Menu

Mode Gelap
Perkuat Generasi Penggerak Keberlanjutan di Luwu Timur, PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi Majikan di Sorowako Diduga Setubuhi Penjaga Toko Sendiri, Anak di Bawah Umur Bagaimana Konstruksi Hukum Pelaku KDRT di Sorowako Hingga Korbannya Meninggal Dunia Breaking News : Korban KDRT di Sorowako Meninggal Dunia VIDEO : Teman Kena Musibah Kebakaran, Siswa Kelas III B SDN 238 Mallaulu Kumpul Donasi Update Kondisi Korban KDRT di Sorowako, Kini Dirawat di ICU RSUD I Lagaligo, Kondisinya Kritis

SULSEL

Tiga Petahana Diprediksi Tertekan, Enam Lainnya Mudah Melenggang Termasuk Husler – Budiman

badge-check

Tiga Petahana Diprediksi Tertekan, Enam Lainnya Mudah Melenggang Termasuk Husler – Budiman Perbesar

Laporan : Rs

Editor    : Rd

MAKASSAR, TimurOnline – Ada Sembilan figur dengan status petahana alias Incumbent yang kembali bertarung dalam kontestasi di 12 pilkada serentak, Desember 2020 di Sulsel.

Lalu, sejauh mana peluang mereka dalam mempertahankan kursi empuknya itu. Lembaga Konsultan Politik Nurani Strategic Rabu, (30/09/2020) merilis bahwa tiga dari sembilan petahana itu menghadapi tekanan yang berat dari penantangnya. Sementara enam lainnya dianggap masih aman.

Direktur Nurani Strategic Consulting, Dr. Nurmal Idrus, menyebut tiga petahana harus bekerja ekstra keras karena perlawanan sengit dari pesaingnya.

” Pak Dani Pomanto di Makassar, Kalatiku Paembonan di Toraja Utara dan Suardi Saleh di Barru, berada pada posisi yang rawan sehingga wajib mengerahkan semua potensi kelebihannya untuk menunjang keterpilihannya,” katanya.

Sementara itu, enam petahana lainnya yaitu Kaswadi Razak di Soppeng, Adnan Puritcha di Gowa, Thorig Husler di Lutim, Indah Putri di Lutra, Nico Biringkanae di Toraja dan Basli Ali di Selayar disebutnya relatif lebih aman.

” Di Soppeng dan Gowa sangat aman karena perlahan mulai bisa mengendalikan perlawanan kolom kosong. Sementara di di Lutim, Thorig Husler yang sebelumnya menghadapi tekanan berat dari mantan wakilnya kini perlahan mulai bangkit dengan program keliling desanya yang bagus. Begitupula IDP di Lutra yang diuntungkan oleh faktor melemahnya perlawanan dua paslon lawannya. Hal sama terjadi di Selayar dimana Basli Ali ternyata tak mengendorkan penetrasinya ke pemilih dengan kekuatan jaringannya,” ujarnya.

Untuk tiga petahana yang menghadapi tekanan kuat, Mantan Ketua KPU Makassar ini menyebut disebabkan oleh karena rivalnya yang menerapkan aksi sosialisasi sporadis di wilayah basis petahana dan juga memanfaatkan keuntungan dari kelemahan yang terjadi pada petahana di kesempatan terkahir ini.

” Misalnya di Barru, Malkam dan Mudassir sukses memanfaatkan penggantian wakil Suardi yaitu Andi Mirza. Kedua Paslon berhasil menarik sebagian gerbong Andi Idris Syukur menyeberang ke mereka. Sementara di Makassar, kita bisa melihat betapa perlawanan tiga rival DP sangat sporadis baik dari sisi sosialisasi demikian pula aksi downgrade mereka terhadap DP,” tambahnya.

Namun, tiga petahana yang menurutnya dalam posisi tertekan itu diakui Nurmal masih berposisi sebagai pemimpin persepsi pemilih hingga saat ini.

” Ketiganya tertekan tapi masih memimpin opini. Kita belum tahu apa yang akan terjadi hingga 9 Desember 2020. Namun, satu keuntungan petahana ini karena ketiganya menghadapi perlawanan dari dua dan tiga Paslon yang juga masing-masing bersaing untuk menang,” tutupnya. (Red)

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Perkuat Kriya Lokal Luwu Timur, PT Vale Hadirkan Anyaman Teduhu di Ajang Dekranas

9 Juli 2026 - 21:58 WITA

Kejati Sulsel Akan Hitung Ulang Sewa Lahan PT. IHIP dan Rekomendasikan Pemkab Lutim Untuk Data Ulang Masyarakat Terdampak

9 Mei 2026 - 11:02 WITA

Mahasiswa Demo di Makassar, Nilai Kebijakan Bupati Lutim Jauh Dari Semangat Keadilan

7 Mei 2026 - 15:04 WITA

Hasil Penindakan Setahun Terakhir, Bea Cukai Malili Musnahkan Jutaan Batang Rokok Ilegal

15 Desember 2025 - 12:08 WITA

Kasus Pembakaran Kantor DPRD Sulsel dan DPRD Kota Makassar, Polisi Tetapkan 32 Orang Tersangka

9 September 2025 - 13:12 WITA

CLM Gelar FGD Bahas Sinkronisasi dan Identifikasi Kebutuhan Masyarakat

19 Juli 2025 - 12:04 WITA

Perambahan di Kawasan PPKH Kehutanan, Siap-siap Sanksi Pidana Hingga Perdata Menanti

11 Juli 2025 - 13:11 WITA

Trending LUWU TIMUR