LUWU TIMUR,Timuronline – Sebagai wakil rakyat, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tentunya memiliki tanggung jawab terhadap masyarakat, salah satunya adalah memperjuangkan aspirasi rakyat, baik itu dalam bentuk aduan maupun aspirasi lainnya.
Namun cukup disayangkan di Luwu Timur, beberapa warga Sorowako, Kecamatan Nuha yang menyampaikan aduan untuk selanjutnya berharap dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) sama sekali tak digubris oleh pimpinan DPRD Luwu Timur. Bahkan warga sudah dua kali melayangkan surat.
Aduan tersebut terkait polemik penetapan beberapa aset desa yang telah ditetapkan pemerintah Desa Sorowako tanpa dilandasi aturan yang ada.

” Saya tidak tahu juga, kemana lagi kami akan mengadu. Dua kali kami layangkan surat ke DPRD Luwu Timur, pertengan tahun 2025 lalu dan awal tahun 2026 ini. Namun sampai sekarang, aduan kami sama sekali tak digubris. Kami jadi bertanya-tanya, ada apa ini ? Apakah ada konflik kepentingan jika permasalahan ini diteruskan atau bagaimana, kami tidak tahu,” Ujar tokoh masyarakat Sorowako, Abutar Ranggo, Selasa (03/02/2026).
Tidak berhenti disitu, Abutar akhirnya memilih opsi lain dengan melayangkan surat ke Kejaksaan Negeri Luwu Timur, BPK serta KPK karena menurutnya permasalahan tersebut merugikan keuangan negara.
” Kami sudah mendapat informasi dari pihak Kejari Luwu Timur bahwa surat laporan kami sudah diteruskan kepada Inspektorat Luwu Timur untuk segera dilakukan pemeriksaan. Kami akan terus mengawal permasalahan ini,” Tegasnya
Beberapa berita sebelumnya, beberapa tokoh masyarakat Sorowako mempertanyakan perihal beberapa objek di desa tersebut tiba-tiba dijadikan aset oleh pemerintah desa. Objek yang dijadikan aset desa tersebut antara lain Pantai Impian, Green House Hydroponik, Lahan eks galangan kapal dan lahan samping lapangan Karebosi (belakang rumah sakit Primaya ).
Abutar mempertanyakan keabshan penetapan aset desa tersebut yang diduga sama sekali tak memiliki dasar seperti sertifikat dan dokumen pendukung lainnya sehingga belum bisa ditetapkan sebagai aset desa. Bahkan disalah satu objek yakni Pantai Impian, oleh pemerintah Desa Sorowako telah membangun fasilitas jembatan yang menelan anggaran sebesar 200 juta lebih. (*)
























