Menu

Mode Gelap
Polda Kalah Gercep, Kejari Lutim Masuk Tahap Penyidikan Kasus Ambulans Desa CLM Tuntaskan Pelatihan Sembilan Orang Security Update Kasus Penangkapan BBM di Malili, Polisi Akan Minta Keterangan Saksi Ahli Ini Daftar Temuan BPK RI Sulsel di Kabupaten Luwu Timur Temuan BPK, Enam Mahasiswa di Lutim Tak Layak Terima Beasiswa Saling Bantah Antara Pemkab Lutim, Pemdes Tarengge Timur dan Anak Guru Ngaji

LUWU TIMUR

Menghindari Perawat Nyeri Dalam Memberikan Pelayanan, Ini Yang Dilakukan Pemerintah

badge-check


					Menghindari Perawat Nyeri Dalam Memberikan Pelayanan, Ini Yang Dilakukan Pemerintah Perbesar

Laporan : Rd

LUWU TIMUR,Timuronline – Dalam melayani pasien sakit, para perawat dituntut untuk selalu dalam kondisi bugar. Memahami teknik mengelola rasa nyeri sehingga tindakan keperawatan pada pasien dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan pasien.

Demikian diungkapkan Kabid Perencana dan Pengembangan Kepegawaian, Eksa Putra dalam laporannya di kegiatan Pelatihan Manajemen Nyeri. Pelatihan ini merupakan kerjasama BKPSDM Luwu Timur dengan RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar yang dibuka oleh Asisten III Bidang Administradi Umum, Aini Endis Andrika yang mewakili Bupati Luwu Timur, di Aula Hotel Sikumbang, Kecamatan Tomoni, Senin (15/07/2019) yang diikuti 60 perawat atau tenaga kesehatan Luwu Timur.

Sementara itu, mewakili Bupati Luwu Timur, Asisten Administrasi Umum, Aini Endis Anrika menyambut baik atas terselenggaranya diklat manajemen nyeri ini sebagai salah satu upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan yang juga berdampak positif bagi peningkatan kapasitas dan kompetensi tenaga perawat.

“Oleh karena itu, atas nama jajaran Pemerintah daerah menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kerjasama pihak RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar yang telah memfasilitasi diklat manajemen nyeri ini,” ucap Aini.

“Pelaksanaan pelatihan itu bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi tenaga kesehatan di RS dan Puskesmas itu tentang pengelolaan rasa nyeri, serta cara-cara untuk mengatasi nyeri pada berbagai penyebab saat bertugas melayani pasien, perawat sebagai salah satu unsur pembangunan kesehatan sekaligus garda terdepan yang berhubungan langsung dengan masyarakat, maka sudah selayaknya perawat meningkatkan profesionalitasnya,” ujar Endis. (Red/Ikp)

Baca Lainnya

Polda Kalah Gercep, Kejari Lutim Masuk Tahap Penyidikan Kasus Ambulans Desa

20 Juni 2026 - 11:21 WITA

Update Kasus Penangkapan BBM di Malili, Polisi Akan Minta Keterangan Saksi Ahli

18 Juni 2026 - 15:54 WITA

Ini Daftar Temuan BPK RI Sulsel di Kabupaten Luwu Timur

18 Juni 2026 - 12:46 WITA

Temuan BPK, Enam Mahasiswa di Lutim Tak Layak Terima Beasiswa

18 Juni 2026 - 11:46 WITA

Saling Bantah Antara Pemkab Lutim, Pemdes Tarengge Timur dan Anak Guru Ngaji

18 Juni 2026 - 11:20 WITA

Dua Guru Ngaji di Lutim Tak Lagi Terima Insentif, Namanya Tiba-tiba Menghilang

17 Juni 2026 - 11:54 WITA

Viral, Warga Tahan Mobil Pick Up Angkut Solar Ilegal, Polisi : Kita Sudah Amankan

15 Juni 2026 - 10:53 WITA

Trending KRIMINAL