Menu

Mode Gelap
Investasi untuk Masa Depan Bangsa: Kolaborasi Penguatan Pendidikan Tinggi di Sorowako Sertijab Enam Pejabat Jajaran Polres Lutim, Kapolres : Ini Regenerasi Sinergi TNI dan Industri untuk Hilirisasi Berkelanjutan: Pangdam XIV/Hasanuddin Tinjau Progres Proyek Strategis Nasional PT Vale di Pomalaa PT. CLM Komitmen Tingkatkan Kualitas Hidup Sehat Masyarakat Warisan Hijau untuk Dunia: PT Vale Indonesia Lakukan Penanaman Pohon Serentak sebagai Komitmen Global Terhadap Iklim dan Keberlanjutan Hasil Persis Solo vs PSM Makassar, Pasukan Ramang Menang Dramatis

LUWU TIMUR

Warga Balantang Ingin Simulasi Bencana Libatkan Seluruh Masyarakat, Bukan Cuma 20 Orang

badge-check


					Mustakar Mappalawa ( Foto; FB) Perbesar

Mustakar Mappalawa ( Foto; FB)

Laporan : Rd

Mustakar Mappalawa ( Foto; FB)

LUWU TIMUR,Timuronline – Sesuai surat Pemerintah Kabupaten Luwu Timur perihal permintaan peserta gladi bersih dalam rangka pelaksanaan kegiatan simulasi Rencana Tindak Darurat (RTD) bendungan seri Sungai Larona PT. Vale Indonesia yang diwakili 20 orang tiap desa / dusun di beberapa desa di kecamatan Malili, menuai harapan dari beberapa warga Desa Balantang.

Menurut Mustakar Mappalawa, Pemda dan PT. Vale sebaiknya mempertimbangkan keikutsertaan jumlah peserta dalam kegiatan tersebut.

” Nah ini yang harus pemda dan vale mesti pertimbangkan. Karena simulasi tentang dampak kegagalan teknologi adalah merupakan kewajiban utk melakukan simulasi didaerah yg diperkirakan akan terdampak bencana.
Saya ragu jgn sampai simulasi yg mau dilaksanakan itu hanya sekedar menggugurkan kewajiban para pihak yg bertanggungjawab masalah ini,” Tulis Mustakar dalam sebuah group whatsapp “Alumni SDN Balantang”, Senin (09/12/19)

” Ini juga pemda, sangat tanggung dlm melaksanakan simulasi. Memang cuma 20 org yg bakal terkena dampak jika terjadi hal yg tdk diharapkan. Ini program asal asalan menurut saya,” Tulisnya lagi

Sementara itu, Kaso Noer, warga Desa Balantang lainnya mengungkapkan setelah simulasi tingkat kabupaten, sebaiknya dilanjutkan simulasi tingkat desa

” Kalau di tingkat desa, saya yakin masyarakat bisa lebih paham dan tahu tindakan-tindakan apa yang akan diambil jika terjadi bencana,” Harap Kaso.

Seperti diketahui, Simulasi tersebut sebagai wujud dalam mengantisipasi terjadinya kegagalan technologi yang berpotensi menyebabkan bencana banjir. Simulasi tersebut itu sendiri telah dilaksanakan di beberapa tempat dan puncaknya akan dilaksanakan di Lapangan merdeka Puncak Indah. 

” Mitigasi bencana ini akan dilaksanakan selama 3 hari,” Ujar Kepala BPBD Lutim, Muh. Zabur

Ditanya perihal ususlan jumlah peserta simulasi, Zabur mengungkapkan jika efektifnya sebuah pembelajaran atau sebuah simulasi, tidak melibatkan banyak orang.

” Kalau banyak orang, ilmunya tidak akan masuk. Inilah 20 orang nantinya yang akan meneruskan kepada warga lainnya,” Tutupnya (Red)

Lainnya

Sertijab Enam Pejabat Jajaran Polres Lutim, Kapolres : Ini Regenerasi

4 Desember 2025 - 19:54 WITA

PT. CLM Komitmen Tingkatkan Kualitas Hidup Sehat Masyarakat

1 Desember 2025 - 20:04 WITA

Yuk Nobar, Persis Solo vs PSM Makassar Malam ini di Warkop Brother, Ada Doorprizex

29 November 2025 - 10:18 WITA

Pagar SDN 209 Mantaipi Tawakua Ambruk

27 November 2025 - 13:04 WITA

101,2 Gram Sabu Dimusnahkan Kejari Lutim, Juga Berbagai BB Lainnya

26 November 2025 - 15:26 WITA

Trending KRIMINAL