Menu

Mode Gelap
Perkuat Generasi Penggerak Keberlanjutan di Luwu Timur, PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi Majikan di Sorowako Diduga Setubuhi Penjaga Toko Sendiri, Anak di Bawah Umur Bagaimana Konstruksi Hukum Pelaku KDRT di Sorowako Hingga Korbannya Meninggal Dunia Breaking News : Korban KDRT di Sorowako Meninggal Dunia VIDEO : Teman Kena Musibah Kebakaran, Siswa Kelas III B SDN 238 Mallaulu Kumpul Donasi Update Kondisi Korban KDRT di Sorowako, Kini Dirawat di ICU RSUD I Lagaligo, Kondisinya Kritis

LUWU TIMUR

Warga Malas Urus Administrasi Kependudukan, Pemda Lutim “Jemput Bola”

badge-check

Warga Malas Urus Administrasi Kependudukan, Pemda Lutim “Jemput Bola” Perbesar

Laporan : Rd

LUWU TIMUR,Timuronline – Guna mensukseskan penyelenggaraan tertib administrasi kependudukan, khususnya pencatatan perkawinan bagi penduduk non Muslim di Luwu Timur, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) menggelar pelayanan jemput bola dan mensosialisasikan kebijakan Administrasi kependudukan dan pencatatan perkawinan massal bagi masyarakat non muslim, Selasa (15/10/19), di Pura Jagat Kerti Yasa Lakawali, Kecamatan Malili.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Luwu Timur, Oksen Bija, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Andi Habil Unru, Camat Malili, Nursaifullah, Kepala Desa Lakawali, Tokoh Agama Hindu, Tokoh Masyarakat dan undangan yang hadir pada acara tersebut.

Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thoriq Husler mengatakan, dengan adanya kegiatan pelayanan jemput bola dan sosialisasi administrasi penduduk ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tertib administrasi kependudukan bagi masyarakat yang sudah menikah, namun belum memiliki catatan sipil serta memberikan motivasi dan kesan kepada masyarakat non Muslim bahwa untuk mendapatkan dokumen yang sah menurut negara, yaitu akta perkawinan bisa diakses dengan mudah.

“Pemerintah daerah telah memberikan keringanan dalam mengurus sejumlah administrasi penduduk sampai turun lapangan jemput bola dalam pengurusan seperti akta kelahiran dan kematian serta akta perkawinan secara agama sudah sah, namun secara hukum masih belum, karena kesadaran umat yang masih kurang dalam mengurus administrasi kependudukan,” ujarnya.

Menurutnya, dengan adanya pelayanan jemput bola dan sosialisasi administrasi pendududuk ini, masyarakat bisa mengetahui dan menyadari pentingnya untuk mengurus semua administrasi kependudukan seperti akta kelahiran dan akta nikah maupun akta kematian, sehingga ini menjadi salah satu bukti bahwa Pemkab Luwu Timur juga memperhatikan hal-hal yang terkecil. Mulai kita lahir sampai meninggal semuanya tercatat di Disdukcapil. Ini menandakan begitu pentingnya dokumen-dokumen kependudukan.

“Saya berharap, agar pasangan yang telah memiliki dokumen pernikahan untuk disimpan dengan baik. Karena dokumen itu akan sangat dibutuhkan dalam kepenguruaan dokumen kependudukan di masa yang akan datang,” tutup Husler.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Luwu Timur, Oksen Bija mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mensukseskan penyelenggaraan tertib administrasi kependudukan, khususnya pencatatan perkawinan bagi penduduk non muslim.

“Selain pelayanan akta perkawinan itu sendiri, juga dilangsungkan pelayanan kartu keluarga, KTP/Surat keterangan akta kematian dan kartu identitas anak (KIA),” ujarnya.

Oksen juga mengatakan bahwa, peserta yang mendaftar sebanyak 80 pasangan suami-istri, sedangkan yang dicatatkan sebanyak 40 pasangan.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Luwu Timur menyerahkan kutipan akta perkawinan kepada salah satu peserta. (hms/ikp/kominfo)

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Majikan di Sorowako Diduga Setubuhi Penjaga Toko Sendiri, Anak di Bawah Umur

24 Juli 2026 - 19:34 WITA

Bagaimana Konstruksi Hukum Pelaku KDRT di Sorowako Hingga Korbannya Meninggal Dunia

24 Juli 2026 - 16:53 WITA

Breaking News : Korban KDRT di Sorowako Meninggal Dunia

24 Juli 2026 - 16:12 WITA

VIDEO : Teman Kena Musibah Kebakaran, Siswa Kelas III B SDN 238 Mallaulu Kumpul Donasi

24 Juli 2026 - 13:46 WITA

Update Kondisi Korban KDRT di Sorowako, Kini Dirawat di ICU RSUD I Lagaligo, Kondisinya Kritis

23 Juli 2026 - 22:57 WITA

Suami Diduga Aniaya Istri di Sorowako, Korban Tak Sadarkan Diri Akibat Luka Lebam di Wajah

23 Juli 2026 - 22:31 WITA

Wow, Pemkab Lutim Rencana Buat Proyek Infastruktur Jalan Senilai 800 Miliar, MUAK Minta DPRD Lutim Tolak

23 Juli 2026 - 21:13 WITA

Trending DPRD LUTIM