Menu

Mode Gelap
Warga Asli Sorowako Pertanyakaan Beberapa Objek Lahan Dijadikan Aset Desa Terungkap…! Tambang PT. Vale di BB1 Seba-Seba Sesuai Izin IPPKH. Begini Tanggapan PT. Vale 49 Anggota Polres Luwu Timur Naik Pangkat, Ini Daftarnya Sikapi Maraknya Lakalantas, Satlantas Polres Lutim Lakukan Pengecekan Kelaikan Angkutan dan Sopir Komitmen Bersama Tingkatkan Ketangguhan Daerah: PT Vale dan Pemkab Luwu Timur Teken Nota Kesepahaman Mitigasi Bencana Ketahanan Pangan Berkelanjutan Melalui Pemberian Pupuk: Strategi PT Vale Tingkat Produktivitas Pertanian dan Kesejahteraan Petani Huko-Huko

LUWU TIMUR

Musrenbang Wadah Jaring Aspirasi Masyarakat

badge-check


					Musrenbang Wadah Jaring Aspirasi Masyarakat Perbesar

LUWU TIMUR,Timuronline – Staf Ahli Pembangunan, Rapiuddin Tahir membuka kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan dalam rangka penyusunan Rancangan awal RKPD Tahun 2025, yang berlangsung di Kecamatan Angkona dan Kalaena, Senin (19/02/2024).

Musrembang ini juga turut dihadiri anggota DPRD Lutim dapil Angkona – Kalaena, Kepala OPD Lingkup Pemkab Lutim, Camat Kalaena, Camat Angkona, Unsur Tripika Kecamatan Kalaena-Angkona, para Kepala Desa, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan dan para peserta musrenbang.

Pada kesempatan tersebut, Staf Ahli Pembangunan, Rapiuddin mengatakan, pelaksanaan musrenbang kecamatan merupakan salah satu tahapan untuk menjaring usulan prioritas yang berasal dari masyarakat di tingkat desa/kelurahan untuk satu tahun yang akan datang.

” Output dari pelaksanaan hari ini adalah daftar kegiatan prioritas pembangunan di wilayah kecamatan yang selanjutnya akan dibahas di forum Perangkat daerah dan Musrenbang RKPD Kabupaten, baik yang akan didanai melalui APBD maupun sumber pendanaan lainnya,” jelas Rapiuddin.

Lebih lanjut Rapiuddin menjelaskan, berdasarkan hasil perhitungan PDRB tahun 2022, Kontribusi PDRB Kabupaten Lutim menurut Lapangan Usaha ditopang oleh sektor pertambangan dan penggalian mencapai 50,04 persen dan dari sektor pertanian, kehutanan dan perikanan mencapai 21,89 persen atau kedua sektor tersebut memegang lebih dari 70% kontribusi ekonomi.

“Mengingat sebagian besar masyarakat kita bekerja pada sektor pertanian, maka sektor pertanian masih tetap menjadi skala prioritas. Disamping sektor penopang lainnya, antara lain pengembangan sektor UMKM dan IKM serta pariwisata, juga akan menjadi perhatian,” ucap Staf Ahli Pembangunan.

Olehnya itu, Staf Ahli Pembangunan berharap kepada seluruh pemerintah desa agar BKK di tahun 2024 ini maupun di tahun 2025 tetap digunakan dengan sebaik-baiknya dan tepat sasaran sesuai dengan petunjuk teknis yang telah ditetapkan.

“Maka diharapkan target indikator indeks desa membangun yang mandiri pada masa akhir periode RPJMD ini nantinya bisa tercapai,” harapnya.

Sebagai informasi, kegiatan musrenbang kecamatan ini akan berlangsung dari tanggal 19 hingga 26 Februari 2024 mulai dari Kecamatan Angkonan-Kalaena, Tomoni-Mangkutana, Tomoni Timur-Wasuponda, Wotu-Burau, Nuha dan Towuti-Malili. (kominfo-sp)

Lainnya

Warga Asli Sorowako Pertanyakaan Beberapa Objek Lahan Dijadikan Aset Desa

9 Januari 2026 - 16:48 WITA

49 Anggota Polres Luwu Timur Naik Pangkat, Ini Daftarnya

31 Desember 2025 - 10:57 WITA

Sikapi Maraknya Lakalantas, Satlantas Polres Lutim Lakukan Pengecekan Kelaikan Angkutan dan Sopir

30 Desember 2025 - 20:31 WITA

Jaga Komitmen Peningkatan Sektor Pendidikan, PT. CLM Berikan Bantuan Uang Tunai untuk Pembangunan TK Cinta Damai

23 Desember 2025 - 22:34 WITA

Groundbreaking Pembangunan MBR dimulai, Abu Ashar : Semoga Dapat Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Luwu Timur

23 Desember 2025 - 17:28 WITA

Trending LUWU TIMUR