Menu

Mode Gelap
Kejari Lutim Tegaskan Kasus Seragam Sekolah dan Ambulans Jalan Bersamaan, Ada Potensi Penetapan Tersangka Juga Bersamaan Argentina Melaju ke Final Piala Dunia 2026, Kalahkan Inggris Dengan Skor 1-2 Warga Minta Bupati Lutim Tindak Tegas Lurah Penganiaya Warga : Dia Tak Layak Jadi ASN Potret Hitam Turnamen Sepakbola Tarkam di Kabupaten Luwu Timur, Selalu Ricuh Spanyol Berhasil Melaju ke Babak Final, Kalahkan Prancis 2-0 Fakta Jelang Laga Semifinal Prancis vs Spanyol, Siapa Yang Layak Masuk Final ?

LUWU TIMUR

Tingkatkan Pengetahuan dan Kualitas Pelayanan Posyandu, Unicef Bersama Jenewa Institute Gelar Orientasi

badge-check

Tingkatkan Pengetahuan dan Kualitas Pelayanan Posyandu, Unicef Bersama Jenewa Institute Gelar Orientasi Perbesar

LUWU TIMUR,Timuronline – Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kualitas pelayanan posyandu, maka Unicef dan Yayasan Jenewa Institute bekerjasama Provinsi Sulawesi Selatan didukung oleh Tanoto Foundation menggelar orientasi berjenjang gizi ibu dan anak serta penguatan posyandu dalam pencegahan stunting di Kabupaten Luwu Timur.

Kegiatan yang dilakukan di Hotel I Lagaligo Malili, Selasa (12/11/2024), dibuka oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Lutim, Andi Tulleng, serta hadir Direktur Jenewa Institute, Surahmansah Said, S.Gz., MPH, Kepala Bidang Kesmas Lutim, TP PKK, Tenaga Puskesmas Bidang Gizi, KIA, dan Promosi Kesehatan Lutim.

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Dinas Kesehatan, Andi Tulleng menyampaikan, kedatangan UNICEF dan Jenewa berharga bagi Lutim karena stunting merupakan program nasional.

“Tujuan dari kegiatan ini untuk mendukung pelaksanaan gizi ibu dan anak di Provinsi Sulawesi Selatan serta memperkuat peran posyandu sebagai pusat pelayanan kesehatan dasar,” kata Andi Tulleng.

“Dengan penguatan dari kegiatan ini, bisa menjadi stimulan untuk program stunting. Sehingga saya harapkan bidan, promkes, dan gizi dapat menindaklanjuti apa yang didapatkan serta diimplementasikan di Kabupaten Luwu Timur,” harapnya.

Sementara Direktur Jenewa Institute, Surahmansah Said, S.Gz., MPH menyampaikan bahwa, ada 3 unsur dalam orientasi, yaitu bidan, promkes, dan gizi, dimana merupakan aktor penting dalam penguatan program gizi ibu dan anak.

“Yang diharapkan dalam agenda ini dapat berjalan beriringan untuk mengatasi persoalan stunting di Luwu Timur,” ucapnya.

Olehnya itu, melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Lutim dapat mewujudkan peningkatan kesadaran gizi dan kesehatan di lingkup masyarakat luas.

“Ini menjadi langkah awal untuk mencapai target perbaikan kesehatan ibu dan anak serta pengurangan stunting di wilayah Kabupaten Luwu Timur. Serta hasil orientasi ini dapat diteruskan ke tenaga puskesmas, kader posyandu dan sasaran ibu hamil, ibu balita, serta masyarakat,” harapnya. (kominfo-sp)

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Kejari Lutim Tegaskan Kasus Seragam Sekolah dan Ambulans Jalan Bersamaan, Ada Potensi Penetapan Tersangka Juga Bersamaan

16 Juli 2026 - 13:13 WITA

Kasi Intel Kejari Luwu Timur, Deri F Rachman

Warga Minta Bupati Lutim Tindak Tegas Lurah Penganiaya Warga : Dia Tak Layak Jadi ASN

15 Juli 2026 - 23:59 WITA

Potret Hitam Turnamen Sepakbola Tarkam di Kabupaten Luwu Timur, Selalu Ricuh

15 Juli 2026 - 16:43 WITA

Catatan Menohok Fraksi PDI-P Terhadap Banyaknya Program Pemkab Lutim Bermasalah

10 Juli 2026 - 21:53 WITA

Cium Adanya Pelanggaran HAM, Komnas HAM RI Minta Bupati Lutim Tunda Penggusuran Petani Laoli

9 Juli 2026 - 21:04 WITA

Erwin Sandi dan Armin Jafar Memenuhi Panggilan Kejari Luwu Timur, Sudah Tersangka ?

9 Juli 2026 - 09:51 WITA

Kejari Lutim Geledah Rumah Erwin Sandi di Malili, Sita Sejumlah Barang Bukti

3 Juli 2026 - 16:03 WITA

Trending KRIMINAL