Menu

Mode Gelap
Kejari Lutim Tegaskan Kasus Seragam Sekolah dan Ambulans Jalan Bersamaan, Ada Potensi Penetapan Tersangka Juga Bersamaan Argentina Melaju ke Final Piala Dunia 2026, Kalahkan Inggris Dengan Skor 1-2 Warga Minta Bupati Lutim Tindak Tegas Lurah Penganiaya Warga : Dia Tak Layak Jadi ASN Potret Hitam Turnamen Sepakbola Tarkam di Kabupaten Luwu Timur, Selalu Ricuh Spanyol Berhasil Melaju ke Babak Final, Kalahkan Prancis 2-0 Fakta Jelang Laga Semifinal Prancis vs Spanyol, Siapa Yang Layak Masuk Final ?

LUWU TIMUR

Penggusuran Pemkab Lutim Tak Membuahkan Hasil, Petani Laoli Tetap Bertahan

badge-check

Penggusuran Pemkab Lutim Tak Membuahkan Hasil, Petani Laoli Tetap Bertahan Perbesar

LUWU TIMUR,Timuronline – Ratusan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur (Lutim), Sabtu (14/02/2026) memasuki wilayah PSN di Desa Harapan Kecamatan Malili.

Kedatangan mereka untuk melakukan penggusuran terhadap para petani Laoli Desa Harapan yang telah mendiami dan berkebun di wilayah tersebut selama puluhan tahun. Rombongan dipimpin Sekda Luwu Timur, Ramadhan Pirade bersama Kepala Desa Harapan, Mustakim

Sayangnya, penggusuran ini tak berjalan sesuai harapan karena para petani melakukan perlawanan. Mereka tak menerima Pemkab seenaknya memasang plang atau papan bicara di areal tersebut. Alasannya, proses negosiasi mengetahui ganti rugi lahan antara Pemkab Lutim dan para petani hingga saat ini belum menemui titik temu.

Koordinator petani, Irwan kepada wartawan mengaku kecewa dengan perlakuan pemerintah Luwu Timur dengan para petani yang notabene adalah warga Luwu Timur juga.

” Selama proses negosiasi belum menemui titik temu, kami akan terus bertahan meskipun kami harus bertaruh nyawa. Disinilah kami hidup, disinilah kami mengais rejeki untuk anak-anak kami,” Tegas pria yang akrab disapa Iwan ini.

Menurutnya, pemerintah tidak boleh semen-mena bahkan hingga melakukan penggusuran terhadap para petani

” Kami bukan baru satu atau dua tahun berkebun di wilayah ini tapi sudah puluhan tahun ada disini. Tanaman yang kami tanam pun sudah beberapa kali panen dan sudah kami nikmati. Jadi kalau dikatakan, kami baru ada disini, itu sangat keliru,” Katanya lagi

Dalam penggusuran itu, sempat terjadi pembicaraan yang panas antara pemerintah dan para petani yang menolak pemasangan plang atau papan bicara. Beberapa personil kepolisian dari Polres Luwu Timur juga tampak berjaga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. (*)

 

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Kejari Lutim Tegaskan Kasus Seragam Sekolah dan Ambulans Jalan Bersamaan, Ada Potensi Penetapan Tersangka Juga Bersamaan

16 Juli 2026 - 13:13 WITA

Kasi Intel Kejari Luwu Timur, Deri F Rachman

Warga Minta Bupati Lutim Tindak Tegas Lurah Penganiaya Warga : Dia Tak Layak Jadi ASN

15 Juli 2026 - 23:59 WITA

Potret Hitam Turnamen Sepakbola Tarkam di Kabupaten Luwu Timur, Selalu Ricuh

15 Juli 2026 - 16:43 WITA

Catatan Menohok Fraksi PDI-P Terhadap Banyaknya Program Pemkab Lutim Bermasalah

10 Juli 2026 - 21:53 WITA

Cium Adanya Pelanggaran HAM, Komnas HAM RI Minta Bupati Lutim Tunda Penggusuran Petani Laoli

9 Juli 2026 - 21:04 WITA

Erwin Sandi dan Armin Jafar Memenuhi Panggilan Kejari Luwu Timur, Sudah Tersangka ?

9 Juli 2026 - 09:51 WITA

Kejari Lutim Geledah Rumah Erwin Sandi di Malili, Sita Sejumlah Barang Bukti

3 Juli 2026 - 16:03 WITA

Trending KRIMINAL