya :  Ayo Tanam Pohon Untuk Anak Cucu

” Hari ini penertiban rokok ilegal kami lakukan di Kecamatan Burau, Wotu, Tomoni, Mangkutana dan Angkona. Dari hasil penelusuran, ditemukan adanya penjualan rokok ilegal sebanyak 3.900 batang dari berbagai macam merek, dimana rokok yang ditemukan tidak memiliki Pita Cukai dan diduga palsu,” ujar Haeruddin Kopa. Senin (09/08/2021).

Baca Juga :

Terkait 11 Surat Bupati, Ini Kesepakatan Pemda dan Vale Indonesia

Artikel Lainnya :  Pasutri Kecelakaan di Atue, Mobdin Kapolres Antar Korban ke RSUD I Lagaligo

Rokok ilegal yang ditemukan tersebut, kata dia, kemudian disita sebagai barang bukti. “Barang sitaan tersebut sudah diamankan di kantor Bea Cukai,” tambahnya.

Haeruddin Kopa juga mengungkapkan bahwa, kegiatan yang di lakukan hari ini merupakan lanjutan dari Penertiban yang dilakukan di Kecamatan Wasuponda dan Towuti pada Kamis (05/08/2021) lalu. Namun, sambungnya, di dua kecamatan tersebut, tim tidak menemukan satupun rokok ilegal atau palsu.

Artikel Lainnya :  Andi Rum Nyiwi Resmi Sandang Status Mincara Malili

” Sebelumnya kami juga sudah melakukan kegiatan yang sama di Kecamatan Wasuponda dan Towuti. Disana aman rokok ilegal atau palsu,” imbuhnya.

” Dalam kegiatan ini, selain melakukan penertiban, kita juga memberikan himbauan dan sosialisasi. Kita mengharapkan para pelaku usaha untuk tidak memperjualbelikan rokok ilegal karena sangat merugikan negara,” tandas Haeruddin Kopa. (ikp/kominfo)

Inline Related :