Menu

Mode Gelap
Polda Kalah Gercep, Kejari Lutim Masuk Tahap Penyidikan Kasus Ambulans Desa CLM Tuntaskan Pelatihan Sembilan Orang Security Update Kasus Penangkapan BBM di Malili, Polisi Akan Minta Keterangan Saksi Ahli Ini Daftar Temuan BPK RI Sulsel di Kabupaten Luwu Timur Temuan BPK, Enam Mahasiswa di Lutim Tak Layak Terima Beasiswa Saling Bantah Antara Pemkab Lutim, Pemdes Tarengge Timur dan Anak Guru Ngaji

LUWU TIMUR

Ngaben Wujud Gotong Royong Umat Hindu

badge-check


					Ngaben Wujud Gotong Royong Umat Hindu Perbesar

Laporan : Rd

LUWU TIMUR,Timuronline –  Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thorig Husler menghadiri persiapan upacara Pitra Yadnya yang dilaksanakan di Banjar Merta Sari Desa Solo Kecamatan Angkona, Selasa (10/09/19). Upacara Pitra Yadnya atau yang biasa disebut ngaben massal merupakan sarana untuk proses kremasi jenazah atau untuk pembakaran jenazah oleh warga umat Sedarme untuk anggota keluarga yang sudah meninggal.

Diacara tersebut, terlihat Bupati Luwu Timur menyaksikan pelepasan menara Bade, Bade adalah tempat dimana jenazah diletakkan menuju Setra (pemakaman), Bade diusung menuju pemakaman Desa Solo – Lamaeto yang berjarak kurang lebih 3 kilometer.
 
Dalam kesempatan sebelum acara pelepasan tersebut dihadapan Krama Desa Solo, Bupati menyampaikan apresiasi atas semangat warga yang dengan tulus dan penuh kebersamaan menggelar upacara Pitra Yadnya.
 
“Saya sangat mengapresiasi pelaksanaan ngaben yang telah dilakukan secara massal dan  bersama-sama dan sekaligus akan dapat meringankan biaya dan beban pekerjaan karena dilakukan secara gotong royong,” kata Bupati di sela-sela acara Pitra Yadnya tersebut.
 
Menurut Bupati, Ngaben sebagai salah satu upacara Pitra Yadnya dan rangkaiannya bagi arwah leluhur merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh umat Hindu sebagai bentuk bakti, penghormatan dan membayar hutang sebagai anak yang telah dibesarkan oleh para leluhur sesuai ajaran Tri Rna.
 
Bupati juga menyampaikan rasa bangganya karena umat Hindu senantiasa taat dan patuh dalam menjalankan ajaran agamanya.
 
Ketua penitia kegiatan, Ketut Sudaya melaporkan bahwa, upacara pelepasan Pitra Nandya (Ngaben Massal) pertama kali dilakukan di Banjar Merta Sari dengan jumlah sebanyak 11 sawa.
 
Menurut Ketut Sudaya, tak hanya rangkaian upacara ngaben, masyarakat juga secara massal melaksanakan Metatah (Potong gigi), Ngelungah, Ngeroras, Ngelangkir dan mepetik yang diperkirakan menelan anggaran sebesar Rp. 146 juta yang sepenuhnya merupakan urunan krama dan berbagai kalangan.
 
Selain di Desa Solo, Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thorig Husler juga menghadiri pelaksanaan Ngaben yang dilaksanakan  di Desa Mantadulu, Kecamatan Angkona.
 
Ditempat ini, Bupati diberi kesempatan pertama untuk melakukan prosesi pembakaran mayat.
 
Tidak hanya itu, orang nomor satu di Jajaran Pemerintah Kabupaten Luwu Timur ini juga siap membantu umat Hindu untuk memperbaiki tempat pemakaman di Desa Mantadulu. “Silahkan buat proposalnya, nanti Pemerintah daerah bantu,” tutupnya. (hms/ikp/kominfo)
 
 

Baca Lainnya

Polda Kalah Gercep, Kejari Lutim Masuk Tahap Penyidikan Kasus Ambulans Desa

20 Juni 2026 - 11:21 WITA

Update Kasus Penangkapan BBM di Malili, Polisi Akan Minta Keterangan Saksi Ahli

18 Juni 2026 - 15:54 WITA

Ini Daftar Temuan BPK RI Sulsel di Kabupaten Luwu Timur

18 Juni 2026 - 12:46 WITA

Temuan BPK, Enam Mahasiswa di Lutim Tak Layak Terima Beasiswa

18 Juni 2026 - 11:46 WITA

Saling Bantah Antara Pemkab Lutim, Pemdes Tarengge Timur dan Anak Guru Ngaji

18 Juni 2026 - 11:20 WITA

Dua Guru Ngaji di Lutim Tak Lagi Terima Insentif, Namanya Tiba-tiba Menghilang

17 Juni 2026 - 11:54 WITA

Viral, Warga Tahan Mobil Pick Up Angkut Solar Ilegal, Polisi : Kita Sudah Amankan

15 Juni 2026 - 10:53 WITA

Trending KRIMINAL