Menu

Mode Gelap
Update Kondisi Korban KDRT di Sorowako, Kini Dirawat di ICU RSUD I Lagaligo, Kondisinya Kritis Suami Diduga Aniaya Istri di Sorowako, Korban Tak Sadarkan Diri Akibat Luka Lebam di Wajah Wow, Pemkab Lutim Rencana Buat Proyek Infastruktur Jalan Senilai 800 Miliar, MUAK Minta DPRD Lutim Tolak Pelaku Curanmor di Towuti Merupakan Warga Makassar, Kerja Sebagai Buruh Bangunan Ini 8 Tim Peserta Piala Presiden 2026, 3 Tim dari Luar Negeri Membangun Nilai Tambah Melalui Praktik Pertambangan Berkelanjutan, Menteri Investasi Apresiasi Praktik ESG PT Vale di Morowali

Vale Indonesia

Mengenal Agrowisata Ponda’ta di Wasuponda, Hasil Binaan PT. Vale Indonesia

badge-check

Mengenal Agrowisata Ponda’ta di Wasuponda, Hasil Binaan PT. Vale Indonesia Perbesar

LUWU TIMUR,Timuronline – Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan memiliki panorama yang indah, Alama pegunungan, lautan, sungai dan hutan-hutan yang masih hijau menjadi daya tarik bagi para wisatawan baik domestik maupun mancanegara

Pemerintah Kabupaten Luwu Timur memanfaatkan keindahan alam yang dimiliki Bumi Batara Guru (Jukukan Luwu Timur) untuk membangun objek-objek wisata. Salah satu yang kini menjadi pusat perhatian adalah Agrowisata Kebun Nanas Ponda’ta.

Agrowisata Ponda’ta ini adalah kawasan wisata perkebunan buah nanas yang terletak di Desa Tabarano Kecamatan Wasuponda. Agrowisata ini didedikasikan selain untuk edukasi dan penelitian, pula dijadikan sebagai objek wisata dan salah satu sumber pemasukan bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Agrowisata seluas 5 Hektar ini awalnya diinisiasi oleh pemerintah dan masyarakat, namun dalam perjalanannya, terdapat beberapa kendala salah satunya adalah terkaitĀ  cara membudidayakan buah nanas dengan baik.

Oleh pemerintah desa, akhirnya mengajukan kerjasama dengan pihak PT. Vale Indonesia.

” Kami sempat mengalami kesulitan dalam membudidayakan buah nanas ini, mulai dari persiapan lahan yang baik, pemilihan bibit, penanaman hingga perawatan. Untungnya dalam perjalanan, PT. Vale Indonesia hadir dan membantu kami sehingga hasilnya pun memuaskan,” Ujar Fatma, salah seorang pengelola Agrowisata ini, Rabu (22/10/2025)

Sementara itu, Senior Coordinator PTPM Livelihood PT. Vale Indonesia, Sainab Husain Paragay mengatakan awalnya agrowisata kebun nanas ini hanya menanam sekitar 15 ribu pohon diatas lahan 2 Hektar. Sekarang ada penambahan 30 ribu pohon dan luas lahan saat ini 5 hektar

” Dalam membudidayakan kebun nanas ini, kita juga tidak menggunakan pupuk kimia, semua pupuk organik. Agar kualitas tanah juga menjadi lebih baik guna gunakan pupuk dolomit dan pupuk kompos makanya kita ada penambahan rumah kompos dan rumah maggot. Kita juga memanfaatkan sampah-sampah organik dari masyarakat untuk pengembangbiakan maggot,” Ujarnya

Dia melanjutkan, pihaknya juga menambahkan Nursery dengan harapan bibit-bibit yang dihasilkan dari buah nanas ini akan ditampung dalam Nursery. (*)

 

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Update Kondisi Korban KDRT di Sorowako, Kini Dirawat di ICU RSUD I Lagaligo, Kondisinya Kritis

23 Juli 2026 - 22:57 WITA

Suami Diduga Aniaya Istri di Sorowako, Korban Tak Sadarkan Diri Akibat Luka Lebam di Wajah

23 Juli 2026 - 22:31 WITA

Wow, Pemkab Lutim Rencana Buat Proyek Infastruktur Jalan Senilai 800 Miliar, MUAK Minta DPRD Lutim Tolak

23 Juli 2026 - 21:13 WITA

Pelaku Curanmor di Towuti Merupakan Warga Makassar, Kerja Sebagai Buruh Bangunan

23 Juli 2026 - 20:49 WITA

Membangun Nilai Tambah Melalui Praktik Pertambangan Berkelanjutan, Menteri Investasi Apresiasi Praktik ESG PT Vale di Morowali

23 Juli 2026 - 14:27 WITA

Viral, Pencuri Motor di Towuti Diseret di Jalan Hingga Dapat “Tendangan Maut”

23 Juli 2026 - 13:47 WITA

Proyek HPAL Sambalagi Capai Tonggak Penting dengan Kedatangan Autoclave, Perkuat Masa Depan Hilirisasi Berkelanjutan

23 Juli 2026 - 13:26 WITA

Trending Vale Indonesia