Menu

Mode Gelap
7 Bulan Berlalu Penemuan Mayat di Tomoni, Polisi Belum Tetapkan Tersangka Hasil Piala Dunia 2026 : Jerman dan Swedia Menang Telak, Belanda Tertahan Viral, Warga Tahan Mobil Pick Up Angkut Solar Ilegal, Polisi : Kita Sudah Amankan Hasil Piala Dunia 2026 Group D : Australia Bekuk Turki 2-0 Daftar Pencetak Gol Piala Dunia 2026 Hasil dan Jadwal Piala Dunia 2026

KRIMINAL

Polisi Rekon Kasus Pem****han di Parumpanai, Ada Beda BAP dengan Pengakuan Tersangka

badge-check


					Polisi Rekon Kasus Pem****han di Parumpanai, Ada Beda BAP dengan Pengakuan Tersangka Perbesar

LUWU TIMUR,Timuronline – Berawal dari adanya laporan kepada para pelaku tentang adanya korban terlihat membongkar sebuah bangunan di lahan perkebunan yang diklaimk milik para pelaku.

Untuk menindaklanjuti laporan tersebut, para pelaku, Amir, Baso, Sudirman, Fandi serta adik Fandi (pelaku dibawah umur) bertemu di rumah kediaman Baso.

Tak berselang, untuk mengecek kebenaran kabar tersebut, Fandi (anak dari pelaku Baso) berboncengan adiknya melintas di kebun tempat Korban Russeng bersama korban lainnya  yakni Habibi, Henri dan Aldi ( Hendi dan Aldi anak dari Russeng) berada

Ini adalah rekonstruksi yang digelar Polres Luwu Timur, Kamis (11/08/2025) atas kasus pembunuhan yang terjadi di Desa Parumpanai, Kecamatan Wasuponda, Luwu Timur, Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu.

Dalam reka adegan tersebut, pelaku Fandi dan adiknya serta pelaku Baso, Amir dan Sudi sempat melihat Aldi menurunkan beberapa batang kayu tak jauh dari Tempat Kejadian Perkara). Dari situ, para pelaku balik dan melihat Russeng sedang membereskan kayu hasil dari bongkaran

Fandi yang mulai emosi bertanya kepada korban Russeng dimana kamu mau bangun rumah ? Ini lahan milik saya bukan lahanmu. Fandi juga terdengar mengeluarkan kata-kata kasar kepada Russeng sehingga korban Hendri tersinggung dan mengeluarkan sebilah parang. Amir yang melihat kejadian itu tak tinggal diam, dia lantas mendatangi Hendri dan membacoknya dari arah belakang. Korban Hendri langsung tersungkur dengan luka sabetan di bagian leher.

Namun versi tersangka Amir mengungkapkan jika dirinya terlebih dahulu diparangi sehingga dia membalasnya.

Pelaku lainnya yakni Baso dan Sudi tidak tinggal diam, dia mendatangi Russeng dan melakukan pembacokan sementara Sudi menikam perut Russeng. Namun dari keterangan Sudi, dia tidak menikam Russeng dan hanya menikam Habibi yang juga berada di TKP saat itu.

Melihat orang tuanya dibacok, Aldi lantas membalasnya dan membacok bagian kepala Amir. Amir membalas dan dibantu oleh Baso dan Fandi.

Dalam rekon yang juga disaksikan langsung keluarga para pelaku tersebut, polisi merilis 46 adegan.

Saat ini polisi telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus tersebut. Sementara Russeng meninggal dunia dengan luka sabetan parang di beberapa bagian tubuhnya. Korban lainnya, Aldi, Hendri dan Habibi juga mengalami luka serius namun nyawanya sempat tertolong. (*)

Baca Lainnya

7 Bulan Berlalu Penemuan Mayat di Tomoni, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

15 Juni 2026 - 14:38 WITA

Viral, Warga Tahan Mobil Pick Up Angkut Solar Ilegal, Polisi : Kita Sudah Amankan

15 Juni 2026 - 10:53 WITA

Lagi Temuan BPK, 20 Penerima Bantuan Lansia Dibawah Umur 60 tahun

12 Juni 2026 - 13:12 WITA

Bantuan Seragam Sekolah di Lutim Banyak Masalah, BPK RI Temukan Fakta Mengejutkan

12 Juni 2026 - 11:02 WITA

Nyawa Gadis di Kalaena Berakhir Tragis di Tangan Tetangga Sendiri

11 Juni 2026 - 18:32 WITA

Jauh ke Lutim Nonton Konser, Warga Bone-Bone Lutra Kecurian

11 Juni 2026 - 11:30 WITA

Kejari Lutim Pastikan Kasus Seragam Sekolah Tetap Berjalan. Akan Ada Tersangka ?

11 Juni 2026 - 10:55 WITA

Trending KRIMINAL