Menu

Mode Gelap
Pelatihan Vokasi dan Sertifikasi Operator Alat berat, Bukti Vale Komitmen Penguatan Daya Saing Warga Lokal Pertarungan Sengit Group A Piala Dunia 2026 : Siapa Yang Bakal Dampingi Meksiko Menang Tipis Atas Kongo, Kolombia Pastikan Satu Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026 Bagan Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Daftar Pemain Berusia 40 Tahun Up di Piala Dunia 2026, Ronaldo Urutan Kedua Harap-Harap Cemas Masyarakat Luwu Timur Menanti Perkembangan Kasus Seragam dan Ambulans di Kejari Lutim

LUWU TIMUR

Pemkab Luwu Timur Ikuti Launching “Genting” Secara Virtual

badge-check


					Pemkab Luwu Timur Ikuti Launching “Genting” Secara Virtual Perbesar

LUWU TIMUR,Timuronline – Mendindaklanjuti surat Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, maka Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) mengikuti Launching Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) secara Virtual di Aula Diskominfo-SP, Kamis (05/12/2024).

Hadir pada kesempatan ini, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Aini Endis Anrika, Sekretaris DP2KB, I Dewa Putu Alit beserta jajaran, perwakilan Kepala OPD, Kementerian Agama Lutim, Camat Malili, Lurah, perwakilan Puskesmas Malili dan Desa Puncak Indah.

Sementara Menteri Sosial, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, perwakilan Kementrian Agama, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan keluarga, perwakilan Menteri Perdagangan, Tim Pendamping Keluarga, dan para PLKB hadir secara virtual.

Dalam sambutannya, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Dr. H. Wihaji menyampaikan bahwa, kementerian telah fokus sejak stunting menjadi salah satu isu penting, sehingga perlu disiapkan sumber daya manusia yang hebat, kuat dan berdaya saing.

“Data hari ini kita prevalensi stunting 21,5% yang artinya apabila ada 5 balita, maka 1 anak terkena stunting. Ini bukan problem yang biasa dan tidak bisa diselesaikan hanya 1 orang karena kementerian hadir untuk menyelesaikan masalah ini,” ungkapnya.

Wihaji mengungkapkan bahwa, gerakan orang tua asuh cegah stunting untuk satu juta anak Indonesia merupakan bagian dari keinginan kementerian yang memang tugasnya mencegah dan menggerakkan.

“Tentu saya sebagai pembantu presiden akan terus bersinergi dengan kementrian terkait dan saya berterima kasih yang selama ini menjalankan Perpres 72 Tahun 2001 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Maka dari itu, catatan yang nantinya kita akan perbaiki termasuk hari ini kita buat gerakan orang tua asuh cegah stunting bagian dari semangat kementerian dengan melibatkan stakeholder terkait,” uajrnya.

“Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada provinsi-provinsi lain yang hari ini ikut secara daring. Kurangi diskusi, lokakarya tetapi kita lakukan secara langsung,” tutupnya. (kominfo-sp)

 

Baca Lainnya

Harap-Harap Cemas Masyarakat Luwu Timur Menanti Perkembangan Kasus Seragam dan Ambulans di Kejari Lutim

22 Juni 2026 - 12:12 WITA

FOTO : Musancab DPC PDIP Luwu Timur Berlangsung Damai

22 Juni 2026 - 11:31 WITA

Polda Kalah Gercep, Kejari Lutim Masuk Tahap Penyidikan Kasus Ambulans Desa

20 Juni 2026 - 11:21 WITA

Update Kasus Penangkapan BBM di Malili, Polisi Akan Minta Keterangan Saksi Ahli

18 Juni 2026 - 15:54 WITA

Ini Daftar Temuan BPK RI Sulsel di Kabupaten Luwu Timur

18 Juni 2026 - 12:46 WITA

Temuan BPK, Enam Mahasiswa di Lutim Tak Layak Terima Beasiswa

18 Juni 2026 - 11:46 WITA

Saling Bantah Antara Pemkab Lutim, Pemdes Tarengge Timur dan Anak Guru Ngaji

18 Juni 2026 - 11:20 WITA

Trending LUWU TIMUR