Menu

Mode Gelap
Penetapan Aset Desa Milik Pemdes Sorowako Diduga Langgar Permendagri, Ini Kata Tomas Sorowako Warga Asli Sorowako Pertanyakaan Beberapa Objek Lahan Dijadikan Aset Desa Wujudkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan, Petani Binaan PT Vale Panen Jagung Pakan di Tondowolio Solidaritas untuk Sumatra: PT Vale Indonesia dan Pemkab Luwu Timur Hadir, Bergerak, dan Menguatkan Masyarakat Terdampak Bencana Direktur MIND ID Apresiasi Pengelolaan Proyek Hilirisasi PT Vale di Pomalaa, Progres HPAL Terus Menguat Terungkap…! Tambang PT. Vale di BB1 Seba-Seba Sesuai Izin IPPKH. Begini Tanggapan PT. Vale

Vale Indonesia

Mengenal Agrowisata Ponda’ta di Wasuponda, Hasil Binaan PT. Vale Indonesia

badge-check


					Mengenal Agrowisata Ponda’ta di Wasuponda, Hasil Binaan PT. Vale Indonesia Perbesar

LUWU TIMUR,Timuronline – Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan memiliki panorama yang indah, Alama pegunungan, lautan, sungai dan hutan-hutan yang masih hijau menjadi daya tarik bagi para wisatawan baik domestik maupun mancanegara

Pemerintah Kabupaten Luwu Timur memanfaatkan keindahan alam yang dimiliki Bumi Batara Guru (Jukukan Luwu Timur) untuk membangun objek-objek wisata. Salah satu yang kini menjadi pusat perhatian adalah Agrowisata Kebun Nanas Ponda’ta.

Agrowisata Ponda’ta ini adalah kawasan wisata perkebunan buah nanas yang terletak di Desa Tabarano Kecamatan Wasuponda. Agrowisata ini didedikasikan selain untuk edukasi dan penelitian, pula dijadikan sebagai objek wisata dan salah satu sumber pemasukan bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Agrowisata seluas 5 Hektar ini awalnya diinisiasi oleh pemerintah dan masyarakat, namun dalam perjalanannya, terdapat beberapa kendala salah satunya adalah terkaitĀ  cara membudidayakan buah nanas dengan baik.

Oleh pemerintah desa, akhirnya mengajukan kerjasama dengan pihak PT. Vale Indonesia.

” Kami sempat mengalami kesulitan dalam membudidayakan buah nanas ini, mulai dari persiapan lahan yang baik, pemilihan bibit, penanaman hingga perawatan. Untungnya dalam perjalanan, PT. Vale Indonesia hadir dan membantu kami sehingga hasilnya pun memuaskan,” Ujar Fatma, salah seorang pengelola Agrowisata ini, Rabu (22/10/2025)

Sementara itu, Senior Coordinator PTPM Livelihood PT. Vale Indonesia, Sainab Husain Paragay mengatakan awalnya agrowisata kebun nanas ini hanya menanam sekitar 15 ribu pohon diatas lahan 2 Hektar. Sekarang ada penambahan 30 ribu pohon dan luas lahan saat ini 5 hektar

” Dalam membudidayakan kebun nanas ini, kita juga tidak menggunakan pupuk kimia, semua pupuk organik. Agar kualitas tanah juga menjadi lebih baik guna gunakan pupuk dolomit dan pupuk kompos makanya kita ada penambahan rumah kompos dan rumah maggot. Kita juga memanfaatkan sampah-sampah organik dari masyarakat untuk pengembangbiakan maggot,” Ujarnya

Dia melanjutkan, pihaknya juga menambahkan Nursery dengan harapan bibit-bibit yang dihasilkan dari buah nanas ini akan ditampung dalam Nursery. (*)

 

Lainnya

Penetapan Aset Desa Milik Pemdes Sorowako Diduga Langgar Permendagri, Ini Kata Tomas Sorowako

12 Januari 2026 - 12:05 WITA

Warga Asli Sorowako Pertanyakaan Beberapa Objek Lahan Dijadikan Aset Desa

9 Januari 2026 - 16:48 WITA

Wujudkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan, Petani Binaan PT Vale Panen Jagung Pakan di Tondowolio

9 Januari 2026 - 13:12 WITA

Solidaritas untuk Sumatra: PT Vale Indonesia dan Pemkab Luwu Timur Hadir, Bergerak, dan Menguatkan Masyarakat Terdampak Bencana

6 Januari 2026 - 13:08 WITA

Direktur MIND ID Apresiasi Pengelolaan Proyek Hilirisasi PT Vale di Pomalaa, Progres HPAL Terus Menguat

3 Januari 2026 - 13:02 WITA

Trending Vale Indonesia