Menu

Mode Gelap
Perkuat Generasi Penggerak Keberlanjutan di Luwu Timur, PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi Majikan di Sorowako Diduga Setubuhi Penjaga Toko Sendiri, Anak di Bawah Umur Bagaimana Konstruksi Hukum Pelaku KDRT di Sorowako Hingga Korbannya Meninggal Dunia Breaking News : Korban KDRT di Sorowako Meninggal Dunia VIDEO : Teman Kena Musibah Kebakaran, Siswa Kelas III B SDN 238 Mallaulu Kumpul Donasi Update Kondisi Korban KDRT di Sorowako, Kini Dirawat di ICU RSUD I Lagaligo, Kondisinya Kritis

LUWU TIMUR

Warga Balantang Ingin Simulasi Bencana Libatkan Seluruh Masyarakat, Bukan Cuma 20 Orang

badge-check

Mustakar Mappalawa ( Foto; FB) Perbesar

Mustakar Mappalawa ( Foto; FB)

Laporan : Rd

Mustakar Mappalawa ( Foto; FB)

LUWU TIMUR,Timuronline – Sesuai surat Pemerintah Kabupaten Luwu Timur perihal permintaan peserta gladi bersih dalam rangka pelaksanaan kegiatan simulasi Rencana Tindak Darurat (RTD) bendungan seri Sungai Larona PT. Vale Indonesia yang diwakili 20 orang tiap desa / dusun di beberapa desa di kecamatan Malili, menuai harapan dari beberapa warga Desa Balantang.

Menurut Mustakar Mappalawa, Pemda dan PT. Vale sebaiknya mempertimbangkan keikutsertaan jumlah peserta dalam kegiatan tersebut.

” Nah ini yang harus pemda dan vale mesti pertimbangkan. Karena simulasi tentang dampak kegagalan teknologi adalah merupakan kewajiban utk melakukan simulasi didaerah yg diperkirakan akan terdampak bencana.
Saya ragu jgn sampai simulasi yg mau dilaksanakan itu hanya sekedar menggugurkan kewajiban para pihak yg bertanggungjawab masalah ini,” Tulis Mustakar dalam sebuah group whatsapp “Alumni SDN Balantang”, Senin (09/12/19)

” Ini juga pemda, sangat tanggung dlm melaksanakan simulasi. Memang cuma 20 org yg bakal terkena dampak jika terjadi hal yg tdk diharapkan. Ini program asal asalan menurut saya,” Tulisnya lagi

Sementara itu, Kaso Noer, warga Desa Balantang lainnya mengungkapkan setelah simulasi tingkat kabupaten, sebaiknya dilanjutkan simulasi tingkat desa

” Kalau di tingkat desa, saya yakin masyarakat bisa lebih paham dan tahu tindakan-tindakan apa yang akan diambil jika terjadi bencana,” Harap Kaso.

Seperti diketahui, Simulasi tersebut sebagai wujud dalam mengantisipasi terjadinya kegagalan technologi yang berpotensi menyebabkan bencana banjir. Simulasi tersebut itu sendiri telah dilaksanakan di beberapa tempat dan puncaknya akan dilaksanakan di Lapangan merdeka Puncak Indah. 

” Mitigasi bencana ini akan dilaksanakan selama 3 hari,” Ujar Kepala BPBD Lutim, Muh. Zabur

Ditanya perihal ususlan jumlah peserta simulasi, Zabur mengungkapkan jika efektifnya sebuah pembelajaran atau sebuah simulasi, tidak melibatkan banyak orang.

” Kalau banyak orang, ilmunya tidak akan masuk. Inilah 20 orang nantinya yang akan meneruskan kepada warga lainnya,” Tutupnya (Red)

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Majikan di Sorowako Diduga Setubuhi Penjaga Toko Sendiri, Anak di Bawah Umur

24 Juli 2026 - 19:34 WITA

Bagaimana Konstruksi Hukum Pelaku KDRT di Sorowako Hingga Korbannya Meninggal Dunia

24 Juli 2026 - 16:53 WITA

Breaking News : Korban KDRT di Sorowako Meninggal Dunia

24 Juli 2026 - 16:12 WITA

VIDEO : Teman Kena Musibah Kebakaran, Siswa Kelas III B SDN 238 Mallaulu Kumpul Donasi

24 Juli 2026 - 13:46 WITA

Update Kondisi Korban KDRT di Sorowako, Kini Dirawat di ICU RSUD I Lagaligo, Kondisinya Kritis

23 Juli 2026 - 22:57 WITA

Suami Diduga Aniaya Istri di Sorowako, Korban Tak Sadarkan Diri Akibat Luka Lebam di Wajah

23 Juli 2026 - 22:31 WITA

Wow, Pemkab Lutim Rencana Buat Proyek Infastruktur Jalan Senilai 800 Miliar, MUAK Minta DPRD Lutim Tolak

23 Juli 2026 - 21:13 WITA

Trending DPRD LUTIM