Menu

Mode Gelap
Penetapan Aset Desa Milik Pemdes Sorowako Diduga Langgar Permendagri, Ini Kata Tomas Sorowako Warga Asli Sorowako Pertanyakaan Beberapa Objek Lahan Dijadikan Aset Desa Wujudkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan, Petani Binaan PT Vale Panen Jagung Pakan di Tondowolio Solidaritas untuk Sumatra: PT Vale Indonesia dan Pemkab Luwu Timur Hadir, Bergerak, dan Menguatkan Masyarakat Terdampak Bencana Direktur MIND ID Apresiasi Pengelolaan Proyek Hilirisasi PT Vale di Pomalaa, Progres HPAL Terus Menguat Terungkap…! Tambang PT. Vale di BB1 Seba-Seba Sesuai Izin IPPKH. Begini Tanggapan PT. Vale

Vale Indonesia

Groundbreaking Pembangunan MBR dimulai, Abu Ashar : Semoga Dapat Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Luwu Timur

badge-check


					Groundbreaking Pembangunan MBR dimulai, Abu Ashar : Semoga Dapat Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Luwu Timur Perbesar

LUWU TIMUR,Timuronline – PT. Vale Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melaksanakan Groundbreaking Pembangunan Matano Belt Road (MBR) ruas Ussu–Nuha–Batas Provinsi Sulawesi Tengah sepanjang 35 kilometer, yang digelar di Desa Ussu, Kecamatan Malili, Senin (22/12/2025).

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menandai dimulainya kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Andi Sudirman mengungkapkan rasa syukurnya atas dimulainya pembangunan jalan tersebut. Ia menyampaikan bahwa seluruh anggaran pembangunan ruas jalan sepanjang 35 kilometer ini berasal dari CSR PT. Vale Indonesia.

“Jadi kita mengucapkan terima kasih banyak kepada PT Vale karena ini salah satu kontribusi paling besar nantinya untuk Luwu Timur. Jalan ini menghubungkan Malili menuju Nuha yang tadinya harus menyeberang, namun sekarang sudah ada alternatif yang bisa menjadi akses utama ke depannya,” ujar Gubernur.

Sementara itu, Chief of Operation PT Vale Indonesia Tbk, Abu Ashar, berharap pembangunan Matano Belt Road dapat berjalan dengan baik dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

“Ini adalah bukti komitmen PT Vale Indonesia. Kami melihat bahwa dengan pembangunan ini nantinya dapat digunakan dengan baik, meningkatkan perekonomian di Luwu Timur karena jalur transportasi yang semakin bagus dan efisien,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, meskipun suatu saat PT Vale Indonesia tidak lagi beroperasi di Luwu Timur, setidaknya akan ada infrastruktur yang tertinggal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Semoga ke depannya pembangunan ini benar-benar bermanfaat. Walaupun nantinya PT Vale sudah tidak lagi ada di Luwu Timur, paling tidak ada yang tertinggal dan bisa kita kenang,” tutupnya. (*)

Matano Belt Road merupakan ruas jalan vital yang menghubungkan Malili dengan kawasan Matano serta menjadi bagian dari koridor penghubung menuju Provinsi Sulawesi Tengah. (*)

Lainnya

Penetapan Aset Desa Milik Pemdes Sorowako Diduga Langgar Permendagri, Ini Kata Tomas Sorowako

12 Januari 2026 - 12:05 WITA

Warga Asli Sorowako Pertanyakaan Beberapa Objek Lahan Dijadikan Aset Desa

9 Januari 2026 - 16:48 WITA

Wujudkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan, Petani Binaan PT Vale Panen Jagung Pakan di Tondowolio

9 Januari 2026 - 13:12 WITA

Solidaritas untuk Sumatra: PT Vale Indonesia dan Pemkab Luwu Timur Hadir, Bergerak, dan Menguatkan Masyarakat Terdampak Bencana

6 Januari 2026 - 13:08 WITA

Direktur MIND ID Apresiasi Pengelolaan Proyek Hilirisasi PT Vale di Pomalaa, Progres HPAL Terus Menguat

3 Januari 2026 - 13:02 WITA

Trending Vale Indonesia