Buka Puasa Dengan Gorengan, Boleh Tapi Jangan Sering. Ini Bahayanya

oleh -75 views

Laporan : Rs

Editor     : Rd

Timuronlinecom – Gorengan merupakan salah satu makanan pilihan orang Indonesia saat berbuka puasa. Ada banyak jenis gorengan yang menjadi pilihan berbuka bersama keluarga di rumah mulai dari Pisang goreng, bakwan, tempe dan tahu goreng dan masih banyak lagi. Di Sulawesi sendiri, gorengan ada banyak antara lain Jalangkote, Panada, dan lain-lain. Banyak orang yang beranggapan, jika tak makan gorengan saat berbuka puasa tidak lengkap rasanya.

Yah, itu sah-sah saja. Karena memang selain lezat, gorengan sangat mudah dibuat dan didapatkan. Namun tahukah Anda, rupanya mengkomsumsi gorengan secara sering dapat berdampak buruk loh bagi kesehatan.

Dikutip dari laman hellosehat.com kandungan lemak dalam minyak yang ada pada gorengan membuat gorengan sulit dicerna, terutama ketika gorengan menjadi makanan pertama yang dimakan setelah puasa.

Bayangkan saja, ketika perut kosong setelah puasa seharian, perut harus mencerna lemak yang ada pada gorengan. Tentunya, saluran pencernaan bekerja lebih keras  untuk dapat mencerna lemak tersebut. Karena sulit untuk dicerna, proses untuk mencerna gorengan akan memakan waktu lama serta dapat mengganggu dan menghambat saluran pencernaan untuk mencerna zat gizi lain.

Wah bahaya juga yah ! 

Buka puasa dengan gorengan dapat menimbulkan keluhan yang dirasakan berbeda-beda oleh tiap orang. Jika Anda memiliki saluran pencernaan yang sensitif, gorengan dapat merangsang asam lambung naik yang dapat menyebabkan heartburn (perasaan panas atau terbakar di sekitar perut bagian atas). Kandungan lemak jenuh yang ada pada gorengan dapat mengakibatkan asam lambung naik.

Selain itu, sulitnya lemak untuk dicerna dan kandungan serat yang sangat sedikit pada gorengan dapat menyebabkan konstipasi atau sembelit. Beberapa dari Anda mungkin juga merasakan tenggorokan gatal setelah makan gorengan. Hal ini dikarenakan terdapat kandungan akrolein pada gorengan yang menyebabkan rasa gatal. Akrolein ini terbentuk pada minyak yang sudah dipakai berkali-kali.

Sumber : https://hellosehat.com/