Menu

Mode Gelap
Polda Kalah Gercep, Kejari Lutim Masuk Tahap Penyidikan Kasus Ambulans Desa CLM Tuntaskan Pelatihan Sembilan Orang Security Update Kasus Penangkapan BBM di Malili, Polisi Akan Minta Keterangan Saksi Ahli Ini Daftar Temuan BPK RI Sulsel di Kabupaten Luwu Timur Temuan BPK, Enam Mahasiswa di Lutim Tak Layak Terima Beasiswa Saling Bantah Antara Pemkab Lutim, Pemdes Tarengge Timur dan Anak Guru Ngaji

LUWU TIMUR

DPRD Lutim Berdialog : Tingkatkan Kualitas Partisipasi Masyarakat

badge-check


					DPRD Lutim Berdialog : Tingkatkan Kualitas Partisipasi Masyarakat Perbesar

Laporan : Rd

LUWU TIMUR,Timuronline – Kegiatan Dialog DPRD, Pemerintah Daerah dan Masyarakat dengan bertemakan “Peran DPRD dalam meningkatkan kualitas partisipasi masyarakat dalam pembangunan” digelar di Gedung DPRD Luwu Timur, belum lama ini.

Dihadiri oleh Ketua DPRD, H. Amran Syam, Wakil Ketua DPRD, H. M. Siddiq BM, Pabung, Suparman, Plt Kepala Bapelitbangda, H. Budiman, Polri, Sejumlah OPD, Camat, dan Kepala Desa.

Narasumber dialog dari Dosen Unhas, Dr. Jayadi Nas, S.Sos, yang juga selaku Koordinator Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan dan Tim Ahli DPRD Sulsel.

Ketua DPRD H. Amran Syam dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan dialog DPRD merupakan agenda rutin yang diselenggarakan dalam upaya mewujudkan antara DPRD, Pemerintah Daerah dan Masyarakat saling bersinergi dalam pembangunan daerah

“Dalam akselerasi percepatan Pembangunan daerah dibutuhkan partisipasi dari berbagai pihak, terutamanya masyarakat didalamnya,” kata Amran.

Sementara itu, Jayadi mengungkapkan bahwa melalui Peraturan Pemerintah Nomor 45 tahun 2017 tentang Partisipasi Masyarakat Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, sebenarnya masyarakat telah diberi ruang untuk berpartisipasi.

Jalan partisipasi ada berbagai macam, beberapa diantaranya melalui musrenbang tingkat dusun, desa, kecamatan, kabupaten hingga musrenbang tingkat nasional.

Kata Jayadi, kita seharusnya tak lagi menggunakan paradigma lama seperti bagaimana uang itu dihabiskan, ia menyontohkan kegiatan yang selalu menumpuk pada akhir tahun karena masih ada uang tersisa.

“Di Makassar pak, hotel pada full, karena biasanya memang begitu pada akhir tahun, supaya habis ini uang harus diadakan berbagai macam kegiatan,” kata Jayadi Nas.

Sekarang ini kita ada paradigma baru, bukan lagi bagaimana uang atau anggaran ini dihabiskan akan tetapi bagaimana anggaran yang kita kelola ini bisa menghasilkan.

H.M. Siddiq BM mengatakan dirinya mengajak peserta dialog menyepakati bahwa tidak lagi memikirkan bagaimana kita bisa menghabiskan uang, akan tetapi berfikir tentang bagaimana uang ini bisa menghasilkan.

“Sepakat juga bahwa masyarakat penting untuk dilibatkan dalam etape tahapan pembangunan, hal ini dimaksudkan agar mereka tidak lagi curiga-curiga,” kata Siddiq. (tom)

Baca Lainnya

Polda Kalah Gercep, Kejari Lutim Masuk Tahap Penyidikan Kasus Ambulans Desa

20 Juni 2026 - 11:21 WITA

Update Kasus Penangkapan BBM di Malili, Polisi Akan Minta Keterangan Saksi Ahli

18 Juni 2026 - 15:54 WITA

Ini Daftar Temuan BPK RI Sulsel di Kabupaten Luwu Timur

18 Juni 2026 - 12:46 WITA

Temuan BPK, Enam Mahasiswa di Lutim Tak Layak Terima Beasiswa

18 Juni 2026 - 11:46 WITA

Saling Bantah Antara Pemkab Lutim, Pemdes Tarengge Timur dan Anak Guru Ngaji

18 Juni 2026 - 11:20 WITA

Dua Guru Ngaji di Lutim Tak Lagi Terima Insentif, Namanya Tiba-tiba Menghilang

17 Juni 2026 - 11:54 WITA

Viral, Warga Tahan Mobil Pick Up Angkut Solar Ilegal, Polisi : Kita Sudah Amankan

15 Juni 2026 - 10:53 WITA

Trending KRIMINAL