Menu

Mode Gelap
Ini Klasemen Sementara Piala Dunia 2026 Usai Tuan Rumah Meksiko dan AS Menang Lagi Temuan BPK, 20 Penerima Bantuan Lansia Dibawah Umur 60 tahun Hari Lingkungan Hidup, PT. PUL Tanam Ratusan Bibit Pohon Mangrove Bantuan Seragam Sekolah di Lutim Banyak Masalah, BPK RI Temukan Fakta Mengejutkan Nyawa Gadis di Kalaena Berakhir Tragis di Tangan Tetangga Sendiri Jauh ke Lutim Nonton Konser, Warga Bone-Bone Lutra Kecurian

LUWU TIMUR

SRI Organik PT Vale, Harapan Baru Pertanian Produktif dan Ramah Lingkungan di Pomalaa

badge-check


					SRI Organik PT Vale, Harapan Baru Pertanian Produktif dan Ramah Lingkungan di Pomalaa Perbesar

“Saya harap agar hasil 8 Ton/Ha bisa ditingkatkan para petani menjadi 9 Ton/Ha. Saya ingin para petani lebih banyak memanfaatkan waktu di lahan pertanian. Para petani harus bangga jadi petani,” tambah Safei.

Dalam kesempatan itu Safei juga mengharapkan agar PT Vale bisa terus membina dan memotivasi para petani dalam program pertanian organik ini.

Vice President Director PT Vale Indonesia Tbk, Adriansyah Chaniago menyampaikan, perseroan berkomitmen untuk menjalankan dengan sungguh-sungguh program keberlanjutan di Blok Pomalaa. Dia mengaku turut senang atas hasil yang dicapai para petani lewat program PSRLB PT Vale dengan metode pertanian SRI Organik.

“Ini komitmen kita bersama. Dan seperti yang telah dipaparkan oleh para petani binaan program, hasilnya sangat menggembirakan. SRI Organik ini penting dalam program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) berkelanjutan. Dan jadi program andalan kita. Makanya kita optimis ke depan program ini bisa tambah luasannya, tentu semua itu berkat kerjasama dengan pemerintah dan petani setempat,” paparnya.

Program PSRLB melalui metode SRI Organik telah dijalankan PT Vale sejak 2015. Program tersebut mengedepankan skala prioritas tiga kawasan yang sangat dekat dari area operasional Perusahaan. Tiga kawasan tersebut: kawasan wilayah kerja, kawasan wilayah peran, dan kawasan wilayah sosial, dengan mengedepankan konsep belajar dari pengalaman, melalui proses belajar secara alami, yaitu mengalami, mengungkapkan, menganalisa, menyimpulkan dan menerapkan.

“Awalnya SRI Organik ini berjalan di Luwu Timur dan sejauh ini cukup berhasil, sehingga kita juga bawa ke area pemberdayaan blok Pomalaa, Kabupaten Kolaka. Dan kita lihat pendampingan berhasil lewat panen raya perdana kali ini,” ujar Adriansyah.

Program SRI di Kabupaten Kolaka dimulai sejak November 2021 di Kecamatan Tanggetada, Desa Lamedai dengan total luas lahan 1,41 Ha milik 13 petani binaan. Lokasi lainnya berada Kecamatan Baula tepatnya di Desa Puubunga, Puuroda, Puulemo dengan luas lahan 0,85 Ha milik sembilan petani. Hingga kini sudah ada 54 petani yang ikut pelatihan tersebut. Penanaman perdana SRI Organik ini dilaksanakan pada Sabtu 26 Februari 2022 lalu. (*)

Baca Lainnya

Lagi Temuan BPK, 20 Penerima Bantuan Lansia Dibawah Umur 60 tahun

12 Juni 2026 - 13:12 WITA

Bantuan Seragam Sekolah di Lutim Banyak Masalah, BPK RI Temukan Fakta Mengejutkan

12 Juni 2026 - 11:02 WITA

Kejari Lutim Pastikan Kasus Seragam Sekolah Tetap Berjalan. Akan Ada Tersangka ?

11 Juni 2026 - 10:55 WITA

PN Malili Menangkan Gugatan Siddiq : SK DPP Nasdem Tak Memiliki Hukum Mengikat

10 Juni 2026 - 10:24 WITA

OSIS – Gudep SMAN 4 Luwu Timur Gelar Program GOES, Siswa Antusias

31 Mei 2026 - 09:44 WITA

Kabar Gembira, Magatti Tour And Travel Buka Cabang di Malili, Ayo Umrah dengan Uang Muka Hanya 500 Ribu

31 Mei 2026 - 09:25 WITA

Berbagi Keberkahan Idul Adha, PT Vale Donasi Hewan Kurban ke Wilayah Pemberdayaan

26 Mei 2026 - 13:29 WITA

Trending Vale Indonesia