Menu

Mode Gelap
Perkuat Generasi Penggerak Keberlanjutan di Luwu Timur, PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi Majikan di Sorowako Diduga Setubuhi Penjaga Toko Sendiri, Anak di Bawah Umur Bagaimana Konstruksi Hukum Pelaku KDRT di Sorowako Hingga Korbannya Meninggal Dunia Breaking News : Korban KDRT di Sorowako Meninggal Dunia VIDEO : Teman Kena Musibah Kebakaran, Siswa Kelas III B SDN 238 Mallaulu Kumpul Donasi Update Kondisi Korban KDRT di Sorowako, Kini Dirawat di ICU RSUD I Lagaligo, Kondisinya Kritis

LUWU TIMUR

Penyelenggara Pemilu Harus Bebas Dari Covid, KPUD Lutim Gelar Rapid

badge-check

Penyelenggara Pemilu Harus Bebas Dari Covid, KPUD Lutim Gelar Rapid Perbesar

Laporan : Rs / Kpu

Editor     : Rd

“ Tidak hanya di KPU, PPK, PPS dan KPPS beserta sekretariatnya, semuanya akan di rapid untuk memastikan penyelenggara kita bebas dari paparan Covid-19”

LUWU TIMUR,Timuronline – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Luwu Timur kembali menggelar tes cepat (Rapid Test) bagi seluruh jajaran sekretariat dilingkup KPU untuk kali kedua, Sabtu,  (10/10/2020 )

Sebanyak 43 orang, terdiri dari 5 komisioner, 1 Sekretaris, 4 Kepala Sub Bagian dan 33 orang staf sekretariat mengikuti rapid test yang dipusatkan di Media Center KPU Jl. Soekarno – Hatta, Km. 02, Puncak Indah, Malili, pukul 09.00 WITA.

Rahmansyah, selaku Plt. Sekretaris KPU Kabupaten Luwu Timur menjelaskan, dalam pelaksanaan rapid test pihaknya bekerjasama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Luwu Timur.

Menurut dia, kegiatan tes cepat ini merupakan bentuk kesiapan KPU dalam menyelenggarakan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Luwu Timur Tahun 2020 sesuai Peraturan KPU Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pilkada dalam Kondisi Bencana Nonalam Covid-19.

“ Kita ingin memastikan semua staf yang bekerja dilingkup KPU harus memiliki catatan medis yang dapat dipertanggungjawabkan, olehnya kita menggelar Rapid Test agar setiap orang bisa bebas dari virus dan bekerja secara efektif menyukseskan Pilkada 9 Desember mendatang.” Sebut Rahmansyah.

“ Tidak hanya di KPU, PPK, PPS dan KPPS beserta sekretariatnya, semuanya akan di rapid untuk memastikan penyelenggara kita bebas dari paparan Covid-19” Sambungnya.

Terkait hasil rapid yang dinyatakan reaktif, Rahmanysah menambahkan jika hal itu akan ditindaklanjuti sesuai protap kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah.

“ Apabila hasilnya reaktif yang bersangkutan akan di swab test, dan jika hasilnya positif, maka akan dilakukan karantina mandiri selama 14 (empat belas) hari dan akan bekerja dari rumah sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19” Tutup Rahmanysah. (Red)

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Majikan di Sorowako Diduga Setubuhi Penjaga Toko Sendiri, Anak di Bawah Umur

24 Juli 2026 - 19:34 WITA

Bagaimana Konstruksi Hukum Pelaku KDRT di Sorowako Hingga Korbannya Meninggal Dunia

24 Juli 2026 - 16:53 WITA

Breaking News : Korban KDRT di Sorowako Meninggal Dunia

24 Juli 2026 - 16:12 WITA

VIDEO : Teman Kena Musibah Kebakaran, Siswa Kelas III B SDN 238 Mallaulu Kumpul Donasi

24 Juli 2026 - 13:46 WITA

Update Kondisi Korban KDRT di Sorowako, Kini Dirawat di ICU RSUD I Lagaligo, Kondisinya Kritis

23 Juli 2026 - 22:57 WITA

Suami Diduga Aniaya Istri di Sorowako, Korban Tak Sadarkan Diri Akibat Luka Lebam di Wajah

23 Juli 2026 - 22:31 WITA

Wow, Pemkab Lutim Rencana Buat Proyek Infastruktur Jalan Senilai 800 Miliar, MUAK Minta DPRD Lutim Tolak

23 Juli 2026 - 21:13 WITA

Trending DPRD LUTIM