Menu

Mode Gelap
Polda Kalah Gercep, Kejari Lutim Masuk Tahap Penyidikan Kasus Ambulans Desa CLM Tuntaskan Pelatihan Sembilan Orang Security Update Kasus Penangkapan BBM di Malili, Polisi Akan Minta Keterangan Saksi Ahli Ini Daftar Temuan BPK RI Sulsel di Kabupaten Luwu Timur Temuan BPK, Enam Mahasiswa di Lutim Tak Layak Terima Beasiswa Saling Bantah Antara Pemkab Lutim, Pemdes Tarengge Timur dan Anak Guru Ngaji

LUWU TIMUR

Di HJL dan HPRL, Wagub Sulsel : Luwu Raya Pantas Sebagai Pusat Ekonomi Baru

badge-check


					Di HJL dan HPRL, Wagub Sulsel : Luwu Raya Pantas Sebagai Pusat Ekonomi Baru Perbesar

Laporan : rd

LUWU TIMUR,Timuronline – Sinergi dan Akselerasi di Tana Luwu menjadi tema peringatan Hari Jadi Luwu ke-752 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu ke-74 yang di pusatkan di Kabupaten Luwu Timur, Bumi Batara Guru. Kegiatan di Awali Pawai Karnaval Budaya dari empat daerah se Tana Luwu di Jalan Poros Malili.

Puncak Peringatan hari bersejarah bagi masyarakat Tana Luwu ini dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman didampingi Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thoriq Husler, Wakil Bupati, Irwan Bachri Syam, Wakil Bupati Luwu, Syukur Bijak, Wakil Walikota Palopo, Rahmat Masri Bandaso dan berbagai elemen masyarakat Tana Luwu.

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, dengan berbagai potensi yang tersebar di seluruh wilayah Luwu Raya dan Tanah Toraja maka sudah sepantasnya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menargetkan wilayah Luwu Raya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Progres pembangunan infrastruktur termasuk membuka akses kewilayah terpencil juga terus kami kerjakan. Wilayah Seko yang dulunya hanya bisa ditempuh 3 hari kini sudah bisa diakses selama 5 jam, termasuk juga infrastruktur jalan dari Ussu – Nuha – hingga perbatasan Beteleme Provinsi Sulawesi Tengah,” ungkap Wagub Sulsel.

Lanjut Wagub, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan mewujudkan pembangunan infrastruktur yang merata tanpa diskriminasi susuai cita-cita yang termuat dalam sila ke lima Pancasila yakni “Sosial Justice” atau keadilan sosial bagi seluruh masyarakat.

“Kami tetap fokus membangun infrastruktur membangun masyarakatnya, membangun sumber daya manusianya dan memaksimalkan potensi-potensi adalah upaya yang terus akan kami optimalkan bagi seluruh elemen masyarakat di Sulawesi Selatan utamanya di Tana Luwu,” ungkap Andi Sudirman Sulaiman.

Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thoriq Husler dalam sambutannya mengatakan, sebagai bagian dari perjalanan panjang sejarah Kedatuan Luwu dan penghormatan atas jasa patriotisme para pejuang Tana Luwu, marilah kita jadikan momentum hari bersejarah ini menjadi sumber inspirasi dan pembangkit motivasi membangun Tana Luwu menuju masyarakat yang sejahtera dan bermartabat serta berpegang teguh pada nilai-nilai luhur Wija To Luwu.

“Rebba sipatokkong, mali siparappe, sirui menre’ tessirui nok, malilu sipakainge, maingeppi mupaja”
yang berarti, rebah saling menegakkan, hanyut saling mendamparkan, saling menarik ke atas dan tidak saling menekan kebawah, terlupa saling mengingatkan, dan jangan berhenti untuk saling mengingatkan,” jelas Husler.

Pepatah bugis ini, kata Husler, juga bermakna kita harus bersinergi, saling membantu menghadapi berbagai hambatan dan rintangan serta saling mengingatkan untuk kebaikan. Jika semua itu  kita jalankan maka akan terwujud masyarakat yang aman dan sejahtera.

Orang nomor satu di Luwu Timur ini juga mengatakan, Tana Luwu dengan segala potensi baik itu sumber daya alam seperti pertambangan, jasa, pariwisata hingga sektor pertanian. Semua ini menjadi penyangga utama perekonomian di Sulawesi Selatan.

“Kita semua harus bangkit, bekerjasama, dan berkarya untuk kemajuan Tana Luwu. Sektor perekonomian harus tumbuh secara berkualitas dimana pertumbuhan itu bisa berkontribusi pada pengurangan tingkat kemiskinan dan memperkecil kesenjangan,” tutupnya.

Peringatan Hari Perlawanan ini juga ditandai dengan penyerahan Kendaraan Oprasional Desa, Mobil Jenazah, Bus Sekolah dan kendaraan oprasional Roda Dua buat Polres Luwu Timur. Acara ini juga disemarakkan dengan pertunjukan tarian kolosal Opu Daeng Risaju yang melibatkan seratus penari yang dibawakan oleh para pelajar Luwu Timur. (hms/ikp/kominfo)

Baca Lainnya

Polda Kalah Gercep, Kejari Lutim Masuk Tahap Penyidikan Kasus Ambulans Desa

20 Juni 2026 - 11:21 WITA

Update Kasus Penangkapan BBM di Malili, Polisi Akan Minta Keterangan Saksi Ahli

18 Juni 2026 - 15:54 WITA

Ini Daftar Temuan BPK RI Sulsel di Kabupaten Luwu Timur

18 Juni 2026 - 12:46 WITA

Temuan BPK, Enam Mahasiswa di Lutim Tak Layak Terima Beasiswa

18 Juni 2026 - 11:46 WITA

Saling Bantah Antara Pemkab Lutim, Pemdes Tarengge Timur dan Anak Guru Ngaji

18 Juni 2026 - 11:20 WITA

Dua Guru Ngaji di Lutim Tak Lagi Terima Insentif, Namanya Tiba-tiba Menghilang

17 Juni 2026 - 11:54 WITA

Viral, Warga Tahan Mobil Pick Up Angkut Solar Ilegal, Polisi : Kita Sudah Amankan

15 Juni 2026 - 10:53 WITA

Trending KRIMINAL