Menu

Mode Gelap
Ini Klasemen Sementara Piala Dunia 2026 Usai Tuan Rumah Meksiko dan AS Menang Lagi Temuan BPK, 20 Penerima Bantuan Lansia Dibawah Umur 60 tahun Hari Lingkungan Hidup, PT. PUL Tanam Ratusan Bibit Pohon Mangrove Bantuan Seragam Sekolah di Lutim Banyak Masalah, BPK RI Temukan Fakta Mengejutkan Nyawa Gadis di Kalaena Berakhir Tragis di Tangan Tetangga Sendiri Jauh ke Lutim Nonton Konser, Warga Bone-Bone Lutra Kecurian

LUWU TIMUR

Bupati Tegaskan Tidak Boleh Lagi Ada Pemerintah Terlambat Hadiri Acara Masyarakat

badge-check


					Bupati Tegaskan Tidak Boleh Lagi Ada Pemerintah Terlambat Hadiri Acara Masyarakat Perbesar

LUWU TIMUR, Timuronline – Bupati Luwu Timur, H. Budiman sejak jadi Bupati telah menciptakan beberapa inovasi yang bisa dibilang tidak pernah dilakukan oleh para pendahulunya. Inovasi tersebut diantaranya mengubah hari olahraga yang biasanya di Jumat dimajukan ke hari Rabu yang diistilahkan Rabu Sehat Hari Jumat sebagai Jumat Berbagi. Mengajak dunia usaha untuk ikut membangun daerah. Dan mewajibkan seluruh ASN dan Honorer untuk memakai Baju Adat Nusantara tiap tanggal 10 tiap bulannya.

Nah, baru-baru ini Budiman mengutarakan bahwa saat ini Ia sedang berusaha untuk mengubah paradigma negatif masyarakat terkait aparat pemerintah yang selalu terlambat menghadiri acara masyarakat.

“Saat ini, saya membiasakan diri untuk tidak terlambat. Tidak boleh lagi ada aparat pemerintahan di tunggu jika ada undangan dari masyarakat, karena kita ini pelayan masyarakat. saya gelisah kalau ada kegiatan berbenturan, karena saya menganut prinsip tidak boleh terlambat,” ungkapnya saat menghadiri acara Bersih Desa Bangun Jaya Kecamatan Tomoni, Rabu (14/09/2022).

“Kita harus mengubah perspektif masyarakat bahwa pemerintah itu tidak ditunggu. Karena prinsip kepemimpinan itu seperti peribahasa orang Jawa yakni, Ing Ngarso Sung Tulodo Ing Madyo Mbangun Karso Tut Wuri Handayani. Peribahasa ini, semua pimpinan dunia jadikan prinsip, hanya bahasanya berbeda, tidak boleh kita tinggalkan. Jadi pak desa dan teman-teman yang sama bajunya dengan saya, mari kita rubah kebiasaan buruk kita yang selalu di tunggu, kalau tidak hal yang sangat mendesak, mari kita hadir tepat waktu,” ajak Budiman.

Baca Juga:
Kunjungan ke Sorowako, Komisi VII DPR RI Apresiasi Pengelolaan Lingkungan PT Vale

Pada kesempatan ini, orang nomor satu di Bumi Batara Guru ini juga membeberkan bahwa, berkat doa kita semua APBD Luwu Timur naik dari 1,5 triliun menjadi 1,7 triliun lebih.

“Kenapa? Karena kita semua bersyukur. Siapa yang bersyukur maka akan Allah tambah nikmatnya, namun siapa yang kufur, azab lebih pedih,” kata Bupati disambut tepuk tangan hadirin.

Menurut mantan Guru Olahraga ini, cara untuk mensyukuri semua nikmat itu ialah dengan melayani masyarakat dengan baik.

Selain itu kata Bupati, di Sulawesi Selatan ini, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Luwu Timur terbaik diseluruh kabupaten. Apa indikatornya? Pendidikan yang baik, harapan usia (lama hidup), kualitas kesehatan, dan kemampuan daya beli masyarakat lebih tinggi dari daerah lain.

“Jadi saya berharap agar semua program mari kita solidkan, mulai dari desa sampai Bupati, sehingga semua program yang kita canangkan bisa kita laksanakan secara bersama-sama,” tutup Bupati Luwu Timur. (rhj/ikp-kehumasan/kominfo-sp)

Baca Lainnya

Lagi Temuan BPK, 20 Penerima Bantuan Lansia Dibawah Umur 60 tahun

12 Juni 2026 - 13:12 WITA

Bantuan Seragam Sekolah di Lutim Banyak Masalah, BPK RI Temukan Fakta Mengejutkan

12 Juni 2026 - 11:02 WITA

Kejari Lutim Pastikan Kasus Seragam Sekolah Tetap Berjalan. Akan Ada Tersangka ?

11 Juni 2026 - 10:55 WITA

PN Malili Menangkan Gugatan Siddiq : SK DPP Nasdem Tak Memiliki Hukum Mengikat

10 Juni 2026 - 10:24 WITA

OSIS – Gudep SMAN 4 Luwu Timur Gelar Program GOES, Siswa Antusias

31 Mei 2026 - 09:44 WITA

Kabar Gembira, Magatti Tour And Travel Buka Cabang di Malili, Ayo Umrah dengan Uang Muka Hanya 500 Ribu

31 Mei 2026 - 09:25 WITA

Indahnya Kolaborasi SMAN 4 Luwu Timur dan Indofood di Program Pendidikan dan Sosial

20 Mei 2026 - 12:09 WITA

Trending CITIZEN JOURNALISM