Menu

Mode Gelap
Update Kondisi Korban KDRT di Sorowako, Kini Dirawat di ICU RSUD I Lagaligo, Kondisinya Kritis Suami Diduga Aniaya Istri di Sorowako, Korban Tak Sadarkan Diri Akibat Luka Lebam di Wajah Wow, Pemkab Lutim Rencana Buat Proyek Infastruktur Jalan Senilai 800 Miliar, MUAK Minta DPRD Lutim Tolak Pelaku Curanmor di Towuti Merupakan Warga Makassar, Kerja Sebagai Buruh Bangunan Ini 8 Tim Peserta Piala Presiden 2026, 3 Tim dari Luar Negeri Membangun Nilai Tambah Melalui Praktik Pertambangan Berkelanjutan, Menteri Investasi Apresiasi Praktik ESG PT Vale di Morowali

Vale Indonesia

Pakai Sistem Segregasi, Vale Indonesia Olah Sampah Jadi Barang Bernilai Ekonomis

badge-check

Pakai Sistem Segregasi, Vale Indonesia Olah Sampah Jadi Barang Bernilai Ekonomis Perbesar

LUWU TIMUR,Timuronline – Sebagai alah satu perusahaan yang dibidang pertambangan,PT. Vale Indonesia juga berfokus pada aspek social, salah satunya pengurangan limbah dan pemanfaatan kembali sampah menjadi sumber daya bernilai ekonomi.

Perusahaan yang terletak d Sorowako, Kecamatan Nuha Kabupaten Luwu Timur itu memiliki sebuah sistem bernama Segregasi sampah.

Sistem ini adalah pemisahan sampah berdasarkan jenis-jenisnya untuk memudahkan proses pengolahan lebih lanjut, seperti daur ulang, pengomposan, atau pembuangan yang aman

Tujuannya adalah untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, serta meningkatkan efisiensi dalam pemanfaatan kembali dan pengolahan sampah

Pemilahan sampah ii dilakukan di Segregation milik PT Vale Indonesia. Sampah-sampah plastik atau botol minuman, sisa makanan atau sampah organik dan sampah lainnya akan diolah sedemikian rupah di tempat ini sehingga menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat seperti pupuk kompos.

Bukan hanya itu, di tempat itu juga terdapat budidaya budidaya maggot atau larva (ulat) dari lalat, terutama lalat jenis Black Soldier Fly (BSF). Maggot ini dikenal karena kemampuannya dalam mengurai sampah organik dan juga digunakan sebagai pakan ternak yang bergizi. Sampah sisa makanan, jadi santapan larfa dari lalat black soldier fly (BSF).

Foreman Ground Work Segregation Plant PT Vale, Hery Sudarto, Jumat (25/07/2025) mengatakan Dari 12-15 ton sampah yang dihasilkan setiap harinya, sekitar 9 ton per tahun yang didonasikan ke bank sampah.

” Sampah yang diolah selanjutnya kita serahkan ke bank sampah sebagai bentuk kontribusi kami dalam membangun ekonomi sirkular di masyarakat. Dari Januari hingga saat ini, sudah 9 ton yang kami donasikan,” Ungkap Hery

Saat ini ada empat bank sampah yang menjadi mitra PT. Vale Indonesia. Ke-empatnya adalah Bank Sampah Magani, Bank Sampah Induk Malili, Bank Sampah Wasuponda serta Bank Sampah Desa Nikel

Melalui sistem segregasi dan pendistribusian sampah terpilah, PT Vale tak hanya berhasil mengurangi beban ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga mendorong tumbuhnya ekonomi berbasis lingkungan yang melibatkan komunitas secara aktif. (*)

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Membangun Nilai Tambah Melalui Praktik Pertambangan Berkelanjutan, Menteri Investasi Apresiasi Praktik ESG PT Vale di Morowali

23 Juli 2026 - 14:27 WITA

Proyek HPAL Sambalagi Capai Tonggak Penting dengan Kedatangan Autoclave, Perkuat Masa Depan Hilirisasi Berkelanjutan

23 Juli 2026 - 13:26 WITA

Terapkan Pelabuhan Ramah Lingkungan dan Berbasis Digital di Balantang, PT Vale Raih Penghargaan Green and Smart Port Initiatives ASRI 2026

17 Juli 2026 - 13:11 WITA

Melestarikan Tradisi, Menciptakan Peluang: PT Vale Promosi Produk UMKM Binaan di Perayaan HKG PKK Nasional dan HUT Dekranas

11 Juli 2026 - 20:54 WITA

Perkuat Kriya Lokal Luwu Timur, PT Vale Hadirkan Anyaman Teduhu di Ajang Dekranas

9 Juli 2026 - 21:58 WITA

Vale Indonesia – Siswa SMKN 9 Kolaka Tanam Pohon Peringati HLH

25 Juni 2026 - 14:59 WITA

Pelatihan Vokasi dan Sertifikasi Operator Alat berat, Bukti Vale Komitmen Penguatan Daya Saing Warga Lokal

24 Juni 2026 - 16:17 WITA

Trending Vale Indonesia