Menu

Mode Gelap
Perkuat Generasi Penggerak Keberlanjutan di Luwu Timur, PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi Majikan di Sorowako Diduga Setubuhi Penjaga Toko Sendiri, Anak di Bawah Umur Bagaimana Konstruksi Hukum Pelaku KDRT di Sorowako Hingga Korbannya Meninggal Dunia Breaking News : Korban KDRT di Sorowako Meninggal Dunia VIDEO : Teman Kena Musibah Kebakaran, Siswa Kelas III B SDN 238 Mallaulu Kumpul Donasi Update Kondisi Korban KDRT di Sorowako, Kini Dirawat di ICU RSUD I Lagaligo, Kondisinya Kritis

LUWU TIMUR

Puskesmas Lakawali Dinilai Sistem Manajemen Mutu dan Pelayanan, Gimana Hasinya ?

badge-check

Puskesmas Lakawali Dinilai Sistem Manajemen Mutu dan Pelayanan, Gimana Hasinya ? Perbesar

Laporan : Rd

LUWU TIMUR,Timuronline – Tim Akreditasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melakukan kunjungan akreditasi ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Puskesmas (PKM) Lakawali, Kecamatan Malili, Kamis (05/12/2019).

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yakni 5-7 Desember 2019 ini, bertujuan untuk menilai atau melihat langsung keadaan Puskesmas secara nyata di lapangan.

Tim surveyor ini terdiri dari dr. Mochammad Sochid, MARS. dari Administrasi Manajemen, dr. Yostina Yudha Nita, MSc. dari Usaha Kesehatan Masyarakat dan Suhartono, SKM, M.Epid dari Usaha Kesehatan Perorangan, disambut baik Kepala Puskesmas, staf dan para medis Puskesmas Lakawali.

Rombongan disambut tarian khas Padduppa dan pengalungan sarung oleh Asisten Administrasi Umum Setdakab Luwu Timur, Aini Endis Anrika yang mewakili Bupati di Halaman Puskesmas Lakawali.

Kepala Puskesmas Lakawali, Mahfud Burhami menyampaikan kesiapannya menjalani masa penilaian dari Tim Surveyor Akreditasi selama tiga hari kedepan.

“Kami siap untuk dinilai dan sekaligus berharap dalam penilaian ini tim surveyor bisa memberikan masukan dan tambahan ilmu kepada para petugas Puskesmas dalam rangka pengembangan potensi diri dan peningkatan pelayanan kedepannya,” jelasnya.

Mahfud juga menguraikan bahwa, Puskesmas Lakawali diresmikan bertepatan HUT RI 72 yakni 17 Agustus 2017. Dan mulai beroperasi sejak 19 September 2017 setelah izin operasoinal diterbitkan oleh DPMPTSP dengan jumlah tenaga dokter 2 orang dan para medis kurang lebih 80 orang.

“Puskesmas yang dibangun tahun 2015 ini juga telah mendapatkan registrasi penetapan kode Puskesmas pada 3 Oktober 2018 dari Direktur Pelayanan Kesehatan Primer Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), kata Mahfud.

Sementara Bupati Luwu Timur dalam sambutannya yang disampaikan Asisten Administrasi Umum, Aini Endis Anrika mengharapkan, dengan adanya akreditasi ini, ada upaya perbaikan yang akan dilakukan Puskesmas dalam rangka perbaikan mutu, peningkatan kinerja dan penerapan manajemen resiko yang dilaksanakan secara berkesinambungan.

“Mudah-mudahan kehadiran tim survei dari Komisi Akreditasi Kementerian Kesehatan dapat memberikan motivasi dan perubahan kepada seluruh tenaga kesehatan dalam melakukan pelayanan kesehatan di Puskesmas ini,” harap Aini Endis.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa, berdasarkan roadmap akreditasi puskesmas Kabupaten Luwu Timur, jumlah puskesmas yang telah diakreditasi sebanyak 16 Puskesmas termasuk Puskesmas Lakawali, dan 1 puskesmas yang belum terakreditasi yakni Puskesmas Parumpanai Kecamatan Wasuponda, sedangkan 7 Puskesmas yang re akreditasi sebanyak 7 Puskesmas.

Pada kesempatan itu, dr. Mochammad Sochid, MARS. yang didaulat sebagai ketua tim mengungkapkan bahwa, akreditasi merupakan suatu proses penilaian eksternal oleh Komisi Akreditasi terhadap Puskesmas untuk menilai apakah sistem manajemen mutu dan sistem penyelenggaraan pelayanan dan upaya pokok sesuai dengan standar yang ditetapkan.

“Selama tiga hari ke depan, kami bersama-sama terlibat langsung dalam pelaksanaan pelayanan Puskesmas Lakawali,” tandasnya.

Hadir dalam kegiatan ini, Anggota DPRD Kabupaten Luwu Timur, Hj. Harisah Suhardjo, Kepala Dinas Kesehatan, dr. H. April didampingi sejumlah jajarannya, perwakilan Camat, perwakilan Danramil dan Kepala Desa Lakawali terpilih, Muh. Yamin. (hms/ikp/kominfo)

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Majikan di Sorowako Diduga Setubuhi Penjaga Toko Sendiri, Anak di Bawah Umur

24 Juli 2026 - 19:34 WITA

Bagaimana Konstruksi Hukum Pelaku KDRT di Sorowako Hingga Korbannya Meninggal Dunia

24 Juli 2026 - 16:53 WITA

Breaking News : Korban KDRT di Sorowako Meninggal Dunia

24 Juli 2026 - 16:12 WITA

VIDEO : Teman Kena Musibah Kebakaran, Siswa Kelas III B SDN 238 Mallaulu Kumpul Donasi

24 Juli 2026 - 13:46 WITA

Update Kondisi Korban KDRT di Sorowako, Kini Dirawat di ICU RSUD I Lagaligo, Kondisinya Kritis

23 Juli 2026 - 22:57 WITA

Suami Diduga Aniaya Istri di Sorowako, Korban Tak Sadarkan Diri Akibat Luka Lebam di Wajah

23 Juli 2026 - 22:31 WITA

Wow, Pemkab Lutim Rencana Buat Proyek Infastruktur Jalan Senilai 800 Miliar, MUAK Minta DPRD Lutim Tolak

23 Juli 2026 - 21:13 WITA

Trending DPRD LUTIM