LUWU TIMUR,Timuronline – Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Baruga, Kecamatan Malili, Luwu Timur, Sangkala angkat bicara terkait banjir yang melanda Desa Baruga pada Sabtu (11/04/2026) malam.
Menurut Sangkala, banjir yang terjadi di wilayah tersebut sudah dirasakan masyarakat dua tahun terakhir ini.
” Setiap kali hujan deras apalagi berbarengan dengan air pasang, pasti di daerah situ kena banjir,” Katanya

Rembesan air hujan lanjut Sangkala, dari Desa Puncak Indah (Lapangan Merdeka, Perumahan dan areal Puskesmas Malili masuk ke wilayah Bunker) muaranya di sungai kecil yang ada di Desa Baruga. Sementara sungai tersebut sudah semakin sempit dan dangkal
Baca juga : https://timur-online.com/banjir-di-desa-baruga-rendam-rumah-warga-lumpur-lapindo/
” Permasalahan ini sudah saya sampaikan ke DPRD Luwu Timur dan Dinas PU-PR, bahkan mereka sempat turun ke lapangan melihat langsung kondisi sungai. Namun hingga hari ini, belum ada tindakan sama sekali. Kasihan warga kami terus menjadi korban banjir,” Tambahnya
Menurut dia, sungai tersebut perlu untuk diperlebar dan diperdalam.
” Kita tidak bisa hanya tinggal diam. Masalah ini perlu ada solusi yang komprehensif. Jika ini terus dibiarkan, akan lebih parah nantinya,” Tegasnya
Terkait keberadaan warga yang bermukim di pinggir sungai, Sangkala meminta agar juga ikut andil dalam memecahkan masalah ini
” Yah, memang betul, kalau kita perlebar sungainya, akan bersinggungan langsung dengan masyarakat. Olehnya itu, saya berharap, warga bisa merelakan lokasinya, yah paling 1 meter kiri dan kanan agar kita leluasa memperlebar sungai,” Harapnya
” Ini bukan untuk siapa-siapa, untuk warga sendiri agar terbebas dari banjir,” Pungkasnya
Diberitakan sebelumnya, hujan deras yang melanda Kabupaten Luwu Timur pada Sabtu (11/04/2026) malam, merendam beberapa rumah warga di Dusun Samudera Desa Baruga Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur. (*)





















