Menu

Mode Gelap
Polda Kalah Gercep, Kejari Lutim Masuk Tahap Penyidikan Kasus Ambulans Desa CLM Tuntaskan Pelatihan Sembilan Orang Security Update Kasus Penangkapan BBM di Malili, Polisi Akan Minta Keterangan Saksi Ahli Ini Daftar Temuan BPK RI Sulsel di Kabupaten Luwu Timur Temuan BPK, Enam Mahasiswa di Lutim Tak Layak Terima Beasiswa Saling Bantah Antara Pemkab Lutim, Pemdes Tarengge Timur dan Anak Guru Ngaji

LUWU TIMUR

Di Tengah Pandemi, Petani Lutim Panen 6-7 Ton Per Hektar Padi

badge-check


					Di Tengah Pandemi, Petani Lutim Panen 6-7 Ton Per Hektar Padi Perbesar

Laporan : Rs / Ikp

Editor     : Rd

LUWU TIMUR,Timuronline – Guna memastikan kegiatan panen petani tetap berjalan sesuai yang diharapkan, Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thoriq Husler turun langsung memantau aktivitas panen padi petani meski di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 yang juga melanda daerah ini.

Bupati melakukan pemantauan panen di wilayah perbatasan Kecamatan Tomoni dan Tomoni Timur diluasan areal persawahan Desa Purwosari dan beberapa desa lainnya. Dalam pantauan itu, terlihat sebanyak 14 unit alat combine atau mesin panen terlihat beraktivitas di wilayah tersebut. Selanjutnya, Bupati juga memantau aktivitas panen di Desa Jalajja Kecamatan Burau, Minggu (03/05/2020). Luas wilayah panen tahun ini mencapai 23 ribu hektar dengan hasil panen rata-rata petani mencapai 6-7 ton perhektar di bulan April dan Mei. Namun ada di wilayah Tomoni khususnya di kelompok Tani Sidodadi, ada yang mencapai 13,600 ton hasil panennya. “Alhamdulilah sebagian besar petani sudah mulai panen. Meski secara bergiliran memanfaatkan alat panen atau Combine yang tersedia di Brigade Pertanian yang berjumlah 24 unit ditambah bantuan dari swasta,” kata Bupati. Ia juga berharap agar petani tidak menjual seluruh hasil panennya. Menurutnya, untuk menyikapi situasi terkait Covid-19, Petani harus menyimpan sebagian hasil panennya untuk berjaga-jaga apabila terjadi situasi darurat yang tidak diharapkan. Meskipun begitu, kata Husler, Pemerintah Daerah juga sudah menyiapkan 10.000 Ton beras untuk dimanfaatkan sebagai cadangan bahan pangan di Luwu Timur bila terjadi hal yang tidak diharapkan. Itulah mengapa petani saya harapkan tidak menjual seluruh hasil panennya, agar kita punya persediaan menghadapi situasi terburuk dari wabah Covid-19. Bupati juga mengingatkan petani untuk tetap menjaga kesehatan dan menaati himbuan Pemerintah terkait protokol kesehatan Covid-19 dengan menggunakan masker dan selalu menjaga jarak. Ketua Kelompok Tani Sidodi, Suhut menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah daerah sehingga pelaksanaan panen bisa berjalan meskipun ditengah keterbatasan alat panen. “Saya bersyukur panen untuk bulan April ini saya mencatatkan panen mencapai 13,600 ton hasil ubinan atau setara 60 karung,” jelasnya. (hms/ikp/kominfo)

Baca Lainnya

Polda Kalah Gercep, Kejari Lutim Masuk Tahap Penyidikan Kasus Ambulans Desa

20 Juni 2026 - 11:21 WITA

Update Kasus Penangkapan BBM di Malili, Polisi Akan Minta Keterangan Saksi Ahli

18 Juni 2026 - 15:54 WITA

Ini Daftar Temuan BPK RI Sulsel di Kabupaten Luwu Timur

18 Juni 2026 - 12:46 WITA

Temuan BPK, Enam Mahasiswa di Lutim Tak Layak Terima Beasiswa

18 Juni 2026 - 11:46 WITA

Saling Bantah Antara Pemkab Lutim, Pemdes Tarengge Timur dan Anak Guru Ngaji

18 Juni 2026 - 11:20 WITA

Dua Guru Ngaji di Lutim Tak Lagi Terima Insentif, Namanya Tiba-tiba Menghilang

17 Juni 2026 - 11:54 WITA

Viral, Warga Tahan Mobil Pick Up Angkut Solar Ilegal, Polisi : Kita Sudah Amankan

15 Juni 2026 - 10:53 WITA

Trending KRIMINAL