Menu

Mode Gelap
Polda Kalah Gercep, Kejari Lutim Masuk Tahap Penyidikan Kasus Ambulans Desa CLM Tuntaskan Pelatihan Sembilan Orang Security Update Kasus Penangkapan BBM di Malili, Polisi Akan Minta Keterangan Saksi Ahli Ini Daftar Temuan BPK RI Sulsel di Kabupaten Luwu Timur Temuan BPK, Enam Mahasiswa di Lutim Tak Layak Terima Beasiswa Saling Bantah Antara Pemkab Lutim, Pemdes Tarengge Timur dan Anak Guru Ngaji

LUWU TIMUR

Ini Penjelasan KTT PT.PUL Terkait Luberan Air Bercampur Lumpur Hingga ke Jalan

badge-check


					KTT PT.PUL, Muh Ilham Perbesar

KTT PT.PUL, Muh Ilham

Laporan : Rs

Editor     : Rd

KTT PT.PUL, Muh Ilham

 

LUWU TIMUR,Timuronline – Menindaklanjuti kejadian luberan air bercampur lumpur yang terjadi di jalan poros Desa Ussu Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sabtu (11/04/2020) sekira pukul 17.30 Wita, Management PT. Prima Utama Lestari (PUL) akhirnya melakukan investigasi terhadap kejadian tersebut.

Menurut Kepala Tehnik Tambang (KTT) PT.PUL, Muh.Ilham pihaknya menduga kejadian tersebut karena derasnya air hujan yang tidak merata yang mana di daerah Malili dan Ussu tidak cukup deras akan tetapi untuk di daerah pegunungan tepatnya moroangin, hujan tersebut sangat besar sehingga air yang turun ke area jalan tersebut sangat besar.

” Untuk area PT Prima Utama Lestari masih dalam keadaan aman termasuk settlin pond yang telah dibuat untuk mengantisipasi hujan tersebut. Di samping itu pula di luar aktifitas bukaan tambang yang dilakukan oleh PT Prima Utama Lestari ada aktifitas lain yang sampai saat ini masih berjalan yaitu adanya penebangan kayu yang dapat mengakibatkan kurangnya daya tahan air yang diakibatkan oleh pembalakan liar. Dan saat ini PT Prima Utama Lestari mulai dari bulan Januari sampai saat ini tidak lagi melakukan aktifitas penambangan kecuali pembenahan lingkungan, bahkan surat untuk memberhentikan sementara waktu aktifitas kegiatan di PT Prima Utama Lestari tersebut sudah masuk ke Dinas Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Sulawesi Selatan,” Terang Ilham

Menurutnya, dengan kejadian tersebut menimbulkan beberapa dampak antara lain naiknya air lumpur yang di dominasi material kerikil ke arah aspal yang berada di samping pertamina dusun salociu. Air yang melewati aspal jalan trans Sulawesi berwarna kemerahan, air yang keluar dari outlet sedimend Pond PT Prima Utama Lestari melewati paritan alami yang ada, sebelum dilakukan kegiatan penambangan, aliran paritan tersebut yang dilalui oleh air mengakibatkan tergerusnya material-material tanah yang berada di samping kiri kanan akibat aliran air yang cukup deras tersebut.

” Kami saat itu juga mengarahkan armada water tank  untuk membersihkan aspal yang digenangi material lumpur yang didominasi material kerikil tersebut. Selain itu, mengerahkan karyawaan untuk melakukan pembersihan di area aspal tersebut serta membersihkan drainase yang ada di sekitar jalan Trans Sulawesi,” Tuturnya.

Pihaknya menyimpulkan, area Sedimend Pond PT Prima Utama Lestari masih dalam keadaan aman dan Kondusip sehingga untuk area PT Prima Utama Lestari untuk sedimend Pond tersebut tetap terjaga. Dan tidak ada terjadi longsoran akibat dari curah hujan tinggi yang turun di area bukaan tambang PT Prima Utama Lestari. Dan bisa di pastikan air yang keluar dari Outlet PT Prima Utama Lestari merupakan air yang tidak tercampur lumpur. 

” Namun demikian sesuai surat kami yang ditjukan kepada Dinas ESDM Propinsi Sulsel tanggal 12 Maret 2020,  PT.PUL sendiri tidak pernah beroperasi lagi atau dihentikan sementara waktu hingga hari ini. Namun demikian,  kegiatan perbaikan dan pembenahan lingkungan masih berlanjut,” Pungkasnya. (red)

Foto Settlin Pond PT.PUL sebelum dan sesudah kejadian luberan air di Desa Ussu :

 

Baca Lainnya

Polda Kalah Gercep, Kejari Lutim Masuk Tahap Penyidikan Kasus Ambulans Desa

20 Juni 2026 - 11:21 WITA

Update Kasus Penangkapan BBM di Malili, Polisi Akan Minta Keterangan Saksi Ahli

18 Juni 2026 - 15:54 WITA

Ini Daftar Temuan BPK RI Sulsel di Kabupaten Luwu Timur

18 Juni 2026 - 12:46 WITA

Temuan BPK, Enam Mahasiswa di Lutim Tak Layak Terima Beasiswa

18 Juni 2026 - 11:46 WITA

Saling Bantah Antara Pemkab Lutim, Pemdes Tarengge Timur dan Anak Guru Ngaji

18 Juni 2026 - 11:20 WITA

Dua Guru Ngaji di Lutim Tak Lagi Terima Insentif, Namanya Tiba-tiba Menghilang

17 Juni 2026 - 11:54 WITA

Viral, Warga Tahan Mobil Pick Up Angkut Solar Ilegal, Polisi : Kita Sudah Amankan

15 Juni 2026 - 10:53 WITA

Trending KRIMINAL