Menu

Mode Gelap
Sukseskan Musancab, DPC PDI-P Lutim Gelar Rapat Persiapan Dua Guru Ngaji di Lutim Tak Lagi Terima Insentif, Namanya Tiba-tiba Menghilang Suara Hati Ketua STT: Upaya Merajut Kerja Sama Masyarakat Hindu Di Desa Kertoraharjo SMAN 4 Luwu Timur Gelar Studi Wawasan di Wawania Rahampu’u Matano Pertama di Piala Dunia 2026, Messi Cetak Hattrick, Jadi Top Scorer Sementara Hasil Group I Piala Dunia 2026 : Perancis Taklukkan Senegal, Mbappe Cetak Brace

Vale Indonesia

Dukung Misi Dekarbonisasi Pemerintah, PT Vale Terus Berinovasi Kurangi Penggunaan Energi Fosil

badge-check


					Dukung Misi Dekarbonisasi Pemerintah, PT Vale Terus Berinovasi Kurangi Penggunaan Energi Fosil Perbesar

JAKARTA,Timuronline – Dalam upaya memerangi perubahan iklim global, Pemerintah Indonesia telah menetapkan target ambisius untuk mencapai Net Zero Emissions pada 2060. Target ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk mengurangi dampak perubahan iklim dan meningkatkan keberlanjutan lingkungan di seluruh sektor ekonomi.

Sebagai respons terhadap tantangan ini, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) telah menetapkan tujuan yang sejalan dengan agenda pemerintah dengan menargetkan pencapaian Net Zero Emissions pada 2050. Perusahaan ini tidak hanya berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon secara keseluruhan sebesar 33% pada 2030, tetapi juga mendukung target spesifik untuk sektor pertambangan, yaitu mengurangi emisi karbon sebesar 20% pada 2025.

Dalam upaya konkret mendukung komitmen tersebut, PT Vale telah mengimplementasikan berbagai inisiatif ramah lingkungan.

Salah satunya adalah pemanfaatan energi bersih dalam operasional pabrik. Saat ini, pabrik pengolahan nikel PT Vale didukung oleh energi bersih dari tiga Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), yaitu PLTA Larona, PLTA Balambano, dan PLTA Karebbe, yang menghasilkan total kapasitas 365 ribu megawatt per tahun.

“Kami memiliki tiga PLTA yang mendukung operasi pabrik kami dengan energi bersih, yang mengurangi ketergantungan kami pada energi fosil dan menurunkan jejak karbon kami secara signifikan,” ujar Bernardus Irmanto, Chief of Sustainability and Corporate Affair PT Vale, dalam sesi The Leaders Roundtable on Industrial Decarbonization diskusi pre-event International Sustainability Forum (ISF) 2024, Kamis (29/8/2024).

Inisiatif ini bukanlah hal baru bagi PT Vale. Sejak 1978, perusahaan telah membangun dan mengoperasikan PLTA Larona sebagai bagian dari komitmennya terhadap industri berkelanjutan. Selain itu, PT Vale juga telah mengadopsi kendaraan listrik untuk operasional pertambangan dan memanfaatkan boiler listrik untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil seperti Marine Fuel Oil (MFO) dan diesel.

Dengan pengoperasian boiler listrik yang menggunakan energi terbarukan, PT Vale menjadi perusahaan pertambangan pertama yang melakukannya di Indonesia, mengurangi konsumsi MFO dan diesel.

Namun, Bernardus Irmanto menyebutkan bahwa perjalanan menuju dekarbonisasi bukan tanpa tantangan. “Ini adalah sebuah tantangan, tidak semudah yang dibayangkan,” ujarnya dalam sesi Leaders Roundtable yang diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi.

Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Muhammad Rachmat Kaimuddin, membuka acara tersebut dengan menekankan pentingnya kerjasama berbagai pihak untuk menghadapi perubahan iklim ekstrem.

“Kami mencoba menyeimbangkan antara upaya meningkatkan perekonomian masyarakat dengan upaya dekarbonisasi serta pemanfaatan energi terbarukan,” ungkap Rachmat, yang juga merupakan Presiden Komisaris PT Vale Indonesia.

Rachmat menggarisbawahi bahwa perjalanan transisi energi di Indonesia masih panjang, dengan 86% energi industri masih bergantung pada bahan bakar fosil hingga 2023. Dukungan terhadap inovasi dalam transisi energi sangat penting untuk mencapai target nasional.

Dengan partisipasi PT Vale dalam International Sustainability Forum 2024 pada 5-6 September 2024, perusahaan menunjukkan komitmennya untuk memimpin perubahan dalam industri pertambangan menuju keberlanjutan. Forum ini akan menjadi platform penting bagi berbagai pemangku kepentingan—termasuk pemerintah, lembaga internasional, dan pelaku industri—untuk berdiskusi dan berkolaborasi dalam menciptakan solusi inovatif untuk tantangan dekarbonisasi.
Keberhasilan inisiatif ini akan bergantung pada kerja sama dan inovasi yang berkelanjutan, dengan harapan membangun masa depan yang lebih hijau dan lebih bersih untuk generasi mendatang.(*)

Baca Lainnya

Berbagi Keberkahan Idul Adha, PT Vale Donasi Hewan Kurban ke Wilayah Pemberdayaan

26 Mei 2026 - 13:29 WITA

Mangrove Desa Pasi-Pasi, Dari Konservasi, Edukasi Hingga Hindari Abrasi

25 Mei 2026 - 09:57 WITA

Mobil Sampah Bantuan Vale Terus Dirasakan Manfaatnya Oleh Masyarakat, Hidupkan Bumdes

22 Mei 2026 - 10:20 WITA

PT. Vale Indonesia Buka Loker Untuk Masyarakat Lokal Luwu Timur

20 Mei 2026 - 10:38 WITA

Vale Indonesia Hormati Proses Hukum Pengadaan Ambulance Desa

19 Mei 2026 - 10:19 WITA

Vale Indonesia Perkuat Peran Puskesmas Pomalaa Melalui Program KIA

14 Mei 2026 - 10:34 WITA

Ratusan UMKM Dapat Penghargaan dari PT.Vale Indonesia

9 Mei 2026 - 09:17 WITA

Trending LUWU TIMUR