Menu

Mode Gelap
Perkuat Generasi Penggerak Keberlanjutan di Luwu Timur, PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi Majikan di Sorowako Diduga Setubuhi Penjaga Toko Sendiri, Anak di Bawah Umur Bagaimana Konstruksi Hukum Pelaku KDRT di Sorowako Hingga Korbannya Meninggal Dunia Breaking News : Korban KDRT di Sorowako Meninggal Dunia VIDEO : Teman Kena Musibah Kebakaran, Siswa Kelas III B SDN 238 Mallaulu Kumpul Donasi Update Kondisi Korban KDRT di Sorowako, Kini Dirawat di ICU RSUD I Lagaligo, Kondisinya Kritis

LUWU TIMUR

Smart City Program Pemda, Bukan Diskominfo

badge-check

Smart City Program Pemda, Bukan Diskominfo Perbesar

Laporan : Rd / Ikp

Editor : Rd

LUWU TIMUR,Timuronline – Menjelang evaluasi dari  Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Luwu Timur mengadakan rapat persiapan di gedung Media Center  Kantor Diskominfo, Kamis (05/03/2020).

Rapat tersebut dihadiri oleh Kelompok Kerja Smart City (Pokja) Kabupten Luwu Timur (Lutim), Asisten Administrasi Umum, Askar, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Luwu Timur, Masdin.

Pada kesempatan ini, Sekretaris Dinas Dukcapil Lutim, Agus Thobrani yang juga mantan Kepala Bidang Aplikasi dan Informastika Diskominfo menyampaikan bahwa, terdapat dua rekomendasi  dari Tim Asesor pada evaluasi kedua program gerakan menuju 100 smart city Tahun 2019 yang harus dilakukan.

” Pertama, agar Pemerintah daerah Kabupaten Luwu Timur dapat menciptakan inovasi-inovasi baru pada program smart city. Kedua, perlu dimaksimalkan keterlibatan steakholder antara dewan smart city dan Komunitas Pendukung Program smart city,” ungkap Agus.

Sementara itu, Askar mengatakan, pada implementasi smart city di Kabupaten Luwu Timur, diperlukan koordinasi dan kolaborasi yang baik dari berbagai pihak yang terlibat dalam smart city.

” Smart city ini program Pemerintah daerah, bukan program Diskominfo semata sehingga di dalam smart city termasuk Pokja. Jadi mereka adalah bagian dari orang-orang yang merancang smart city, cuman memang kerjanya sendiri-sendiri, belum betul-betul dalam koordinasi yang bagus,” jelas Askar.

Pasalnya, lanjut Askar, sistem informasi yang dirancang tersebut, nantinya harus terintegrasi dalam satu sistem, sehingga harus ada kerjasama.

” Karena semua nanti sistem informasi itu harus terintegrasi dalam satu sistem,” imbuhnya. (ikp/kominfo)

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Majikan di Sorowako Diduga Setubuhi Penjaga Toko Sendiri, Anak di Bawah Umur

24 Juli 2026 - 19:34 WITA

Bagaimana Konstruksi Hukum Pelaku KDRT di Sorowako Hingga Korbannya Meninggal Dunia

24 Juli 2026 - 16:53 WITA

Breaking News : Korban KDRT di Sorowako Meninggal Dunia

24 Juli 2026 - 16:12 WITA

VIDEO : Teman Kena Musibah Kebakaran, Siswa Kelas III B SDN 238 Mallaulu Kumpul Donasi

24 Juli 2026 - 13:46 WITA

Update Kondisi Korban KDRT di Sorowako, Kini Dirawat di ICU RSUD I Lagaligo, Kondisinya Kritis

23 Juli 2026 - 22:57 WITA

Suami Diduga Aniaya Istri di Sorowako, Korban Tak Sadarkan Diri Akibat Luka Lebam di Wajah

23 Juli 2026 - 22:31 WITA

Wow, Pemkab Lutim Rencana Buat Proyek Infastruktur Jalan Senilai 800 Miliar, MUAK Minta DPRD Lutim Tolak

23 Juli 2026 - 21:13 WITA

Trending DPRD LUTIM