Menu

Mode Gelap
Jadi Juru Kunci di Group D, Perslutim Dipastikan Gugur di Liga 4 Lagi, Sorowako Kebakaran, Ditinggal anak dan Menantu Seorang Lansia Tewas Terbakar Penetapan Aset Desa Milik Pemdes Sorowako Diduga Langgar Permendagri, Ini Kata Tomas Sorowako Warga Asli Sorowako Pertanyakaan Beberapa Objek Lahan Dijadikan Aset Desa Wujudkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan, Petani Binaan PT Vale Panen Jagung Pakan di Tondowolio Solidaritas untuk Sumatra: PT Vale Indonesia dan Pemkab Luwu Timur Hadir, Bergerak, dan Menguatkan Masyarakat Terdampak Bencana

LUWU TIMUR

Tingkatkan Pengetahuan dan Kualitas Pelayanan Posyandu, Unicef Bersama Jenewa Institute Gelar Orientasi

badge-check


					Tingkatkan Pengetahuan dan Kualitas Pelayanan Posyandu, Unicef Bersama Jenewa Institute Gelar Orientasi Perbesar

LUWU TIMUR,Timuronline – Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kualitas pelayanan posyandu, maka Unicef dan Yayasan Jenewa Institute bekerjasama Provinsi Sulawesi Selatan didukung oleh Tanoto Foundation menggelar orientasi berjenjang gizi ibu dan anak serta penguatan posyandu dalam pencegahan stunting di Kabupaten Luwu Timur.

Kegiatan yang dilakukan di Hotel I Lagaligo Malili, Selasa (12/11/2024), dibuka oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Lutim, Andi Tulleng, serta hadir Direktur Jenewa Institute, Surahmansah Said, S.Gz., MPH, Kepala Bidang Kesmas Lutim, TP PKK, Tenaga Puskesmas Bidang Gizi, KIA, dan Promosi Kesehatan Lutim.

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Dinas Kesehatan, Andi Tulleng menyampaikan, kedatangan UNICEF dan Jenewa berharga bagi Lutim karena stunting merupakan program nasional.

“Tujuan dari kegiatan ini untuk mendukung pelaksanaan gizi ibu dan anak di Provinsi Sulawesi Selatan serta memperkuat peran posyandu sebagai pusat pelayanan kesehatan dasar,” kata Andi Tulleng.

“Dengan penguatan dari kegiatan ini, bisa menjadi stimulan untuk program stunting. Sehingga saya harapkan bidan, promkes, dan gizi dapat menindaklanjuti apa yang didapatkan serta diimplementasikan di Kabupaten Luwu Timur,” harapnya.

Sementara Direktur Jenewa Institute, Surahmansah Said, S.Gz., MPH menyampaikan bahwa, ada 3 unsur dalam orientasi, yaitu bidan, promkes, dan gizi, dimana merupakan aktor penting dalam penguatan program gizi ibu dan anak.

“Yang diharapkan dalam agenda ini dapat berjalan beriringan untuk mengatasi persoalan stunting di Luwu Timur,” ucapnya.

Olehnya itu, melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Lutim dapat mewujudkan peningkatan kesadaran gizi dan kesehatan di lingkup masyarakat luas.

“Ini menjadi langkah awal untuk mencapai target perbaikan kesehatan ibu dan anak serta pengurangan stunting di wilayah Kabupaten Luwu Timur. Serta hasil orientasi ini dapat diteruskan ke tenaga puskesmas, kader posyandu dan sasaran ibu hamil, ibu balita, serta masyarakat,” harapnya. (kominfo-sp)

Lainnya

Jadi Juru Kunci di Group D, Perslutim Dipastikan Gugur di Liga 4

3 Februari 2026 - 12:57 WITA

Lagi, Sorowako Kebakaran, Ditinggal anak dan Menantu Seorang Lansia Tewas Terbakar

3 Februari 2026 - 12:29 WITA

Penetapan Aset Desa Milik Pemdes Sorowako Diduga Langgar Permendagri, Ini Kata Tomas Sorowako

12 Januari 2026 - 12:05 WITA

Warga Asli Sorowako Pertanyakaan Beberapa Objek Lahan Dijadikan Aset Desa

9 Januari 2026 - 16:48 WITA

49 Anggota Polres Luwu Timur Naik Pangkat, Ini Daftarnya

31 Desember 2025 - 10:57 WITA

Trending LUWU TIMUR