Menu

Mode Gelap
Pelatihan Vokasi dan Sertifikasi Operator Alat berat, Bukti Vale Komitmen Penguatan Daya Saing Warga Lokal Pertarungan Sengit Group A Piala Dunia 2026 : Siapa Yang Bakal Dampingi Meksiko Menang Tipis Atas Kongo, Kolombia Pastikan Satu Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026 Bagan Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Daftar Pemain Berusia 40 Tahun Up di Piala Dunia 2026, Ronaldo Urutan Kedua Harap-Harap Cemas Masyarakat Luwu Timur Menanti Perkembangan Kasus Seragam dan Ambulans di Kejari Lutim

LUWU TIMUR

Penggusuran Pemkab Lutim Tak Membuahkan Hasil, Petani Laoli Tetap Bertahan

badge-check


					Penggusuran Pemkab Lutim Tak Membuahkan Hasil, Petani Laoli Tetap Bertahan Perbesar

LUWU TIMUR,Timuronline – Ratusan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur (Lutim), Sabtu (14/02/2026) memasuki wilayah PSN di Desa Harapan Kecamatan Malili.

Kedatangan mereka untuk melakukan penggusuran terhadap para petani Laoli Desa Harapan yang telah mendiami dan berkebun di wilayah tersebut selama puluhan tahun. Rombongan dipimpin Sekda Luwu Timur, Ramadhan Pirade bersama Kepala Desa Harapan, Mustakim

Sayangnya, penggusuran ini tak berjalan sesuai harapan karena para petani melakukan perlawanan. Mereka tak menerima Pemkab seenaknya memasang plang atau papan bicara di areal tersebut. Alasannya, proses negosiasi mengetahui ganti rugi lahan antara Pemkab Lutim dan para petani hingga saat ini belum menemui titik temu.

Koordinator petani, Irwan kepada wartawan mengaku kecewa dengan perlakuan pemerintah Luwu Timur dengan para petani yang notabene adalah warga Luwu Timur juga.

” Selama proses negosiasi belum menemui titik temu, kami akan terus bertahan meskipun kami harus bertaruh nyawa. Disinilah kami hidup, disinilah kami mengais rejeki untuk anak-anak kami,” Tegas pria yang akrab disapa Iwan ini.

Menurutnya, pemerintah tidak boleh semen-mena bahkan hingga melakukan penggusuran terhadap para petani

” Kami bukan baru satu atau dua tahun berkebun di wilayah ini tapi sudah puluhan tahun ada disini. Tanaman yang kami tanam pun sudah beberapa kali panen dan sudah kami nikmati. Jadi kalau dikatakan, kami baru ada disini, itu sangat keliru,” Katanya lagi

Dalam penggusuran itu, sempat terjadi pembicaraan yang panas antara pemerintah dan para petani yang menolak pemasangan plang atau papan bicara. Beberapa personil kepolisian dari Polres Luwu Timur juga tampak berjaga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. (*)

 

Baca Lainnya

Harap-Harap Cemas Masyarakat Luwu Timur Menanti Perkembangan Kasus Seragam dan Ambulans di Kejari Lutim

22 Juni 2026 - 12:12 WITA

FOTO : Musancab DPC PDIP Luwu Timur Berlangsung Damai

22 Juni 2026 - 11:31 WITA

Polda Kalah Gercep, Kejari Lutim Masuk Tahap Penyidikan Kasus Ambulans Desa

20 Juni 2026 - 11:21 WITA

Update Kasus Penangkapan BBM di Malili, Polisi Akan Minta Keterangan Saksi Ahli

18 Juni 2026 - 15:54 WITA

Ini Daftar Temuan BPK RI Sulsel di Kabupaten Luwu Timur

18 Juni 2026 - 12:46 WITA

Temuan BPK, Enam Mahasiswa di Lutim Tak Layak Terima Beasiswa

18 Juni 2026 - 11:46 WITA

Saling Bantah Antara Pemkab Lutim, Pemdes Tarengge Timur dan Anak Guru Ngaji

18 Juni 2026 - 11:20 WITA

Trending LUWU TIMUR