Menu

Mode Gelap
Vale Indonesia – Siswa SMKN 9 Kolaka Tanam Pohon Peringati HLH Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Afsel Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Setelah Kalahkan Korsel Daftar Tim Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026 Pelatihan Vokasi dan Sertifikasi Operator Alat berat, Bukti Vale Komitmen Penguatan Daya Saing Warga Lokal Pertarungan Sengit Group A Piala Dunia 2026 : Siapa Yang Bakal Dampingi Meksiko

KABAR PEMDA

DPKP Lutim Gelar Rakor Panen Raya dan Sergap Musim Tanam Tahun 2022

badge-check


					DPKP Lutim Gelar Rakor Panen Raya dan Sergap Musim Tanam Tahun 2022 Perbesar

LUWU TIMUR, Timuronline – Dalam rangka meningkatkan dan memaksimalkan pengawasan harga gabah petani, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Luwu Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Panen Raya dan Serap Gabah Petani (Sergap) Musim Tanam April-September tahun 2022, bertempat di Gedung Multiguna Kecamatan Tomoni, Selasa (11/10/2022).

Rapat Koordinasi dibuka oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Masdin didampingi Kepala Dinas Pertanian dan ketahanan pangan Kabupaten Luwu Timur, Amrullah Rasyid, Kepala Divisi Regional (Kadivre) Bulog Wilayah Luwu Raya, Lisna, Perwira Penghubung Lutim, Bachtiar dan perwakilan Polres Lutim.

Dalam sambutannya, Asisten Ekbang, Masdin mengatakan bahwa, permasalahan terkait dengan penyerapan gabah dan harga gabah terjadi setiap tahunnya.

“Oleh karena itu, kerja keras Dinas Pertanian sampai penyuluh tingkat bawah perlu sinergitas dan kolaborasi dengan semua pihak baik kepala desa, Camat, unsur TNI maupun Polri,” kata Masdin.

Baca Juga:
Budiman Pimpin Rakor Rencana Pembangunan RSUD di Towuti

Terkait luas panen untuk bulan Oktober sebesar 5.962 Ha, sementara bulan November sebanyak 14.216,91 Ha, menurut Masdin, tentu proses panen tidak akan berlangsung baik tanpa didukung oleh tersedianya Alsintan pascapanen yang memadai.

“Oleh karena itu, tujuan utama dari pemanfaatan alsintan pascapanen seperti Combine Harvester adalah untuk mempersingkat waktu panen dan memudahkan mobilitas hasil pertanian sehingga pengolahan kegiatan pascapanen terutama komoditi padi lebih efektif dan efesien,” jelas Masdin.

Terakhir, Asisten Ekbang mengatakan dengan hadirnya pemerintah di tengah-tengah masyarakat mampu mengurangi permasalahan yang di hadapi sehingga masyarakat dapat menikmati hasil panennya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Amrullah memaparkan sejumlah permasalahan yang dihadapi para petani pasca panen antara lain terbatasnya jumlah alat panen, Harga gabah di tingkat petani dibawah HPP dan tidak stabil, kesulitan supplay BBM untuk mesin pertanian, tingginya potongan di tingkat petani untuk setiap karungnya, tera timbangan untuk meminimalisir kecurangan, terbatasnya modal pengusaha penggilingan untuk penyerapan gabah petani dan Kurangnya gudang/RMU/Driyer untuk memaksimalkan serapan gabah petani.

“Dari apa yang saya sampaikan, mudah-mudahan apa yang menjadi permasalahan para petani ini bisa segera kita bantu dan tentu tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Lutim,” harap Amrullah.

Turut hadir Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan beserta staf, Disdakop UKM Lutim, Bulog Wilayah Luwu Raya, Para Camat, Kepala Desa dan Perpadi Lutim. (dew/ikp-kehumasan/kominfo-sp)

Baca Lainnya

Harap-Harap Cemas Masyarakat Luwu Timur Menanti Perkembangan Kasus Seragam dan Ambulans di Kejari Lutim

22 Juni 2026 - 12:12 WITA

FOTO : Musancab DPC PDIP Luwu Timur Berlangsung Damai

22 Juni 2026 - 11:31 WITA

Polda Kalah Gercep, Kejari Lutim Masuk Tahap Penyidikan Kasus Ambulans Desa

20 Juni 2026 - 11:21 WITA

Update Kasus Penangkapan BBM di Malili, Polisi Akan Minta Keterangan Saksi Ahli

18 Juni 2026 - 15:54 WITA

Ini Daftar Temuan BPK RI Sulsel di Kabupaten Luwu Timur

18 Juni 2026 - 12:46 WITA

Temuan BPK, Enam Mahasiswa di Lutim Tak Layak Terima Beasiswa

18 Juni 2026 - 11:46 WITA

Saling Bantah Antara Pemkab Lutim, Pemdes Tarengge Timur dan Anak Guru Ngaji

18 Juni 2026 - 11:20 WITA

Trending LUWU TIMUR