Menu

Mode Gelap
OSIS – Gudep SMAN 4 Luwu Timur Gelar Program GOES, Siswa Antusias Kabar Gembira, Magatti Tour And Travel Buka Cabang di Malili, Ayo Umrah dengan Uang Muka Hanya 500 Ribu Belanda Rilis Skuad Piala Dunia 2026, Ini Daftarnya Daftar Pencetak Gol Sepanjang Piala Dunia, Miroslav Klose Memimpin Kapan Piala Dunia Pertama Digelar ? Baca Sejarahnya Berbagi Keberkahan Idul Adha, PT Vale Donasi Hewan Kurban ke Wilayah Pemberdayaan

LUWU TIMUR

Penggusuran Pemkab Lutim Tak Membuahkan Hasil, Petani Laoli Tetap Bertahan

badge-check


					Penggusuran Pemkab Lutim Tak Membuahkan Hasil, Petani Laoli Tetap Bertahan Perbesar

LUWU TIMUR,Timuronline – Ratusan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur (Lutim), Sabtu (14/02/2026) memasuki wilayah PSN di Desa Harapan Kecamatan Malili.

Kedatangan mereka untuk melakukan penggusuran terhadap para petani Laoli Desa Harapan yang telah mendiami dan berkebun di wilayah tersebut selama puluhan tahun. Rombongan dipimpin Sekda Luwu Timur, Ramadhan Pirade bersama Kepala Desa Harapan, Mustakim

Sayangnya, penggusuran ini tak berjalan sesuai harapan karena para petani melakukan perlawanan. Mereka tak menerima Pemkab seenaknya memasang plang atau papan bicara di areal tersebut. Alasannya, proses negosiasi mengetahui ganti rugi lahan antara Pemkab Lutim dan para petani hingga saat ini belum menemui titik temu.

Koordinator petani, Irwan kepada wartawan mengaku kecewa dengan perlakuan pemerintah Luwu Timur dengan para petani yang notabene adalah warga Luwu Timur juga.

” Selama proses negosiasi belum menemui titik temu, kami akan terus bertahan meskipun kami harus bertaruh nyawa. Disinilah kami hidup, disinilah kami mengais rejeki untuk anak-anak kami,” Tegas pria yang akrab disapa Iwan ini.

Menurutnya, pemerintah tidak boleh semen-mena bahkan hingga melakukan penggusuran terhadap para petani

” Kami bukan baru satu atau dua tahun berkebun di wilayah ini tapi sudah puluhan tahun ada disini. Tanaman yang kami tanam pun sudah beberapa kali panen dan sudah kami nikmati. Jadi kalau dikatakan, kami baru ada disini, itu sangat keliru,” Katanya lagi

Dalam penggusuran itu, sempat terjadi pembicaraan yang panas antara pemerintah dan para petani yang menolak pemasangan plang atau papan bicara. Beberapa personil kepolisian dari Polres Luwu Timur juga tampak berjaga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. (*)

 

Baca Lainnya

OSIS – Gudep SMAN 4 Luwu Timur Gelar Program GOES, Siswa Antusias

31 Mei 2026 - 09:44 WITA

Kabar Gembira, Magatti Tour And Travel Buka Cabang di Malili, Ayo Umrah dengan Uang Muka Hanya 500 Ribu

31 Mei 2026 - 09:25 WITA

Indahnya Kolaborasi SMAN 4 Luwu Timur dan Indofood di Program Pendidikan dan Sosial

20 Mei 2026 - 12:09 WITA

Polda Sulsel Tangani Kasus Ambulance Desa di Luwu Timur, Sejumlah Pihak Akan Diperiksa

19 Mei 2026 - 10:30 WITA

Vale Indonesia Hormati Proses Hukum Pengadaan Ambulance Desa

19 Mei 2026 - 10:19 WITA

Pantai Impian Tidak Bisa Jadi Aset Desa, Ada Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan di Atasnya ?

17 Mei 2026 - 12:55 WITA

PT. PUL Salurkan Bantuan ke Masjid Nurul Haq Ussu

17 Mei 2026 - 10:44 WITA

Trending LUWU TIMUR