Menu

Mode Gelap
Polda Kalah Gercep, Kejari Lutim Masuk Tahap Penyidikan Kasus Ambulans Desa CLM Tuntaskan Pelatihan Sembilan Orang Security Update Kasus Penangkapan BBM di Malili, Polisi Akan Minta Keterangan Saksi Ahli Ini Daftar Temuan BPK RI Sulsel di Kabupaten Luwu Timur Temuan BPK, Enam Mahasiswa di Lutim Tak Layak Terima Beasiswa Saling Bantah Antara Pemkab Lutim, Pemdes Tarengge Timur dan Anak Guru Ngaji

LUWU TIMUR

Diserbu Pasien, Ruang Inap PKM Malili Penuh, Ini Antisipasi Perawat

badge-check


					Puskesmas Malili Perbesar

Puskesmas Malili

Laporan : Rd

Ruang UGD Puskesmas Malili

LUWU TIMUR,Timuronline – Dalam beberapa hari terakhir, Puskesmas (PKM) Malili diserbu pasien. Kebanyakan pasien yang datang memerlukan penanganan medis inap. Alhasil, ruang inap yang cukup terbatas di PKM yang berada di Kota Malili ini penuh.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, petugas PKM terpaksa menggunakan Ruang Unit Gawat Darurat (UGD) sebagai ruang inap sementara untuk memberikan pelayanan yang maksimal terhadap pasien.

” Kemarin anak saya sempat dirawat di UGD, namun kata dokter, anak saya harus dirawat inap sementara ruang inap penuh. Yah, terpaksa semalam nginap di salah satu ruang di UGD, besoknya baru masuk ke ruang inap karena ada pasien yang sudah bisa keluar,” Ungkap Linda, Ibu salah seorang pasien yang mengaku anaknya sudah dua hari muntah-muntah.

Linda mengaku cukup puas atas pelayanan yang diberikan para petugas.

” Pelayanan cukup baik, perawatnya ramah, ruang rawat inapnya pun bersih,”  Katanya.

Sementara itu, ditemui di PKM Malili, Kamis (20/06/19), Kepala PKM Malili Hasnah yang masih bertugas hingga malam membenarkan hal tersebut.

” Sudah dua tiga hari ini, ruang rawat inap kami penuh. Itu sudah biasa terjadi kok. Pasien yang masuk pun berbagai keluhan sakit dan rata-rata memerlukan perawatan inap,” Tutur mantan Kepala PKM Lakawali ini.

Dia mengungkapkan, beberapa ruang rawat inap yang ada di PKM Malili memiliki dua bed untuk dua pasien. Namun terkadang dalam satu ruangan hanya satu bed yang digunakan.

” Kita lihat penyakit si pasien, kalau itu dapat menular, yah terpaksa kita peruntukkan hanya satu pasien untuk mengantisipasi penularan penyakit. Intinya kami berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan yang tentunya nyaman bagi pasien, itu yang utama bagi kami,” Pungkas Hasnah. (Redaksi)

 

Baca Lainnya

Polda Kalah Gercep, Kejari Lutim Masuk Tahap Penyidikan Kasus Ambulans Desa

20 Juni 2026 - 11:21 WITA

Update Kasus Penangkapan BBM di Malili, Polisi Akan Minta Keterangan Saksi Ahli

18 Juni 2026 - 15:54 WITA

Ini Daftar Temuan BPK RI Sulsel di Kabupaten Luwu Timur

18 Juni 2026 - 12:46 WITA

Temuan BPK, Enam Mahasiswa di Lutim Tak Layak Terima Beasiswa

18 Juni 2026 - 11:46 WITA

Saling Bantah Antara Pemkab Lutim, Pemdes Tarengge Timur dan Anak Guru Ngaji

18 Juni 2026 - 11:20 WITA

Dua Guru Ngaji di Lutim Tak Lagi Terima Insentif, Namanya Tiba-tiba Menghilang

17 Juni 2026 - 11:54 WITA

Viral, Warga Tahan Mobil Pick Up Angkut Solar Ilegal, Polisi : Kita Sudah Amankan

15 Juni 2026 - 10:53 WITA

Trending KRIMINAL