Menu

Mode Gelap
Sukseskan Musancab, DPC PDI-P Lutim Gelar Rapat Persiapan Dua Guru Ngaji di Lutim Tak Lagi Terima Insentif, Namanya Tiba-tiba Menghilang Suara Hati Ketua STT: Upaya Merajut Kerja Sama Masyarakat Hindu Di Desa Kertoraharjo SMAN 4 Luwu Timur Gelar Studi Wawasan di Wawania Rahampu’u Matano Pertama di Piala Dunia 2026, Messi Cetak Hattrick, Jadi Top Scorer Sementara Hasil Group I Piala Dunia 2026 : Perancis Taklukkan Senegal, Mbappe Cetak Brace

LUWU TIMUR

Ternyata Sistem Belajar Online Bisa Juga Offline, Ini Penjelasan Kadisdik Lutim

badge-check


					Kadis Pendidikan Lutim, La Besse Perbesar

Kadis Pendidikan Lutim, La Besse

Laporan : Rs

Editor    : Rd

LUWU TIMUR,Timuronline – Mungkin bagi sebagian orang, aturan belajar dari rumah yang diterapkan Kementerian Pendidikan RI merupakan hal yang tidak biasa dan terkesan menyusahkan para orang tua. Pasalnya, para murid sebaiknya memiliki Handphone berbasis android. Yah, bagi orang yang memiliki kemampuan ekonomi diatas, ini sesuatu yang biasa saja, namun untuk mereka yang hidup berkecukupan, tentu hal ini menjadi kerumitan tersendiri.

Selain, harus membeli HP android, pula harus dibarengi dengan ketersiadaan pulsa internet yang biayanya tidak sedikit.

Lantas bagaimana solusinya ? Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Luwu Timur, La Besse mengungkapkan pihaknya menerapkan solusi bagi para orang tua murid yang meresa kesulitan akan program ini. Pertama katanya, belajar dari rumah tidak harus online, bisa juga offline.

” Nah, dalam hal ini, pihak sekolah membentuk kelompok belajar kecil, dimana berjumlahkan maksimal 5 murid dari satu kawasan. Dari situ guru akan berkunjung langsung ke rumah murid untuk memberikan materi mata pelajaran. Ini dilakukan di wilayah-wilayah yang tidak terjangkau jaringan internet atau blank spot,” Jelasnya

Kedua, jika tidak semua murid memiliki Handphone andorid, maka juga dibentuk sebuah kelompok, dimana salah satu murid memiliki Handphone andorid

” Satu handphone untuk 5 orang juga bisa kok,” Katanya saat memantau proses belajar mengajar siswa di Kecamatan Angkona, Rabu (29/07/2020).

Intinya kata dia, program ini harus betul-betul dapat dijangkau bagi seluruh siswa mulai dari tingkatan TK, SD hingga SMP.

” Program ini tidak boleh menyusahkan masyarakat. Kita haru betul-betul  melaksanakan fungsi kita sebagai pelayan masyarakat dengan menyusaikan diri dengan kearifan lokal masing-masing dan tidak memaksakan suatu sistem untuk dijalankan. Kalau ada jalan yang itu justru baik untuk masyarakat, kenapa tidak,” Pungkas La Besse melalui telepon. (Red)

 

Baca Lainnya

Dua Guru Ngaji di Lutim Tak Lagi Terima Insentif, Namanya Tiba-tiba Menghilang

17 Juni 2026 - 11:54 WITA

Viral, Warga Tahan Mobil Pick Up Angkut Solar Ilegal, Polisi : Kita Sudah Amankan

15 Juni 2026 - 10:53 WITA

Lagi Temuan BPK, 20 Penerima Bantuan Lansia Dibawah Umur 60 tahun

12 Juni 2026 - 13:12 WITA

Bantuan Seragam Sekolah di Lutim Banyak Masalah, BPK RI Temukan Fakta Mengejutkan

12 Juni 2026 - 11:02 WITA

Kejari Lutim Pastikan Kasus Seragam Sekolah Tetap Berjalan. Akan Ada Tersangka ?

11 Juni 2026 - 10:55 WITA

PN Malili Menangkan Gugatan Siddiq : SK DPP Nasdem Tak Memiliki Hukum Mengikat

10 Juni 2026 - 10:24 WITA

OSIS – Gudep SMAN 4 Luwu Timur Gelar Program GOES, Siswa Antusias

31 Mei 2026 - 09:44 WITA

Trending CITIZEN JOURNALISM