Menu

Mode Gelap
Kejari Lutim Tegaskan Kasus Seragam Sekolah dan Ambulans Jalan Bersamaan, Ada Potensi Penetapan Tersangka Juga Bersamaan Argentina Melaju ke Final Piala Dunia 2026, Kalahkan Inggris Dengan Skor 1-2 Warga Minta Bupati Lutim Tindak Tegas Lurah Penganiaya Warga : Dia Tak Layak Jadi ASN Potret Hitam Turnamen Sepakbola Tarkam di Kabupaten Luwu Timur, Selalu Ricuh Spanyol Berhasil Melaju ke Babak Final, Kalahkan Prancis 2-0 Fakta Jelang Laga Semifinal Prancis vs Spanyol, Siapa Yang Layak Masuk Final ?

LUWU TIMUR

Sepatu KW Buat Paskibraka Lutim, Ada Indikasi Korupsi ?

badge-check

Sepatu KW Buat Paskibraka Lutim, Ada Indikasi Korupsi ? Perbesar

LUWU TIMUR,Timuronline – Issu perbincangan terkait sepatu latihan merk brand ternama “HOKA” milik Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan terus menggelinding.

Sepatu asal Perancis ini digunakan 70 anggota Paskibraka Luwu Timur saat latihan. Namun baru sekali dipakai, sepatu yang memiliki harga dikisaran 2 sampai 3 juta tersebut langsung rusak.

Muncul pertanyaan, apakah sepatu tersebut original atau KW ?

Kepala Kesbangpol Luwu Timur, Guntur Hafid beberapa waktu lalu mengungkapkan jika harga sepatu yang dipakai Paskibraka Lutim tersebut tidak sampai 300 ribu

” Harganya Rp 270 ribu. Itu ada pihak ketiga yang tender lewat e katalog,” Ujar Guntur Hafid, Selasa, (19/08/25) lalu

Dari harga tersebut, dapat dikatakan sepatu HOKA ini merupakan produk KW atau palsu. Jika demikian, kenapa pemerintah menganggarkan produk sepatu KW, apakah hal tersebut tidak melanggar aturan pengadaan barang dan jasa ? Kemudian kenapa bukan brand atau produk dalam negeri yang diadakan ?

Hal itu sesuai Perpres Nomor 46 Tahun 2025 tentang Perubahan Kedua atas Perpres Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJ), yang bertujuan untuk mewajibkan pemerintah memprioritaskan pembelian Produk Dalam Negeri (PDN) dengan nilai TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) minimal 25%.

Yang kedua, namun jika anggaran yang diletakkan dalam pengadaan sepatu tersebut sudah sesuai harga produk yang original yang berkisar antara 2 sampai 3 juta, maka tentunya ada indikasi korupsi didalamnya.

Wartawan yang hendak mengklarifikasi terkait hal ini kepada pihak rekanan, masih belum mendaptkan jawaban. Pihak rekanan belum bersedia memberikan jawaban. Pesan whatsapp belum dibalas.

” Ini sesuatu yang memang agak janggal menurut saya. Tidak mungkin pemerintah mengadakan atau membeli barang KW atau palsu. Apalagi kita punya APBD diatas 2 Triliun. Saran saya, APH (Aparat Penegak Hukum, red) harus turun melihat ini, apakah ada indikasi korupsi didalamnya,” Ujar Rahmat, salah seorang warga Luwu Timur (*)

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Kejari Lutim Tegaskan Kasus Seragam Sekolah dan Ambulans Jalan Bersamaan, Ada Potensi Penetapan Tersangka Juga Bersamaan

16 Juli 2026 - 13:13 WITA

Kasi Intel Kejari Luwu Timur, Deri F Rachman

Warga Minta Bupati Lutim Tindak Tegas Lurah Penganiaya Warga : Dia Tak Layak Jadi ASN

15 Juli 2026 - 23:59 WITA

Potret Hitam Turnamen Sepakbola Tarkam di Kabupaten Luwu Timur, Selalu Ricuh

15 Juli 2026 - 16:43 WITA

Catatan Menohok Fraksi PDI-P Terhadap Banyaknya Program Pemkab Lutim Bermasalah

10 Juli 2026 - 21:53 WITA

Cium Adanya Pelanggaran HAM, Komnas HAM RI Minta Bupati Lutim Tunda Penggusuran Petani Laoli

9 Juli 2026 - 21:04 WITA

Erwin Sandi dan Armin Jafar Memenuhi Panggilan Kejari Luwu Timur, Sudah Tersangka ?

9 Juli 2026 - 09:51 WITA

Kejari Lutim Geledah Rumah Erwin Sandi di Malili, Sita Sejumlah Barang Bukti

3 Juli 2026 - 16:03 WITA

Trending KRIMINAL